Panel Pembangkit Listrik yang Berkualitas


Fenni Bungsu (Tekno) – Kita menyadari bahwa kebutuhan akan energi listrik dapat dikatakan semakin besar. Hal tersebut dapat dilihat dari sedang giatnya pembangunan infrastruktur di segala bidang, menjadikan listrik sebagai sumber energi dalam menunjang berbagai kegiatan. Wajar saja bila kita memerlukan energi terbarukan, misalnya dengan merancang panel surya, agar konsumsi tenaga listrik tetap berlangsung.
 

Saat berkeinginan untuk memanfaatkan tenaga surya tersebut, ada dua hal utama yang harus dipertimbangkan untuk membiasakan sistem panel yang dapat memenuhi kebutuhan pemakaian, seperti:  berapa banyak beban yang bisa kita gunakan dalam periode satu hari atau selama 24 jam, dan berapa banyak produksi energi panel surya per harinya. 

cara merancang panelsurya, bagaimana merancang panel surya, energi terbarukan, memanfaatkan energi surya, sumber energi listrik akan habis, apa saja manfaat tenaga surya, tenaga matahari itu apa, apa yang dimaksud dengan panel surya, energi alternatif dengan panel surya,



Dari situlah ketelitian dan kehati-hatian diperlukan. Sebab bila salah merancang atau keliru dalam perhitungan, maka hasilnya kurang maksimal atau tidak sesuai ekspektasi. Maka, kita harus memikirkan jangka panjang mengenai fungsinya dan juga peminat yang akan memakainya. Dengan begitu rancangan panel surya yang kita buat dengan kualitas baik dan dapat dinikmati oleh banyak orang. Berikut ulasan lebih lengkapnya.



Menghitung Beban Pemakaian Selama 24 Jam


Setidaknya, kita harus dapat mengetahui berapa konsumsi daya peralatan yang digunakan sehari-hari dalam ukuran satuan Wh (Watt Hour). Cara menemukan informasi ini, bisa dilihat pada stiker data daya yang tertempel di peralatan (meteran listrik rumah) atau tertera di buku petunjuk penggunaan. Pahami pula daya peralatan-peralatan yang akan kita gunakan dengan sistem solar panel agar lebih terbiasa. Selanjutnya tentukan jumlah kuantitas dan waktu pemakaian produk tersebut.


cara merancang panelsurya, bagaimana merancang panel surya, energi terbarukan, memanfaatkan energi surya, sumber energi listrik akan habis, apa saja manfaat tenaga surya, tenaga matahari itu apa, apa yang dimaksud dengan panel surya, energi alternatif dengan panel surya,
ilustrasi dari Pixabay

Pembiayaan Panel Surya Atap Di Indonesia


Untuk menghitung produksi energi sistem panel surya per harinya, harus kita ketahui pula berapa kapasitas panel surya yang bisa mencukupi kebutuhan tadi (yang telah ditentukan jumlahnya di atas). Caranya tidaklah sulit yaitu dengan mengingat rata-rata lama radiasi sinar matahari di Indonesia yang kurang lebih 4 jam/harinya, karena lokasi-lokasi di Indonesia memiliki variasi lama penyinaran yang berbeda, tetapi tidak terlalu signifikan. Maka, empat jam penyinaran dari matahari dapat dijadikan standar normal.

Penyinaran ideal yang mampu diserap oleh solar panel guna memproduksi daya, hanya berkisar antara pukul 10.00 hingga 14.00. Sebelum dan sesudah jam itu, cahaya matahari tidak bersinar sempurna. Solar panel tetap mampu menghasilkan daya di waktu sebelum pukul 10.00 WIB dan sesudah pukul 14.00 WIB. Hanya saja, kapasitas daya yang dihasilkan tidak sebaik pada jam tersebut.

cara merancang panelsurya, bagaimana merancang panel surya, energi terbarukan, memanfaatkan energi surya, sumber energi listrik akan habis, apa saja manfaat tenaga surya, tenaga matahari itu apa, apa yang dimaksud dengan panel surya, energi alternatif dengan panel surya,
Ilustrasi dari Pixabay


Jadi, untuk mengetahui kapasitas sistem solar panel yang dibutuhkan, cukup bagi jumlah total kebutuhan daya kita dengan waktu 4 jam. Misalnya total daya di rumah kita sebesar 1.080 Wh, lalu  dibagi 4 jam, yang hasilnya sama dengan 270. Berarti kebutuhan kapasitas panel surya untuk rumah kita sebesar 270 Wp (watt peak, artinya saat matahari terik) per harinya.



Banyak sekali yang dapat dilakukan untuk penghematan listrik secara kecil maupun besar, mulai dari mematikan lampu atau televisi bila tidak digunakan, hingga memanfaatkan tenaga surya atau hibrid yang telah disediakan oleh Sewatama. Sebab listrik kebutuhan masa depan harus sangat dijaga untuk jangka waktu yang panjang. Baiklah, sampai di sini dulu penjelasan mengenai perancangan panel surya yang baik. Bila kamu sekalian ingin merancang sendiri, maka artikel ini bisa dijadikan solusinya. Nah, tertarik ingin menggunakan panel surya untuk rumah kamu?

Artikel Terkait

Komentar

  1. Energi terbarukan ini, ya.

    Aku lagi mupeng banget buat serba nerapin energi terbarukan di rumah. Karena belum bisa nerapin, paling trik saya sama, cabut semua steker listrik kalau nggak dipake.

    BalasHapus
  2. Aku tertarik banget sebenarnya Mbak...Tapi belum ngerti bener, apakah kalau sudah pasang, instalasi yang sekarang dari PLN bisa tinggal dialihkan saja ke panel surya atau harus bongkar semua dan pasang instalasi yang berbeda?

    BalasHapus
  3. Bimgung, Mbak. Saya ini kudet, ternyata panel surya pun bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Saya tahunya hal demikian di lampu penerangan jalan atau sektor industri.
    Apakah penyediaan perangkat panel surya bisa lebih dipopulerkan melalui lebih banyak lagi promosi agar masyarakat luas tahu. Orang awam macam saya tentu sangat senang jika ada tambahan untuk daya listrik di rumah, memanfaatkan tenaga matahari yang ada berkat alat panel surya.
    Makanya penting banget agar pengenalan panel surya pun mencakup masyarakat di tempat yang sulit listrik, akses listrik merupakan hak mendasar warga negara indonesia.

    BalasHapus
  4. Lebih hemat sebenarnya pakai panel listrik ini, tapi butuh proses untuk menggunakannya. Soalnya udah terbiasa gampang ngandelin PLN.

    BalasHapus
  5. Panel Surya ini masih asing buat kmi di kampung mungkin kalau di kota sudah biasa, baru ke tempat kami iklannya akan sampai hehehe

    BalasHapus
  6. Jadi rekomendasi banget nih panel surya. Pengen pasang di rumah tapi takut mahal dan gak terbiasa. Mungkin suatu saat nanti bisa dicoba..

    BalasHapus
  7. Listrik gratis tuh memang msh sulit diterapkan di negara ke Indonesia mungkin akibat regulasi tapi paling sering kendalanya adalh biaya apalagi kl bukan dibuat secara massal. Padahal sinar matahari di indo melimpah. Kl di negara 4 musim, solar panel dimnfaatin banget buat listrik jd sinar matahari yg dikit itu di simpan. Sistem hemat energi ada sih di beberapa wilyah di indonesia tapi kebnyakan berupa tenaga angin atau air krn biaya lbh murah.

    BalasHapus
  8. Betuk, setuju dengan kalimat di paragraf akhir.
    Listrik itu kebutuhan masa depan, harus dijaga. Penting dilakukan penghematan, salah satunya dengan penggunaan panel surya.

    BalasHapus
  9. Wah cara baru untuk mendapatkan energi listrik di rumah ya. Sistem yang bisa membantu untuk hemat listrik memang sangat diperlukan sih.

    BalasHapus
  10. Kalau perlistrika aku belum paham lho. Baca info ini jadi makin paham juga bagaimana daya listrik dihasilka ya

    BalasHapus
  11. Aq mau banget tuh memakai panel surya. Cuma sampai sekarang nggak tau kemana belinya, bagaimana menghitung kebutuhannya dan berapa harganya. Mudah2an di masa mendatang sosialisasi penggunaan panel surya untuk kebutuhan rumah tangga bisa lebih massif lg

    BalasHapus
  12. Tertarik mba, tapi karena Saya ga paham hal-hal teknis kelistrikan, jadi musti tanya sama yang lebih paham dulu..

    BalasHapus
  13. Baru tahu ada energi listrik panel surya, sejauh ini saya hanya menghemat listruk dengan cara mematukan tv, lampu, kipas angin jika tidak digunakan.

    BalasHapus
  14. Waaahh begitu yaaaa... aku baru tau. Dan sejujurny aku sangat tertarik dg energi energi baru yg lebih jemat dr pln. Karena gak tau knp akhir ini rasannya listrik cpt bgt abisnya huhuhu

    BalasHapus
  15. Wah, kalau rumah2 pakai panel surya buat kehidupan sehari kayaknya enak nih :) Mesti disosialisasikan kepada masyarakat luas nih, soalnya aku sendiri masih belum paham tentang ini hihihihi. Semoga nanti ada pencerahannya dari PLN juga ya biar kita2 lebih jelas gitu.

    BalasHapus
  16. Menghemat listrik bisa dimulai dengan mematikan lampu di siang hari. Tentunya diperlukan jendela dan ventilasi yang memadai untuk masuknya cahaya matahari di siang hari. Lebih keren lagi kalo memanfaatkan energi matahari untuk kebutuhan listrik di rumah. Mudah-mudahan bisa semakin banyak yang menggunakannya.

    BalasHapus
  17. Aku juga udah bannyak ngeliat berbagai alat berat di Sewatama termasuk panel surya ini, takjub aku loh sama cara kerjanya. Coba aja ini dimanfaatkan bngt ya, negara kita kan negara tropis..

    BalasHapus
  18. Sekarang ini dalam memanfaatkan energi tenaga surya udah jadi sebuah to do list kita agar makin mencintai bumi ya mba dengan hemat listrik ini. Dan aku baru tau lamanya standar penyinaran normal itu 4 jam apalagi itensitas penyinaran masing-masing wilayahnya beda-beda ya

    BalasHapus
  19. Perlu sosialisasi lebih lanjut tentang panel surya ke masyarakat luas agar kita semua terbuka menerimanya. Sayangnya masih belum ada relawan yg bisa dan mau yaaa

    BalasHapus
  20. Wah aku pernah juga nulis tentang listrik tenaga surya ini, sebagai alternative liatrik kita

    BalasHapus
  21. Sisialisasi penting jadi ingat iklan suatu bank swasta dia ingin membuat listrik tenaga surya di india tapi terkendala lahan

    BalasHapus
  22. Tenaga surya di negeri kita ini melimpah ruah secara Indonesia beriklim tropis. Seharusnya sih bisa dijadikan energi alternatif yang dipakai masyarakat di semua wilayah.

    BalasHapus
  23. Sempat bicarakan panel surya ini sama suami karena kala itu, ibu sering mengeluhkan airnya dingin kalau mau mandi di pagi hari. Tapi karena masalah biaya, kami tunda dulu. Dari penjelasan suami, kalau dipikir2 memang meringankan sih untuk panel surya ini

    BalasHapus
  24. Waah, teknologi yang patut dicoba. Bisa jadi solusi masa depan.

    BalasHapus
  25. Setuju jika Solar Panel bisa digunakan sbg energi terbarukan.

    Hanya saja untuk metode perakitan dan bagaimana cara kita (awam) untuk mengetahui dengan tepat kapasitas per hari untuk kebutuhan harian rmh tangga, bimbingan ke arah itu koq ya minim hingga hari ini. 😊

    BalasHapus
  26. Wjib coba panel surya nih mbak Fenni. Apalagi listrik merupakan kebutuhan utama. Kl gak ada listrik, bakalan gelap seisi bumi ini

    BalasHapus
  27. Aku berharap, semua daerah bisa menikmati listrik tenaga surya ini. Terutama di daerah terpencil yang belom terjangkau kabel. Eco friendly-nya yang jadi perhatian aku.

    BalasHapus

Posting Komentar

Maaf, untuk yang komentar dengan menyelipkan link maupun alamat web, saya hapus 🙏