Langsung ke konten utama

Tiga Trik Tingkatkan Gemar Membaca di Keramaian

Cara agar gemar membaca di tengah keramaian, cara baca buku di keramaian,

Tiga trik tingkatkan gemar membaca di keramaian bisa kok dilakukan. Hanya saja, punya buku tapi enggan membaca. Ada banyak buku tapi belum sempat baca. Tidak punya buku, pun juga malas baca. Jadilah kegiatan gemar membaca masih belum bisa menjadi lifestyle jaman now, apalagi buat baca di tengah keramaian, kan?

Padahal cukup gencar juga dalam meningkatkan literasi, entah itu melalui lomba mengulas buku, pameran buku, bertemu dengan penulis terkenal, perpustakaan yang nyaman, maupun promo potongan harga buku. 

Di samping itu, kerap juga ada yang menganggap bahwa membaca adalah hal yang kurang asik. Malas bila harus bawa buku, bawaan menjadi berat, dan bikin pusing kepala saat membacanya di dalam kendaraan. Oleh karenanya, kita bisa meng-influence orang dengan cara gemar membaca buku di keramaian. 


Internet cepat IndiHome, paket IndiHome, cara gemar membaca buku,

Apa Sih Manfaat Membaca Buku di Tengah Keramaian? 

Beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19 melanda, saya pernah bertemu seseorang (sebut saja sesembak) sedang asik membaca buku di gerbong kereta CommuterLine khusus wanita. Bacaannya tersebut terbilang tidak begitu tebal, dan ukurannya juga tidak besar. Sehingga sesembak itu tidak kesulitan untuk membolak-balikkan halaman buku meski dia membaca dalam keadaan berdiri, bukan duduk. 

Dari hal di atas, memang tidak mengundang reaksi yang besar untuk para penumpang di sekitar. Namun bagi saya, hal tersebut menjadi sesuatu yang keren, karena kalau sudah gemar membaca, maka dimanapun tempatnya tidak akan ada yang bisa menghalangi. 

Di sisi lain tanpa disadari, sebenarnya orang-orang sekitar yang melihat kita asyik membaca buku membuat rasa penasaran, "Buku apa sih yang sedang dibacanya?". 

Begitupun saya terhadap sesembak itu, penasaran dengan buku apa yang dia baca. Siapa tahu kan genre bukunya yang memang saya suka juga.


Trik baca buku di keramaian, tips agar konsentrasi baca buku,

Setelah saya pikir-pikir, membaca di keramaian bukan untuk membuat diri jumawa atau sekadar pencitraan, tetapi ada manfaat lainnya yaitu:

  • Promosi terhadap suatu buku. Hal ini pernah saya lakukan sekitar tahun 2018-2019 untuk mempromosikan novel saya, Membungkam Malam Menanti Fajar. Saya sengaja bawa buku itu tiap bepergian dengan kendaraan umum, dan ini cukup menarik perhatian hehe. 


  • Menebarkan kegiatan positif dengan gemar membaca buku sehingga tidak mati gaya. Sebab kalau mau main ponsel eh ternyata sinyal tidak ada atau kuota sekarat, mau berdzikir udah komplit, mau tidur eh bangun lagi, jadilah hanya diam merenung sambil memandangi fatamorgana jalan raya yang bergerak.


  • Melatih konsentrasi untuk satu hal, tetapi tetap waspada terhadap sekitar. Coba deh diingat saat kita sekolah atau kuliah, kegiatan ini sebenarnya sering dicontohkan oleh bapak/ibu guru ataupun dosen kita. Beliau tampak asik membaca sebuah buku kala di dalam kelas, sedangkan kita sebagai siswanya sibuk mengerjakan tugas. Ketika ada yang mulai ribut, guru kita akan lekas tahu siapa orangnya, bukan?


  • Memanfaatkan waktu luang untuk hal bermanfaat, sambil mendapat asupan wawasan bernutrisi dari baca buku. 


Trik Asik Tingkatkan Gemar Membaca di Tengah Keramaian

Bagaimana bisa baca buku di tengah keramaian? Kan berisik sama hingar bingar kendaraan, suara orang-orang, tidak bikin tenang suasana. Gak bakal deh bisa konsentrasi.

Eits, jangan salah. Membaca buku di tengah keramaian memiliki keasikan tersendiri karena suara-suara yang ada di sekitar menjadi alunan merdu mengiringi helai demi helai lembaran yang sedang kita baca. Nah kita bisa menggunakan trik asik tingkatkan gemar membaca di keramaian, sebagai berikut:  


Cara baca buku di dalam kendaraan, trik baca buku agar tidak pusing, baca buku di keramaian,

A. Perhatikan Lokasi Pilihan Membaca

Saat hendak membaca buku, pilih apakah ingin membaca di transportasi umum, atau tempat umum seperti taman, bangku halte / peron stasiun, dan kafe. 

Jika di dalam transportasi umum, maka bila tidak bisa duduk carilah posisi bersandar atau dekat hand strap sehingga tidak mengganggu penumpang lainnya. Begitupun untuk pilihan di bangku halte / peron stasiun.

Kalau pilihannya adalah di taman atau kafe, cari suasana yang nyaman dan sejuk. Bila ingin sambil memakan camilan, jangan lupa untuk menjaga kebersihan setempat.

Perhatikan juga kondisi sekitar, jangan sampai lagi asik membaca tidak engeh ternyata di depan kita berdiri seseorang yang lebih pantas untuk duduk, atau malah pencopet. 


B. Cari Posisi Duduk yang Nyaman

Jika kondisi dalam transportasi lengang maka membaca sambil duduk jadi hal yang membuat nyaman, atau di dalam kendaraan pribadi. 

Hanya saja ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar kegiatan membaca tidak membuat kita mual maupun pusing, yaitu dengan tidak terlalu menunduk, punggung tidak membungkuk, dan bisa sambil mengunyah permen. Usahakan agar jarak pandang antara buku dengan indera penglihat kita sejajar, bila diukur sudut sekitar 70° - 90°. 


C. Pilih Jenis Buku

Setidaknya ada 3 jenis buku yang bisa diandalkan sebagai alat perang untuk membaca, yaitu buku fisik, buku digital, dan buku audio. 

[Baca Juga: Review Buku Bus Diaries Jurnal Perjalanan Amerika Latin]

Jika pilihannya adalah buku fisik, usahakan jumlah halaman buku tidak terlalu tebal, atau maksimal 180 halaman. Begitupun dengan dimensi buku, jangan yang terlalu besar, agar tetap nyaman membaca meski harus menggunakan satu tangan dan tangan yang lain bertumpu pada hand strap di kereta/bus.

Untuk pilihan buku digital maupun buku audio, pastikan bahwa buku bacaan tersebut sudah dijadikan favorit / wishlist dan diunduh terlebih dulu. Gunakan internet cepat yang stabil, agar proses pengunduhan tidak memakan waktu lama. 

Misalnya nih Senin saya mau berangkat kerja, otomatis di hari Ahad harus sudah saya siapkan buku bacaan favorit dengan mengunduhnya pakai internet cepat ala IndiHome dari Telkom Group. Pilihan paket yang tersedia dari IndiHome memudahkan kita untuk digunakan sesuai kebutuhan. 

Apalagi untuk buku audio, bisa dikatakan size-nya cukup besar, tetapi dengan internet cepat tidak akan menjadi masalah. Oh iya, khusus untuk buku audio, lengkapi juga dengan pemakaian earphone atau headphone, sehingga suara narator yang keluar dari speaker ponsel tidak akan mengganggu penumpang lainnya. 

Kalau saya acap kali menggunakan buku fisik untuk teman dalam perjalanan. Untuk buku audio menjadi teman saya ketika bekerja, jadi sambil mendengar cerita narator saya bekerja. Sedangkan buku digital kadangkala menjadi bacaan saat di rumah. 


Kegiatan membaca buku di keramaian, bisa sekaligus sebagai bentuk kontribusi untuk mendukung literasi agar bisa makin meningkat, karena memberikan virus manis kepada banyak orang, bahwa gemar membaca buku itu sangat menyenangkan. Apalagi dengan 3 jenis buku yang dapat menjadi sahabat dalam perjalanan. So, apakah teman-teman fennibungsu juga sudah siap membaca buku di keramaian? 

Komentar

dianovits mengatakan…
bener nih.. kemana pun bawa buku buat baca-kaca ketika mata lelah melihat layar hp..
Satriyo76 mengatakan…
keren sih kalau melihat orang masih membaca buku ditempat umum, secara sekarang sudah zaman-nya digital buku fisik kadang diabaikan..btw sekalian promosi juga sih, pinter self market bukunya..:D
sukses selalu mba/ teh fenny
Annie Nugraha mengatakan…
Untuk yang keranjingan membaca seperti saya, biasanya sudah bisa tetap berkonsentrasi meski dalam suasana berisik, ramai orang, atau dalam perjalanan sekalipun. Membaca dalam kondisi ini justru melatih kita untuk bisa melatih konsentrasi serta fokus pada apa yang kita baca.
Maria G Soemitro mengatakan…
pekerjaan rumah banget nih membaca di keramaian


sehingga sering baca buku, tapi berhenti karena sekeliling rame banget


salut banget pada mereka yang fokus, gak terganggu suasana rame
Reyne Raea / Rey mengatakan…
Kalau saya nggak bisa membaca di kendaraan, jangankan membaca, liat HP aja kadang auto pusing.
Apalagi membaca, dijamin seharian kepala cenut-cenut :D

Tapi, kadang dulu saya bawa buku, buat nemanin saat antri.
Sekarang udah gabisa, karena nggak pernah gabut, ada anak-anak yang rusuhi di manapun hahaha
Dian Restu Agustina mengatakan…
Saya kini masih baca buku di keramaian tapi buku digital...jadi dilihat orang yang mantengin HP hehe. Memang bawa buku dan baca di tengah keramaian itu keren. Selalu salut sama yang melakukan:)
Irawati Hamid mengatakan…
dulu, saat masih sering naik angkot, saya sering bawa buku untuk dibaca saat sedang menunggu keberangkatan angkot
Ria Rochma mengatakan…
Bolehlah tipsnya dicoba.
Karena aku termasuk orang yang susah mendapatkan konsentrasi untuk membaca di keramaian. Selalu butuh ruang nyaman di zonaku sendiri untuk bisa mengumpulkan konsentrasi membaca
Suci mengatakan…
Saya aja suka bangga kalau liat orang baca buku misal di stasiun, di bandara atau di tempat umum lainnya.

Saya sih membiasakan bawa buku kemana2, tapi ngga slali dibaca. Kecuali kondisi mendukung, misal ngantuk atau terkalu crowdid.

Bener mbk, melatih konsentrasi banget itu membaca di tempat ramai...
lendyagasshi mengatakan…
Bener sih..
Baca buku itu keren. Dan semoga dengan semangat literasi yang kita nyalakan di setiap suasana, bisa menginspirasi dan membuat orang lain ikutan ingin membaca buku dimana saja, kapan saja. Masalah selera, bisa saja berbeda...
Erna mengatakan…
Terus terang aku sampai detik ini belum bisa soalnya merasa ramai banget dan buyar dah konsentrasi ku
Ida Wahyuni mengatakan…
Membaca di keramaian memang butuh konsentrasi tinggi ya, karna pasti banyak orang lalu lalang dan banyak suara. Makasih ya tips nya kak, bisa diterapkan nih kalau lagi pengen baca di tempat umum
sari widiarti mengatakan…
Kalau aku masih bisa baca di kereta, tapi kalau bis atau mobil malah pusing. Sukanya baca di ruang publik semacam taman, cafe eh tapi kalau sendirian,kalau sama temen seringnya ngobrol.
Bambang Irwanto mengatakan…
Saya selalu iri dengan orang yang bisa membaca buku saat di transportasi umum, Mbak.karena saya beberapa kali coba, saya tidak bisa. kepala pusing dan mata berkunang-kunang. Tapi kalau di tempat umum saya bisa. Misalnya lagi mengantre atau menunggu transportasi datang. Dan memang, itu akan membuat orang melirik kaver buku yang kita baca. Jadi media promo yang bagus juga hehehe.
Farida Pane mengatakan…
Benar juga ya. Membaca di keramaian bisa jadi ajang promosi buku dan menularkan kebiasaan baik
Ursula Meta Rosarini mengatakan…
Aku termasuk orang yg ga bica konsen baca buku kalau di keramaian beb, apalagi kalau bacaannya berat, weess bablas tuh pasti
Deeva Collection mengatakan…
Trik membaca dikeramaian ternyata mudah ya, asalkan mau bisa dilakukan. terkadang kitanya aja ga PD ya, kak. Btw, membaca di keramaian bisa jadi trik promosi juga ya mb dengan membaca di keramaian bisa menjadi media promosi buku kita ya. Pastinya pas membaca, ada yang suka curi-curi baca judul cover buku nih.

Arni mengatakan…
Jaman masih kerja kantoran dulu, rutinitas saya saat pagi dan sore hari adalah baca buku di kereta. jadi ya selalu berbekal buku di dalam tas. Jaman itu khan smartphone belum kek sekarang. Baca buku asyik-asyik aja, apalagi kereta jalannya stabil.

Beberapa kali buku yang saya baca dilirik penumpang lain. Ditanya-tanya. Kenalan. akhirnya jadi teman karena buku dan sering tuker2an kalau ada buku baru. Seruuuu
Tukang Jalan Jajan mengatakan…
sekarang buku sudah ada versi digitalnya, jadi lebih mudah diakses dan dibaca diberbagai tempat ya. Aku juga suka sih membaca kalau sedang menunggu sesuatu atau dalam perjalanan yang jauh dengan membawa buku cetaknya. Selalu ada sesuatu yang baru dan didapat saat membaca
Tukang Jalan Jajan mengatakan…
Mendownload buku cocok buat orang yang gemar membaca namun ngga suka dengan keriweuhan membawa buku secara fisik. apalagi sekarang buku digital sudah sangat mudah ditemukan dimana mana
Erny Note mengatakan…
Betul mba, sebenarnya kalau udah niat membaca buku dimanapun bisa ya. Nah menularkan virus positif untuk gemar membaca memang harus berangkat dari diri kita. Slh satu contoh membaca di keramaian. Hihi tapi kalau saya nggak bisa konsentrasi membaca mba, kudu ditempat yang senyap. Okelah klu di kereta kdg iya pusing saat membaca. Tp bisa deh dicoba...thx mba insightnya...
Ays tala mengatakan…
Cocok nih dengan kebiasaanku kalau keluar rumah selalu bawa buku. Sudah kebiasaan dari jaman SMP. Rasanya ada yang kurang kalo gak bawa buku di tas
Ays tala mengatakan…
Pas banget dengan kebiasaanku bawa buku kalau keluar rumah. Rasanya aneh kalau buku ketinggalan.
Goresan hati mengatakan…
Saya dulu bisa mbak baca buku di keramaian. Sekarang malah pusing. Butuh tempat sunyi dan tenang agar bacaan bisa masuk ke otak. Masing masing orang beda ya. Aktivitas membaca di keramaian ini yang bikin anak muda makin cerdas
Wahid Priyono mengatakan…
Saat ini jarang banget aku temuin orang yg baca dikeramaian, palingan yang sering terlihat orang melototin hape aja hehe. Padahal membaca itu penting, apalagi dikeramaian seperti di area publik selain perpus itu masih jarang peminatnya. Layak dicoba nih.
Yuni Bint Saniro mengatakan…
Aku juga pemikiran yang sama. Kalau lihat seseorang yang baca buku di keramaian tu emang keren banget. Sekarang aku lagi coba menyukai baca. Mulai dengan buat target membaca setiap bulan. Meski agak berat untuk menyelesaikannya. Tapi aku berusaha biar target bisa kelar. hehehe
Demia Kamil mengatakan…
waaaa terima kasih triknya yaaa, aku tipe yang agak susah kalo baca ditengah keramaian suka ga fokus dan malah ga masuk bacaanya hihihi, lebih suka di tempat tenang dan sepi nih aku
Rania Fardyani mengatakan…
Dulu saya suka banget baca buku di angkot loh! Atau dalam perjalanan darat pakai mobil
Sekarang malah pusing kalau baca di mobil
Kalau di bis atau kereta masih OK, buat baca buku
Rania Fardyani mengatakan…
Dulu saya biasa dan kuat baca buku di angkot, loh! Atau perjalanan darat pakai mobil
Sekarang malah ga bisa, pusing soalnya, hihihi
Kalau di bis atau kereta masih OK laaah
Triani Retno A mengatakan…
Zaman kita ((kitaaa)) dulu memang guru sering terlihat membaca buku ketika kita mengerjakan tugas di kelas. Sekarang...setelah sering lihat guru malah bikin konten Tiktok di kelas, rasanya kok ... hmm gitu deh. Semoga aja yang sebenernya membaca buku lebih banyak lagi.

Btw, aku nggak bisa baca buku di perjalanan berkendara. Autopusing dan mual.
Uniek Kaswarganti mengatakan…
Saya termasuk jenis orang yang tidak bisa baca buku di keramaian mba, apalagi sambil berada di dalam alat transportasi yang sedang melaju, malah mabuk perjalanan jadinya. Beda dengan anak sulungku, saat dia kecil dulu, pergi kemana pun selalu sambil baca buku.
Eri Udiyawati mengatakan…
Jaman belum memiliki sepeda motor, saya sering baca buku di angkot atau di bus. Eh, semenjak punya motor sendiri gak pernah baca buku lagi. Palingan kalau pengen ya ke cafe gitu, menyendiri di tengah keramaian sambil baca buku dan menikmati camilan.
Fadmala A mengatakan…
Mungkin bisa dicoba nih kapan" untuk triknya.. Banyak buku yg belum kebaca dan belum tau kapan bisa membacanya.. Daripada pegang hp lebih bermanfaat kalau pegang buku kan ya.. Semangat menebar literasi :D
Ranggi's Travel Story mengatakan…
Siapp aku sukaa membaca buat mengisi waktu tapi kalau pas perjalanan di dalam kereta/bus/mobil gak bisa bun, pusing mual kayak mabok.jatuhnya.

Di dalam mobil lagi jalan buka hp juga gak bisa jd kudu pas ga gerak.(gusti yeni)
YSalma mengatakan…
Membaca buku di keramaian itu seakan kita juga asyik dengan dunia sendiri, dpikiran gak berpraduga saat mata sibuk memperhatikan orang lain.
Sekarang semakin simple ya, gak perlu bawa buku ribet-ribet karena ada buku audio. Era digital seperti sekarang kegiatan membaca pun mengalami perubahan.
Putu Felisia mengatakan…
Saya termasuk tim yang tidak bisa membaca di kendaraan, Mbak. Malah kadang mabuk kendaraan juga. Heuheu.
Han mengatakan…
Aku sendiri termasuk orang yang suka bawa buku kemana2 bahkan pas nungguin anak sekolah yg nggamau ditinggal beberapa pekan lalu. ibu2 pada asyik ngobrol aku mojok sama buku haha, di kereta juga gitu. lebih enak siih dan lebih nyaman ketimbang ngobrol sama orang asing huhuhu
Leyla Hana mengatakan…
Jadi diingetin lagi buat baca buku nih. Bukunya sih udah banyak, tapi bacanya belum sempet. Dulu suka baca di tempat umum juga saat bepergian.
Pandu Husna mengatakan…
Emang asik sih kak baca buku di keramaian tapi lebih asik lagi kalo ndengerin storyteling buku pake aplikasi. Hihi
Okti Li mengatakan…
Baca buku lagi ramai itu palingan di bis umum. Cianjur Jakarta terkenal macetnya Apalagi kalau akhir pekan. Nah saat itu biasanya saya sambil baca buku dalam bis
ginanelwan mengatakan…
Dulu pas kuliah, aku sering membaca buku dikeramaian. Apalagi pas nunggu jam kuliah berikutnya. Tetapi sekarang...mau baca buku sbentar udh digangguin anak, hehe.
atiq - catatanatiqoh mengatakan…
tapi tapi ini kudu beneran aware dulu sih sama kondisi sekitar, karena takutnya ternyata kita lagi di kondisi atau tempat yg gak aman, takutnya lagi konsen baca, eh malah terjadi hal yg tidak diinginkan , kecopetan misalnya -_-
Siti Nurjanah mengatakan…
Sampai saat ini aku masih sering bawa buku bacaan
Bahkan ketika keluar kota. Favorit banget baca di perjalanan dlm kereta
Kadang pun klo ada janji sambil nunggu ya dgn baca2 buku yg dibawa
Zee Vorte mengatakan…
Masih sebuah misteri kenapa saat membaca rasanya mengantuk yaa? padahal udah niat banget mau baca
Nabilla DP mengatakan…
saya sendiri kalau rame2 banget malah ga nyaman membaca mba. biasanya baca tuh paling enak sambil leyeh2 atau dalam suasana yang tenang.. memang preferensi aja sih yaa
Farichatuljannah mengatakan…
Jd ingat ponakanku yg sekarang lagi sakit gak bisa kemana mana.... meski ada hape... tapi dia tetep baca buku, bahkan bukunya makin banyak..... krn pas sakit gak bs ngapa ngapain, dg buku dia bs mengusir sebagian rasa jenuh
Kurnia amelia mengatakan…
Aku suka terkesima sama orang yang baca buku di keramaian gitu, keren banget sih mereka. Postingan ini reminder banget buat aku yang udah lama ga baca buku 😅😅
Yanti Alif mengatakan…
Jujur belum pernah sih aku baca buku dikeramaian karna gk konsen sma suara2 ramai di sekelilingnya tapi boleh juga idenya nih buat melepas kejenuhan saat menunggu
April Fatmasari mengatakan…
Wah boleh juga idenya, Mbak. Baca buku di keramaian dalam rangka promosi buku nih. Tapi kalau saya butuh konsentrasi tinggi ketika di keramaian dan bising. Auto ndak konsen gitu
Antung apriana mengatakan…
dulu aku lumayan sering bawa buku kemana-mana biar bisa dibaca terutama pas nunggu antrian. kalau sekarang lebih sering baca lewat buku digital sih lebih ringkas
Riri Restiani mengatakan…
Sekarang ini saya lebih suka baca buku yang digital, karena simple bisa dibuka di HP. Keren sih yang masih suka bawa buku fisik kemana mana, tp semenjak ada ebook lebih suka ebook, tp kidi didownload dulu kl mau pergi.hehe
Tika Samosir mengatakan…
Membaca buku memang harus diniatkan sejak dini ya kak. Sama kayak aku dari dulu senang baca novel dan sampai sekarang pun masih tetap suka baca novel. Membaca bukan berarti jadi banyak tahu malah sebaliknya ya.
Mporatne mengatakan…
Jaman now baca buku pakai aplikasi aja. Baik yang gratis maupun bayar. Aplikasi di bacain buku juga ok apalagi yang bacain artis idola
R Palupi mengatakan…
Kalau udah suka baca buku mau di keramaian pun tetap bisa menikmati kok ya mbak.
Witri Prasetyo Aji mengatakan…
Aku kalau membaca di kendaraan,masih memilih buku fisik, tapi kalau diresto ataupun taman,buku digital sih nyaman juga.
Gemar membaca emang harusnya dibiasain sih, aku pun tiap hari nyuruh anakku membaca bahkan ngebeliin dia komik, hehe.
Witri Prasetyo Aji mengatakan…
Aku kalau membaca di kendaraan,masih memilih buku fisik, tapi kalau diresto ataupun taman,buku digital sih nyaman juga.
Gemar membaca emang harusnya dibiasain sih, aku pun tiap hari nyuruh anakku membaca bahkan ngebeliin dia komik, hehe.
Ulfah Aulia mengatakan…
Aku termasuk yg suka baca di suasana tenang, hehe kalau di tengah keramaian pernah nyobain itu juga jadi sensasi beda sih selain melatih fokus dan konsentrasi kita jga bisa menambah semangat yg lain biar ikutan jadi gemar membaca..
Apura mengatakan…
Aku kalau membaca lebih pilih buku fisik. Tapi kalau baca buku di kendaraan seperti mobil kok sering pusing yaa? Apalagi kalau liat layar hp yang kecil. Sulit untuk saya menikmati kebiasaan membaca buku saat di kendaraan.
Happy mengatakan…
jenis buku tuh pengaruh banget sih buat bikin kita antusias baca. karena banyak cerita temen-temenku yang gak suka baca, ketika dia udah nemuin buku yang bikin dia tertarik jadi merambah baca apa pun.
dian farida mengatakan…
Kalau pas dapat kursi di KRL pingn banget euy baca buku. Tapi takut kelewatan stasiunnya juga hehe. Baca buku di cafe kayaknya oke nih
Hamimeha mengatakan…
aku bergabung disebuah komunits yang juga kerap menggelar erpustkaan protable gitu di area CFD ini menarik lho buat orang tidak canggung membaca di keramaian. dan bene rini salah satu campaign dalam rangka meningkatkan literasi membaca pada orang2