De Gia ~ Dialah Malaikat Kecil Itu



Fenni Bungsu (Buku) - Talk Show Peluncuran Buku Gia  The Diary of a little Angle

Cover Buku Gia
Dok. Pribadi


Cerita yang diangkat dari kisah nyata, akan membawa sentuhan yang tak terkira, sebab rasa didalamnya mengalir dan terbentuk alur dengan sendirinya. Hal itulah yang digarap dalam novel berjudul Gia, The Diary of a Little Angel. Kisah nyata dalam novel bercover merah jambu tersebut, mengangkat perjuangan hidup tokoh utama yaitu Nazila Apregia Reigane atau yang kerap disapa De Gia dalam menghadapi penyakit Acute Myeloid Leukimia (AML).

Peluncuran buku Gia
Dok. Pribadi


Gramedia Matraman, menjadi lokasi peluncuran novel yang ditulis Mbak Irma Irawati dan diterbitkan oleh Bhuana Sastra. Saya yang berkesempatan untuk hadir dalam acara dengan konsep Talk Show tersebut, menghadirkan tidak hanya penulisnya saja, namun juga narasumber langsung yang berkaitan dengan sosok De Gia yaitu Bapak Fadlil Yani Ainusyamsi (ayah De Gia), dan Ibu Chusna Arifah (ibu De Gia).



"Penulisan ini sempat mandek, tapi ternyata dalam sebulan, bisa dirampungkan," ujar Mbak Irma pada kesempatan tersebut.


Melalui tangan penulis yang pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam ini, Mbak Irma memberikan informasi kepada kita bahwa dari malaikat kecil bernama De Gia, kita bisa banyak belajar beberapa diantaranya adalah mendoakan orang terdekat, berbagi dengan sesama dan jangan melupakan ibadah.


"De Gia memiliki kualitas spiritual yang tinggi," tambah Mbak Irma.

Moderator - Mbak Irma - Ibu De Gia - Ayah De Via (Dok.Pribadi)


Hal tersebut tak lepas dari didikan kedua orangtua De Gia, yang membiasakan agar tidak tidur usai salat Subuh, merapikan tempat tidur sendiri dan kedisiplinan lainnya.



Sekilas Tentang Buku Gia  The Diary of a little Angle


Aku tak ingin sakit. Aku benci sakit seperti aku membenci matematika. Tapi kenapa begitu sulit menghindar dari sakit seperti sulitnya pelajaran matematika yang ingin kuakrabi. Padahal aku sudah bilang I Love U matematika, seperti kata Mamah Biar matematika terasa gampang, maka aku harus menyukainya terlebih dahulu. Nah kalau penyakit? Apa aku harus bilang I Love U sakit? ~ hlm 44


Buku terbitan Bhuana Sastra ini, terdiri dari 140 halaman. Banyak pesan mendalam yang disampaikan melalui novel yang bercover warna merah jambu ini. Keceriaan, kepolosan anak-anak, bercampur dengan keberanian saat berjuang melawan penyakit yang AML.


Dalam buku ini terdapat pula tulisan tangan De Gia, dan juga kesan - kesan dari mereka yang mengenal De Gia, salah satunya dari personil Wali Band.

Saat kami berdua bersama istri menengok De Gia putri Ang Icep (nama panggilan Ustadz Fadlil Yani Ainusyamsi, saat mondok di Darussalam), di rumah sakit, tak tergambarkan sedikitpun wajah kesakitan, padahal waktu itu De Gia baru diambil darahnya. Kami berdua datang, dia tetap ceria dan tersenyum bahagia. Ketabahan yang tiada tara terpancar dari kedalaman hatinya, dalam memaknai rasa sakit yang dianggap sekadar ujian semata. De Gia, kami saying akan engkau, Ananda.  ~ Faank WALI, Alumni Darussalam.





Penyakit AML terbilang langka untuk diderita oleh usia anak. De Gia tak putus asa, tetap bersemangat, dan mirisnya ia mampu menutupi sakitnya derita yang dialaminya. Ceria dan menolong orang-orang terdekat tetap dilakukan oleh dia, malaikat kecil yang kerap disapa De Gia itu.




Komentar

  1. Bersyukur bisa mengenal DeGia lewat buku yang ditulis Mbak Irma ini ya, Mbak. Aku pas lihat videonya mbrebes mili loh. Sedih sekaligus kagum dengan DeGia. Anak sekecil itu sudah bisa menahan rasa sakit dan ketakutannya demi membuat orang-orang di sekitarnya tak khawatir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, De Gia jadi inspirasi banyak orang.

      Nah iya itu, mungkin orang dewasa akan memperlihatkan rasa sakitnya, tapi De Via yang masih kecil bisa menyembunyikan itu semua.

      Semoga almarhumah mendapat tempat terindah disisi-NYA, aamiin

      Hapus
  2. Aku baru lihat instagramnya kemarin, jadi nyambung sm isi bukunya, terbayang sosoknya yg lembut hati sm orang lain ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. He em, baik banget yah. Walau sakit masih terpikirkan untuk menolong orang

      Hapus
  3. Anak kecil itu suka diluar perkiraan orang dewasa ya. Kadang lebih kuat juga menghadapi apa yang terjadi pada dirinya ya

    BalasHapus
  4. Jadi trenyuh bahkan hanya dengan membaca beberapa kutipan dari cerita.
    Jadi pengen baca dan jadi penasaran tokoh bocah yang kuat di cerita tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca lengkap di bukunya, Mbak. Sudah tersedia di toko buku, dan royalti buku akan disumbangkan ke pesantren tempat De Gia menempuh pendidikan

      Hapus
  5. Anak kecil itu malah pinter ya memyembunyikan penderitaan dirinya.

    BalasHapus
  6. De Gia malah memberi semangat buat kita kita yang sudah dewasa.

    BalasHapus
  7. Semoga buku Gia laris manis di pasaran dan makin banyak orang terinspirasi

    BalasHapus
  8. Wah.. sungguh cerita yang penuh makna. Semoga kita bisa belajar dari DeGia. Semua bituh d perjuangan termasuk hidup dan sehat. Perjuangan yerus berlanjut

    BalasHapus
  9. Justru anak kecil yang sakit yang memberi pelajaran ke org dewasa ya mbak.
    Penasaran pengen baca bukunya, ntr coba cari ah di gramedia depok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. He em, Mbak.

      Siip.. Sudah tersedia di toko buku kok

      Hapus
  10. Jadi pengen baca ceritanya.
    Anak kecil kadang sering diluar perkiraan orang dewasa ya mbak. pintar menyembunyikan sakitnya. jadi trenyuh

    www.diahestika.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Mbak.
      Bagus bukunya, banyak inspirasi yang tersirat

      Hapus
  11. hiks berarti De Gia sudah ikhlas apa pun yg terjadi ya, tulus menerima sakitnya, jadi kaya gak ada kesakitan. Luar biasa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, De Gia ikhlas menerima penyakitnya, bahkan sampai bisa menyembunyikan rasa sakitnya itu.

      Hapus
  12. Perjuangan dan ketulusan De Gia menghadapi penyakitnya itu luar biasa. Aku jadi malu kalau gampang mengeluh sedangkan Gia di kala sakit masih bisa tersenyum dan membantu orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mbak Helena, saya pun demikian.
      Jadi dapet inspirasi yah dari kisah De Gia ini.

      Hapus

Posting Komentar

Maaf, untuk yang komentar dengan menyelipkan link maupun alamat web, saya hapus 🙏

Postingan populer dari blog ini

Awasi Teknologi Nuklir, BAPETEN Siap Lindungi Negeri

Pilih Paket Umroh Sesuai Pilihan di Umrohnesia

Trans Jakarta Gratis 6, 7 dan 13 Oktober 2018

Dompet Dhuafa Siap Gelorakan Semangat Menjawab Panggilan Zaman

Smartphone Lenovo K9 Menjawab 5 Hal ini

Akuisisi PT Freeport, Apa Saja Tantangan Inalum Persero?

#TempatNMakanan Edisi Awal Oktober 2018