Credenza atau buffet ruang makan sering digunakan untuk menyimpan piring, gelas, taplak meja, alat makan, vas bunga, hingga dekorasi rumah. Selain fungsional, furniture ini juga sering dipilih karena membuat area makan terlihat lebih rapi dan elegan.
Namun, credenza yang terbuat dari kayu, MDF, particle board, plywood, atau multipleks tetap perlu diwaspadai dari risiko rayap. Apalagi jika posisinya menempel ke dinding lembap, dekat area dapur, atau jarang dipindahkan saat membersihkan rumah.
Kenapa Credenza Bisa Rawan Rayap?
Credenza ruang makan biasanya berukuran cukup besar dan diletakkan menempel ke dinding agar tidak mengganggu aktivitas di area makan. Posisi ini membuat bagian belakang dan bawahnya jarang terlihat.
Jika dinding belakang credenza lembap, rembes, atau memiliki retakan kecil, rayap bisa memanfaatkan area tersebut sebagai jalur masuk. Dari luar, furniture mungkin masih terlihat bagus, tetapi bagian belakang atau dalamnya bisa mulai rapuh tanpa disadari.
Material Kayu Olahan Tetap Bisa Diserang
Banyak credenza modern menggunakan material kayu olahan seperti MDF, particle board, atau plywood. Walaupun sudah dilapisi finishing, HPL, cat, atau veneer, bagian dalam material tetap mengandung selulosa yang disukai rayap.
Jika kelembapan terus menempel pada bagian bawah atau belakang furniture, material bisa melemah. Dalam kondisi seperti ini, risiko kerusakan akibat rayap bisa semakin besar.
Area Ruang Makan Sering Dekat Dapur
Ruang makan biasanya berdekatan dengan dapur, pantry, atau area cuci piring. Jika ada cipratan air, pipa bocor, atau dinding rembes dari area dapur, kelembapan bisa menyebar ke sekitar credenza.
Kelembapan ini sering tidak langsung terlihat karena tertutup furniture besar. Baru setelah muncul bau apek, cat dinding mengelupas, atau bagian bawah credenza mulai rapuh, masalahnya mulai disadari.
Barang di Dalam Credenza Juga Perlu Dicek
Credenza tidak hanya menyimpan piring dan gelas. Banyak orang juga menyimpan kardus kecil, paper bag, tisu makan, buku resep, dokumen, atau kemasan peralatan makan di dalamnya.
Barang berbahan kertas dan kardus mengandung selulosa yang juga bisa menarik rayap. Jika disimpan terlalu lama di dalam credenza yang lembap, barang-barang tersebut bisa rusak lebih dulu sebelum akhirnya rayap menyebar ke bagian furniture.
Bagian Bawah Furniture Paling Sering Terlupakan
Bagian bawah credenza adalah area yang paling dekat dengan lantai. Jika lantai sering lembap atau furniture menempel langsung tanpa kaki yang cukup tinggi, area ini bisa menjadi titik awal kerusakan.
Tanda seperti serbuk halus, kayu mengelupas, bagian bawah lemari terasa lunak, atau pintu credenza mulai tidak presisi sebaiknya tidak diabaikan. Bisa saja kerusakan sudah terjadi dari bagian dalam material.
Tanda Rayap pada Credenza Ruang Makan
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah muncul serbuk halus di bawah furniture, jalur tanah kecil di dinding belakang, kayu terdengar kopong, laci sulit dibuka, atau bagian bawah credenza mulai rapuh.
Jika ada bau lembap dari dalam lemari atau barang berbahan kertas mudah hancur saat diambil, segera lakukan pengecekan lebih detail pada bagian belakang, bawah, dan sudut dalam furniture.
Cara Mengurangi Risiko Rayap pada Credenza
Langkah pertama adalah beri jarak antara credenza dan dinding. Jarak kecil ini membantu sirkulasi udara dan memudahkan pengecekan jika ada tanda rayap atau dinding lembap.
Kedua, hindari menyimpan kardus dan paper bag terlalu lama di dalam credenza. Gunakan wadah plastik atau organizer yang lebih mudah dibersihkan dan tidak mudah menyerap lembap.
Ketiga, rutin geser atau angkat sedikit furniture saat membersihkan area ruang makan. Dengan begitu, bagian bawah dan belakang credenza tidak menjadi area gelap yang jarang tersentuh.
Jika mulai muncul tanda seperti jalur tanah, serbuk halus, furnitur kopong, atau bagian bawah credenza mulai rapuh, layanan anti rayap medan bisa menjadi pilihan untuk membantu mencegah kerusakan menyebar ke bagian rumah lainnya.
Kesimpulan
Credenza ruang makan bisa menjadi titik rawan rayap jika terbuat dari kayu olahan, menempel ke dinding lembap, dan jarang diperiksa bagian belakangnya. Karena ukurannya besar dan sering terlihat rapi dari luar, tanda awal rayap bisa terlambat diketahui.
Dengan menjaga area ruang makan tetap kering, memberi jarak furniture dari dinding, dan rutin memeriksa bagian bawah serta dalam credenza, risiko kerusakan akibat rayap bisa dikurangi sejak dini.











Dan kita nih orang Indonesia, rata2 ruang makan justru emang dekat dengan dapur ya...
BalasHapusGak di kita gak di kampung, biasanya tempat makan deketan ama dapur. Pantas kalau mulai banyak rayap secara remahan makanan, air cucian dan sebagainya itu bisa jadi sumber kelembaban yang justru disukai rayap ya ...
Kudu ngonsep hal baru kedepannya bikin rumah, dapurnya terpisah aja. Jadi ada dapur kotor dan dapur bersih gitu ya
Ruang makan memang biasaya lembab, karena dekat dengan jalur air, apalagi pastinya furniture yang berbahan MDF atau flywood, tanpa kena lembab pun bahkan bisa cepat rusak.
BalasHapusTerus kita juga kadang suka malas untuk menggeser atau merapikan lemari dan perabot yang ada di dapur.
Sebisa mungkin kita memang harus rajin membersihkan dan melihat kondisi Credenza kita.
Yang penting nggak naruh furniture nempel-nempel ke dinding ya, Kak. Biar gampang ngecek rayap.
BalasHapusTapi, emang sih. Rayap emang menyusahkan banget kalau sudah kena. Butuh jasa anti rayap buat membasmi biar benar-benar habis nggak bersisa.
Di rumah lumayan banyak perabotan model credenza dan baru inget beberapa udah mulai keropos/kopong. Saya kira hanya karena usianya sudah tua makanya kok bisa keropos dari dalam. Tapi ternyata bisa karena disebabkan rayap
BalasHapusBaru tahu lho kalau namanya credenza, keren ya. Memang ngeselin kalau ada furnitur yang kena rayap, jadi memang harus dirawat agar tetap awet.
BalasHapusIhiiyy, gelii banget kalo lihat rayap rayap ini, bahkan dalam bentuk foto aja udah bikin begidik!
BalasHapusYang namanya mengatasi serangan rayap emang butuh strategi jitu, ya.
Di Surabaya juga rayap nih sering bikin emak2 kalang kabut!
Ini kenapa aku ada plan amu ganti kitchen set dengan aluminium. Sekarang dah banyak yg pakai aluminium utk peralatan dapur, dan cakeeep bgt. Cuma memang biaya jadi mahal. Makanya LG nabung utk prepare renovasi dapur. Ngeriii kalau udh masalah rayap ya mba. Habiiis dimakan. Makanya biar mahal di awal drpd ntr mahal Krn hrs mengganti perabot yg telanjur dimakan rayap. Sebelum kena bagus juga utk ambil tindakan pencegahan supaya rayap ga masuk
BalasHapusBicara tentang rayap sejujurnya saya penasaran lho Kak, soalnya selama 15 tahun di Borneo belum pernah ketemu mereka, yang sering merusak kabel, dll (tapi kalau credenza tidak sih) malah semut merah yang biasa kami sebut semut api. Sementara kalau rumah di Jawa jangankan credenza peti penyimpanan piring dari kayu jati pun berhasil mereka bobol. Dan sampai saat inipun belum ketemu solusinya supaya furniture aman dari serangan mereka meksipun sudah pakai termitisida. Atau mungkin karena letak geografis juga ya?
BalasHapusMasalah rayap ini memang mengganggu banget, ya. Datangnya sering tak kita sadari, tau-tau furnitur udah rusak aja. Kalau sudah begini kan efeknya jadi besar, karena kita harus ganti furnitur kalau rusaknya sudah parah.
BalasHapusBetter memang harus tau cara penyimpanan furnitur agar dapat diminimalisasi dari serangan rayap. Pemilihan jenis kayu juga penting, ya agar furnitur kita lebih awet. Kalau sudah sulit kita atas sendiri, menggunakan jasa pembasmi rayap bisa jadi alternatif solusi yang bagus juga
Penting sekali ya bagi kita buat mengecek kondisi credenza di dapur jangan sampai tahu-tahu hancur itu credenza nya dimakan rayap
BalasHapusBaru tahu kalau posisi credenza yang terlalu menempel pada dinding ternyata bisa membuat kondisinya lebih lembap dan rawan menjadi tempat rayap berkembang. Selama ini biasanya kita lebih fokus pada desain dan fungsi penyimpanannya, tanpa terlalu memikirkan jarak furnitur dengan dinding.
BalasHapusPadahal, kerusakan akibat rayap sering baru terlihat ketika sudah cukup parah. Pas baca tipsnya, inget pak tukang yang always kasih jarak pas ke lemari atau perkakas di rumah mbak. Makanya barang-barang kayak lemari di rumah jarang nempel banget sama tembok gegara area rumahku cenderung yang lembab.
Rumahku di Jogja punya 2 buffet seperti ini. Satu di ruang tamu, satu untuk alat makan. Di rumahku di Bandung, meski nggak ada buffet, tapi rayap nih sering muncul di kusen jendela atau pintu. PR banget bersihin remah-remah kayunya.
BalasHapusEmang harus dirawat banget biar gak bikin gawe terus.
Wah itu bener banget tentang jangan menyimpan kardus. Saya pernah kejadian pas mau pakai sepatu, buka kardus dan huahhh... udah ada sarang rayap. Untung saja belum kena ke sepatu. Itu tidak di simpan di lemari. Kalau disimpan di dalam lemari mungkin bisa menambah kelembapan dan mengundang rayap. Memang harus rutin perawatan ya, agar terhindar dari serangan rayap
BalasHapusIni persis kejadiannya dengan lemati buffet di rumah ibu saya. Jadi lemarinya tuh buat memajang barang² pecah belah yang antik². Ibu saya suka nyimpen helas dan piring² dari zaman dulu. Gak kelihatan emang...itu rayapnya menyusup dari bagian belakang lemari. Tiba² sudah ada jalan rayap naik ke atas...memang karena di bagian belakang nggak kelihatan itu pergerakan rayap. Akhirnya dibersihkan dan dimatikan rayapnya. Untung saja lemarinya belum begitu parah kena rayapnya jadi masih bisa digunakan.
BalasHapusBener-bener berbahaya yaa..
HapusKarena bukan hanya lemarinya yang rontok habis, tapi takut mencelakakan kalau sudah keropos banget.
Bijak banget memilih produk Credenza yang modelnya pun kekinian, cocok untuk rumah-rumah bergaya Rustic, Skandinavia, Tradisional Nusantara.
Credenza di ruang makan emang sering banget terlewatkan, padahal rawan terkena rayap karena udara sekitar gampang lembap dan dekat area makan. Kadang kita baru sadar pas bagian dalam kayunya udah keropos parah.
BalasHapusEmang kalo sudah tahu ada bagian rumah atau perabot dari kayu, udah paling bener untuk rutin menjaga kebersihan perabot serta langkah pencegahan rayap sejak awal. Bikin aku makin paham pentingnya perhatian ekstra buat furnitur kayu di rumah.
benar sekali ini, Mbak. Bufet memang selalu nempel ke dinding. Ini biar tidak menghabiskan banyak space. Terus kalau nempel di dinding, kalau ada barang yang diletakkkan di atasnya lebih aman. Hanya masalahnya itu, akan jadi rawan rayap, ya. Apalagi memang kita memang malas mengeser-geser. alasannya karena berat. makanya perlu diwaspadai kalau ada dinding rembes atau bisa juga malah dari atap, lalu rembes ke plafon, lalu ke dinding. Awalnya lembab, lama-lama mulai hadir raya[p. jadi bagusnya sering dikontrol atau sekalian beli bufet yang sudah anti rayap.
BalasHapusLembab itu memang favoritnya rayap ya, tahu-tahu kok ada remahan, eh ternyata fiurniturenya sudah dimakan rayap
BalasHapusduh merinding rasanya kalau ngomongin rayap begini, sudah pernah jadi korbannya
Ah iya kalau dekat dapur nih biasanya antara kecipratan minyak atau kalau nggak basah berujung lembab, deh, furniturnya.
BalasHapusTrus emang bagian bawah funitur2 gitu suka kelupaan. Mungkin bisa disiasati dengan membeli furnitur/ credenza yang punya kaki2, ketimbang yang langsung plek di lantai.
Memanggil tukang rayap memang salah satu solusi ya kalau memang udah ada tanda2 rayap gitu, ketimbang furnitur kita habis dimakan sama rayap.
Benda dari kayu, kalo nempel dinding, apalagi yang lembab emg sumber masalah sih. Selain benda tsb ikutan lembab, peluang binatang lain masuk, kayak rayap gini makin besar.
BalasHapusKalo udh dimakan rayap, lgsg berlubang, tikus dan binatang lain masuk tuh. Apalagi kalo perkakasnya ditaruh di dapur/ruang makan. Yang notabene sumber makanan bagi manusia, sekaligus binatang yg nyerbu di sekitar rumah kita. Serem kan, lagi enak2 masak atau makan malah ada tikus lewat. Ini gara2 rayap juga sih. Kalo udh rayap masuk, binatang lain pada ikutan deh.
Artikelnya jadi reminder banget nih kalau memilih material yang tepat dan melakukan perawatan rutin sama pentingnya. Kapok banget berurusan sama rayap, terakhir kali di rumah kontrakan yang sebelum sekarang pintu kamar habis digerogotin rayap. Trauma banget sama suaranya lohh..
BalasHapusBaru tau istilahnya credenza, hihihi. Dari dulu taunya mah meja dapur weh, hihihi.
BalasHapusTapi memang ya, perkara rayap itu rada dilematis. Di satu sisi, perkakas dan perabot berbahan kayu itu paling weeenak experiencenya. Terkenal awet jugaa, kalo dirawat dengan baik.
Tapi masalahnya, kalau udah kena rayap tuh.. bisa nggak terdeteksi euy. Tau-tau udah abissss aja isinya. Rontok dan tak bersisa.
hadeuhhh...
Credenza ruang makan bener, rawan banget kena rayap. Aku jadi inget almarhumah nenek, beliau punya credenza gede banget kan, ekh nempel ke tembok dan bahannya kayu, yasalam ternyata tau-tau rayap udah menggerogoti apalagi areanya emang agak lembab.
BalasHapusMakanya, tips yang Fenni kasih ini ngepas, sesuai kebutuhan banget. Beneran bisa di aplikasikan, seperti beri jarak ke tembok, sering ngecek, sering dibersihkan, pastikan nggak lembab, nggak simpan dus dan sejenisnya. Jadi, rayap nggak berani datang. Sama cek berkala amat ngebantu juga.
Furniture dapur dan ruang makan, termasuk credenza ini emang rawan lembab ya. Memang penting diberi jarak dr dinding dan lantai. Kalau mau lebih aman sih jangan pakai material olahan kayu. Sekarang ada bahan yang lebih kuat seperti aluminium.
BalasHapusTerima kasih pengingatnya Fen, iya jangan bersandar ke dinding tuh bufet atau lemari karena rak bukuku pernah seperti itu dan ternyata belakangnya penuh rayap, harus rajin dicek dan dibersihkan juga.. musuhan banget sama rayap huhu..
BalasHapusAh iya, klo lembab, rayap bakal datang ya. Jadi ingat meja kayu yang ada di dapurku. Beberapa waktu lalu habis, digerogoti rayap. Sekarang aku jadi lebih perhatian lagi, khususnya sama furniture dari kayu.
BalasHapus