Tradisi Emas Asian Games di Cabang Olahraga Badminton

Juara asian games 2026 cabang badminton

Kalau membicarakan kompetisi olahraga, salah satunya adalah Asian Games, langsung deh terlintas sama badminton. Olahraga yang satu ini keknya punya gereget yang unik, karena suka bikin senam jantung kalau menyaksikannya, baik secara langsung di arena maupun lewat layar kaca. 

Nonton Asian Games 2026 Pas Final Aja

Makanya ketika inget ada ajang empat tahunan ini, saya berusaha buat menyempatkan nontonnya. Walau sih ternyata tetep aja kelupaan. Ingetnya pas udah rame bahwa Indonesia dapat medali perunggu di nomor beregu putri dan medali emas di beregu putra. 

Wah.. Wah kapan mainnya coba? 

Udah engeh sebenernya, Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi, Nagoya, Jepang mulai tanggal 19 September - 4 Oktober, dengan momen pembukaannya sempet lihat di tivi. Akan tetapi, buat permulaan tim beregu putra badminton, saya melewatkannya, huhu 😭

Kita tinggalkan sejenak urusan tim beregu yah meraih medali. Lanjut aja ke pertandingan badminton untuk individu-nya, di mana ada hal yang menarik saat Final, yaitu Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Liang Wei Keng/Wang Chang. 

tradisi emas cabang olahraga badminton
Leo/Daniel di momen Asian Games 2026 (dok. Antaranews.com)

Jalannya Pertandingan Final Badminton di Asian Games 2026

Leo/Daniel sebagai andalan ganda putra Indonesia, bertemu dengan pasangan ganda putra China, Liang/Wang. Ini jadi pertemuan kelima untuk mereka (di berbagai ajang pertandingan maksudnya), dengan skor 1-4. 

Lalu kayak apa perjalanan mereka di final Asian Games 2026? 

1. Gim Pertama

Di babak pertama sebelum interval, aksi pukulan hebat Daniel ini mantap sebenarnya. Namun sempat tertinggal 7-11.

Dengan adaptasi yang cepat, akhirnya Leo/Daniel menyamakan kedudukan 15-15, lalu sempat memimpin 16-15, hanya saja shuttlecock Daniel tersangkut, bahkan ada sisi kanan yang kosong jadilah skor 16-17.

Leo/Daniel berusaha menyamakan kedudukan dan kembali unggul 19-18. Sayangnya lucky ball Wang mantap ke lapangan Leo/Daniel sehingga poin pun disamakan menjadi 19-19.

Dua poin krusial ternyata dibalas langsung oleh Liang/Wang, hingga Leo/Daniel pun kalah 19-21 di babak pertama ini, dalam waktu 19 menit. 

2. Gim Kedua

Di gim kedua, poin-poin awal saling mengejar dan bersyukur Leo/Daniel masih terus memimpin dengan skor 7-3.

Pada momen ini sebelum interval kedua, bisa dikatakan Daniel adalah man of the match, karena pukulan mautnya menghasilkan banyak poin dengan skor 11-8.

Setelah rehat, poin ternyata dihasilkan pasangan China 11-9. Untungnya tak berlangsung lama karena Leo/Daniel kembali memimpin 12-9, meski harus berpindah servis lagi ke Liang/Wang.

Poin terus bertambah untuk Indonesia, dengan makin serunya adalah saat Leo adu drive dengan Wang, hingga menghasilkan skor 17-12.

Meski China menambah poin, Alhamdulillah gim kedua dimenangkan oleh Leo/Daniel, dengan skor 21-13 dalam waktu 16 menit. Jadinya rubber gim gesss, yess! 

3. Gim Ketiga

Di gim ketiga, adu drive dan netting beberapa kali terjadi. Skill siapa yang paling unggul? Jeng… jeng… di interval gim ketiga ini, dimenangkan oleh Leo/Daniel 11-9.

Sempat ada keanehan ketika poin 13-9, karena pertandingan diminta ulang oleh wasit, yang entah kenapa alasannya (saya kurang mendengar jelas). 

Kejar mengejar poin terjadi dan shuttlecock kerap menyangkut di net, beruntung menjadi poin untuk Indonesia 16-12.

Atraksi ciamik dan usaha mendapatkan poin meski harus jatuh bangun, apalagi ada posisi Wang sampai meluncur dan Leo sampai terduduk hingga skor pun 18-15.

Walau jadi senam jantung menyaksikannya, Alhamdulillah, medali emas pun diraih Indonesia dengan kemenangan Leo/Daniel pada gim ketiga 21-18.

Hasil lengkap yaitu: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Liang Wei Keng/Wang Chang 19-21 21-13 21-18. 

Ini menjadi skor kedua kemenangan Leo/Daniel yang sudah enam kali bertemu pasangan Liang/Wang.

tradisi emas cabang olahraga badminton
Fajar/Fikri bersama Leo/Daniel (dok. akun X Badminton Indonesia)

Tradisi Medali Emas dari Nomor Ganda Putra

Dengan meraih medali emas di nomor ganda putra, ini menjadi emas ketiga untuk Indonesia di ajang Asian Games 2026.

Lalu bagaimana kalau secara keseluruhan di momen Asian Games? 

Kerennya, jadi seperti tradisi emas, karena nomor ganda putra ini kerap menyumbangkan medali tertinggi untuk kontingen Indonesia. 

  • Asian Games 2010: Hendra Setiawan / Markis Kido rahimahullah

  • Asian Games 2014: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

  • Asian Games 2018: Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo

  • Asian Games 2026: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin

Penutup

Secara keseluruhan, dari cabang olahraga badminton raihan medali untuk Indonesia didapatkan dari:

  • Beregu Puteri: medali perunggu
  • Beregu Putra: medali emas
  • Nomor ganda campuran: medali perak, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
  • Nomor tunggal putra: medali perunggu, Alwi Farhan
  • Nomor ganda putra: medali perunggu,  Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
  • Nomor ganda putra: medali emas, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin

Sebenarnya, ada momen sedih untuk olahraga badminton ini. Bukan karena jumlah medali yang didapatkan, tetapi tak disangka jadwal padat yang dirasakan oleh para atlet badminton. 

Ini sempat menjadi bahasan ramai di media sosial, karena masa iya dalam 1 hari bisa bertanding sebanyak 2x dengan jeda yang pendek, contohnya adalah Jonathan Christie, Pusarla Sindhu, An Se-young, Chou Tien-chen. Bahkan ada yang selesai bertandingnya pada jam 2 dini hari, eh lanjut harus siap bertanding lagi di jam 9 pagi, hemm. 


Beragam komentar bertebaran. Satu sisi membandingkan dengan kompetisi pertandingan khas rumah yang bisa beberapa kali mengikuti pertandingan. Sementara di sisi lain, ada yang mendukung, dengan melihat kondisi si atlet, jarak dari venue pertandingan ke penginapan -> tempat latihan -> lalu kembali lagi ke venue. 

Padahal bisa dikatakan si atlet tersebut bukan yang spesialisasi double — bisa bermain tunggal bisa pula bermain ganda — alias memang mereka hanya bermain di nomor tunggal. 

tradisi emas cabang olahraga badminton
Tim Beregu Putera Badminton Indonesia saat penyerahan medali emas di ajang Asian Games 2026 (dok. akun X Badminton Indonesia)

Kalau dari sisi saya berharap, semoga saja kedepannya untuk pengaturan jadwal, bisa lebih rapi dengan tidak mengorbankan masa istirahat/pemulihan si atlet. 

Serta, pastinya ada harapan indah pada Asian Games berikutnya yaitu Asian Games 2030, akan banyak lagi medali yang didapatkan, termasuk tradisi emas dari olahraga badminton, aamiin. 

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Yuk, komen terbaikmu, kawan. Tak perlu menyisipkan link ya, karena akan daku hapus dan tidak berkunjung balik. Makasih kawan.
Mengenai Saya
Fenni Bungsu
Hi, #SemangatCiee jumpa dengan daku Fenni - si Milenial yang suka menulis tentang hal yang bermanfaat. Untuk bekerjasama bisa melalui email ke: fenni(dot)bungsu(at)gmail(dot)com ��Terima kasih��
Cari Blog Ini
BPN
BPN
Logo Komunitas BRT Network
Bplus
Bplus
Bloggerhub
Bloggerhub
KEB
KEB
MBC
MBC
KSB
KSB
Intellifluence
Intellifluence
Evergreen