Enyahlah Salah Jurusan

Fenni Bungsu (Curcol ) --- Halo semua, apakah kamu pernah mendengar kalimat pendek, “Anda Salah Jurusan”. Bagi saya sih sebenarnya ada rasa bosan dengan tiga kata itu. Namun, setelah ditilik-tilik, bukan... Saya amat bosan dengan delapan suku kata itu! Ha ha ha, kesannya sama saja yah. Anggaplah seperti itu adanya. Hanya karena menyandang gelar titel sarjana apa, melamar kerjanya di bagian apa, ehhh.. dibilang salah jurusan. Padahal kan kalau menurut saya, yah nggak apa-apa juga gitu lho, nggak terlalu mirip atau serupa, apalagi bila memiliki skill alias keterampilan yang mumpuni. Bukannya begitu, yah?



Nah, saya pernah dong merasakannya. Nggak Cuma sekali saja sih, ada beberapa kali, tapi nggak banyak-banyak juga yang membicarakan kalimat itu, hahaha. Pernahnya sih waktu melamar ke sebuah lembaga bimbingan belajar dan lembaga manajemen. Padahal waktu seleksi administrasi saya lolos. Sayangnya pas tahap wawancara, kalimat itu pun terbang ke udara, hi hi.




Itu baru sampai interview lho! Yups, belum diterima, alias belum sah menjadi pegawai. Yah iya juga, kalau udah sah jadi pegawai nggak mungkin pula kalimat itu terbawa oleh angin kan..

Lantas, seperti apa jika saya terus melangkah maju? Entahlah.. walau sebisa mungkin melakukan macam-macam sih. Misalnya saja melamar kerja ke yang mirip dengan pendidikan yang diambil, atau cari lowongan pekerjaan yang tulisannya, “Menerima semua jurusan”.

Walau demikian semangatnya saya, tetap ada rasa hanya ingin mengenyahkan Salah Jurusan! Soalnya menurut saya, kalau bisa nggak sama kan nggak apa-apa. Kecuali memang bidang ahli seperti dokter, arsitektur, perawat atau bidan, hakim, pengacara, dan sebagainya nah kalau yang seperti jadinya salah jurusan memang berbahaya, karena salah-salah kan jadi berakibat negatif. 

Oleh karena itu, meski ketika kamu melamar kerja terus ditolak karena salah jurusan, harus diperhatikan bahwa sebelum melamar lihat-lihat dulu lembaganya mau terima atau nggak, lalu bila ingin tetap ke tempat itu juga yah berarti tambah lagi ilmu kamu untuk bisa masuk ke sana. Atau bila nggak, carilah yang sesuai dengan jurusanmu. Jadi biar nggak terlalu lama larut dengan kesedihan, harus bangkit dan percaya bahwa rezeki di bumi Allah Subhanahu Wata’ala ini sangat luas, carilah dan gapailah sebanyak mungkin dan jangan lupa untuk selalu bersyukur. Itu yang penting, ya kan kan…

Artikel Terkait

Komentar

  1. Sabar, tawakkal dan ikhtiar lebih keras lagi. Semangat trus....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibilang salah jurusan sangat nggak enak, memang.
      Makasi dukungannya.
      Tetap #SemangatCiee

      Hapus
  2. Tahapan wawancara memang begitu.
    Sabar aja.

    BalasHapus

Posting Komentar

Maaf, untuk yang komentar dengan menyelipkan link maupun alamat web, saya hapus 🙏