Langsung ke konten utama

Review Novel Memori Janji Es Krim: Takdir yang Manis

Kamu pasti kenal dan paham dengan “Nazar”. Bukan. Ini bukan nama artis ya (hehe). Lagi pula beda huruf juga, kalau yang artis itu pakai huruf S (baca: es), Nassar alias King Nassar. Sedangkan yang akan saya bahas ini pakai huruf Z (baca: zet), Nazar yang pengertiannya menurut KBBI berarti janji pada diri sendiri untuk berbuat sesuatu bila yang dimaksud tercapai. Nazar juga bersinonim dengan kaul.

resensi novel memori janji es krim nimas aksan

Urusan nazar ini, menjadi suatu harapan yang akan dilakukan ketika apa yang dicita-citakan terwujud. Biasanya nazar ini dilafazkan/diucapkan. Misalnya ketika saya SMP pernah bernazar akan membersihkan WC rumah saat diterima di SMU Favorit. Alhamdulillah, hal apa yang saya impikan tercapai dan nazar saya pun lunas dilakukan.

Tentang Nazar dan Kafaratnya

Bagi kita umat muslim, jika nazar tidak ditepati, maka akan dikenakan kaffarah atau denda yang harus dibayar. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Hadits Rasulullah Riwayat Muslim no. 1645, yang terdapat juga dalam perawi lain yaitu At-Tirmidzi no. 1528; An-Nasa`i, no. 3832; Abu Dawud, no. 3323.

Kaffarah nazar adalah kaffarah sumpah”.

Kafarat sumpah ini diterangkan jelas di dalam Al Quran Surat Al-Maa’idah ayat 89, yang terjemahannya adalah:

tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak disengaja untuk bersumpah, tetapi DIA menghukum kamu disebabkan sumpah yang kamu sengaja. Maka, kafaratnya adalah memberi makan 10 orang miskin dari makanan yang biasa kamu berikan untuk keluarga kamu, memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Siapa yang tidak sanggup melaksanakannya maka kafaratnya berpuasa 3 hari.

Dari dalil Quran dan Hadits di atas, mengingatkan kita untuk tidak sembarangan mengucapkan nazar. Perlu keluarga dan teman yang bisa mengingatkan, bila kita bernazar. Terlebih bila hal tersebut tidak sanggup kita lakukan, atau karena lupa. Seperti dalam kisah yang terdapat di Buku Memori Janji Es Krim terbitan Elex Media Komputindo berikut.

resensi novel memori janji es krim

Secuil Kisah NOvel Memori Janji Es Krim

Mia Aminatiara (28 tahun) jatuh bangun dalam urusan karir maupun asmara. Dipecat 9 kali dari berbagai perusahaan, dan sembilan kali pula putus cinta. Sahabatnya Dudi, mengingatkan Mia akan sebuah nazar yang belum dilaksanakannya, yaitu bila Mia diterima kuliah di perguruan tinggi negeri, maka ia akan menraktir kedua sahabatnya es krim Cinderella’s Shoes di Kedai Es Krim Yoyo.

"Jadi nazar gue udah selesai, kan? Gue udah traktir lo es krim Cinderella’s Shoes! Gue nggak bakal sial lagi!" - Mia (hlm. 11).

"Nazar pada gue sudah gue anggap lunas. Tapi masih ada utang lo yang harus dilunasi juga. Nazar pada Karin!" - Dudi (hlm 11).

Demi melepas “kesialan” yang dialaminya, Mia dan Dudi bergerak untuk mencari sahabat mereka Azalea Karinka (Karin) yang antah-barantah. Harapan yang seakan terwujud ketika menemukan lokasi di mana Karin berada, ternyata tidak semudah itu mengajak Karin “si angkuh” karena Karin malah meminta Mia dan Dudi melakukan tugas untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Vladimir Gardiansyah.

Drama apa yang akan dihadapi Mia? Apakah itu takdir baik atau buruk untuk Mia yang mengantarnya pada putusnya kesialan nomor 10 pada urusan kerja dan cintanya? Bisakah Mia menuntaskan nazarnya?

kekurangan keunggulan novel memori janji es krim

Manisnya Es Krim Semanis Takdirku

Novel Memori Janji Es Krim ini merupakan buku olahan terbaru yang ditulis Nimas Aksan. Sebelumnya pernah terbit di Stiletto Book tahun 2012, berjumlah 204 halaman dengan judul Janji Es Krim. Lalu kembali rilis di tahun 2020 melalui penerbit Elex Media Komputindo, membawa judul Memori Janji Es Krim rilis tahun 2020 368 halaman.

Menurut saya dibandingkan yang dulu, buku dengan genre romance ini lebih segar dengan cerita dan cover yang sekarang. Pasalnya lebih membuat penasaran, karena ada seorang wanita yang berada di dalam cangkir. Selain itu juga warnanya kalem, sederhana, dan gereget.

Terdapat 25 bab di novel Memori Janji Es Krim ini, dengan jalan cerita antar satu bab ke bab lainnya mengalir manis. Karakter tokohnya cukup oke, terlebih untuk geregetnya si angkuh Karin dan Mia yang sembrono, apik dideskripsikan oleh Nimas Aksan. Walau untuk karakter Dudi sepertinya kurang luwes dikembangkan. Rating 3,5 dari 5 oke untuk buku yang ditulis Nimas Aksan ini, karena ending para tokohnya menarik.

review novel memori janji es krim

Pelajaran yang menarik melalui novel dengan target pembaca dewasa (18+), agar senantiasa mengingat tentang nazar yang diungkapkan. Sebisa mungkin dicatat, sehingga bisa selalu terngiang. Mau mendengarkan nasihat orang lain, dan bersabar atas keadaan. Selain itu, ada satu hal menarik yang diangkat, mungkin sesuatu dianggap “pamali” adalah ketika akan mempersiapkan pernikahan maka usahakan kitanya sendiri yang melakukannya bersama calon kita, “saya & calon”. Jangan diserahkan kepada orang lain: “orang lain & calon pasangan”.

Apakah kamu ada pengalaman dengan nazar, kisah yang sama seperti novel Memori Janji Es Krim, atau pamali ketika akan menikah? Bisa sampaikan di kolom komentar yak! 

Komentar

Farida Pane mengatakan…
Lucu juga ya ide ceritanya. Bisa jadi alternatif bacaan nih buat yang lagi cari hiburan
Eka FL mengatakan…
padahal nazarnya sederhana ya, traktir es krim doang tapi bisa jadi inspirasi cerita sebuah novel, apik memang. yang seperti ini nih penulisnya pasti udah master, karena bisa menulis dari hal yang luput dari perhatian dan sederhana
ANGGITA RAMANI mengatakan…
Ide ceritanya menarik nih, terkait nazar. . Memang hutang atau sumpah yang belum terlaksana kadang bisa jadi penghalang rezeki ya
Bambang Irwanto mengatakan…
Nazar itu memang berat, Mbak. Makanya saya usahakn tidak bernazar. Tapi pernah sih, bernazar kalau lulus STM, mau plontos atau botak hahaha. Dan ternyata novel ini berpangkal dari nazar Mia yang dikembangkan dengan manis dengan oleh Nimas.
Yustrini mengatakan…
Dari judulnya kelihatan ceritanya sangat manis dan sungguh menarik. Nazar sesimple itu tapi mewujudkannya rada susah ya
Ngomongin es krim aku mendadak jadi pengen nih kebetulan pas cuaca panas. Makan es krim enak kali ya.
Bunda Saladin mengatakan…
Penasaran ama buku ini sepertinya menarik. Mengenai pamali ini, hmmm. Wah jadi menebak-nebak endingnya.

Gak jadi deh takut minta bocoran spoiler.

Yang jelas eskrim emang enak.

dan nazar bisa ya dengan cara nraktir makan eskrim? kirain kudu dengan puasa dll.
Yonal Regen mengatakan…
Dalam Islam memang tak boleh sembarangan mengucap Nazar, apalagi yang diperkirakan susah untuk direalisasikan, sehingga akan menyulitkan sendiri. Tapi kalau sudah punya nazar, semaksimal mungkin dilaksanakan agar tak menjadi hutang kita pada diri sendiri
Antung apriana mengatakan…
kayaknya aku sempat unduh novel ini di gramdig tapi belum dibaca. hihi. kadang baca novel tu baru beberapa halaman eh diriku kepincut novel lain dan novel sebelumnya terbengkalai deh
Akarui Cha mengatakan…
Kak, ketika baca review Kakak soal salah satu bukunya Ceu Nimas Aksan ini, aku nangis, Kak. Honestly, aku jadi sendu ingat beliau karena termasuk orang yang menyenangkan banget dan ngenalin aku lebih jauh soal dunia kepenulisan. Semoga karya beliau jadi amal jariyah dan penerang di peristirahatan terakhirnya.
Karunia Sylviany Sambas mengatakan…
Udah lama banget nggak baca buku fiksi dan sepertinya buku ini menarik, Kak. Apalagi ada hubungannya dengan nazar, ya. Jadi, sambil baca fiksi kita mengulang memori pada satu janji yang harus ditepati.
Wah unik nih novelnya mengangkat tentang Nazar ke dalam alur cerita novelnya. Demi menghilangkan kesialan dalam hidupnya, Mia harus menghadapi berbagai tantangan agar bisa menuntaskan nazarnya.
Han mengatakan…
mantap banget kakak, ini buku-bukunya pada pengen baca juga jadinya hihi.. udah lamaaa aku ga baca novel kebanyakan dijejelin sama buku nonfiksi wkwk
Dee_Arif mengatakan…
Wah judulnya unik ya
Memori Janji Es Krim, pasti janjinya manis banget
Semanis es krim
Arai Amelya mengatakan…
Baca review ini aku jadi keingetan deh nazar apa nih yang belum disampaikan ke temen-temen sampe aku seret jodoh di usia layak menikah, hahahaha. Lucu yak judulnya, Memori Janji Es Krim
Eri Udiyawati mengatakan…
Nazar memang harus ditepati. Karena kalau tidak, ada hukuman dari Allah yang harus kita terima.

Buku Janji Es Cream ini kayaknya menarik, bisa mengisahkan romansan dengan janji dan hal-hal yang menjadi pamalinya.
deamerina mengatakan…
Aku kayaknya dr dulu nggak pernah nazar. Karena takut nggak bisa menepati
Karena setahuku, dalam bernazar waktu mau menepati pasti ujiannya gede. Nah, ini yg aku takut hehe. Anw, plotnya kayaknya seru ya buku ini. Unik soalnya blm pernab baca yg bahas nazar gini hehe
Nurul Fitri Fatkhani mengatakan…
Buku yang menarik. Bagus ya, idenya mengangkat mitos dan pemikiran yang sering terjadi di masyarakat.
Jadi penasaran, apa yang terjadi dengan Karin dan pasangannya? Apakah persiapan pernikahan mereka diserahkan pada orang lain dan pasangannya?
Didik Purwanto mengatakan…
Wah aku ga berani nih kalo nazar. Soalnya kan sumpah ya. Kalo kita melanggar, ada kafaratnya. Ya meski kafaratnya msh bisa kita lakukan, jgn sampe deh melanggar.

Novelnya ringan tuh. Cocok buat bacaan jelang ngabuburit nanti. Sekaligus pengingat kalo udh bernazar sesuatu ya hrs dilakukan.
Okti Li mengatakan…
Pelajaran hidup yang sangat bagus. Terutama tentang janji, apalagi nadzar. Hutang memang wajib dibayar ya
Diaz Bela mengatakan…
Sudah lama sekali nggak baca novel sampai tuntas.. Ini ceritanya menarik banget, jadi penasaran mau baca hehe
Aldhi Fajar mengatakan…
Rekomendasi bacaan novel terbaru nih. Aku sukabaca novel kalo lagi libur. Teman untuk menunggu sore sambil ngopi
Hamimeha mengatakan…
nazar ini semacam janji yang memang harus ditempati dan sebaiknya memang tidak mudah diucapkan ya ..

btw aku tertarik dengan potongan cerita si angkuh karin nih
atiq - catatanatiqoh mengatakan…
menarik design covernya ya :) jadi penasaran deh sama ceritanya, lumayan nih buat bacaan hiburan ya
Deeva Collection mengatakan…
Nasar, dan hal penting lainnya memang harus senantiasa di catat agar tidak lupa.Apalagi nazar sifatnya bukan hanya antara kita dan orang lain ya, Kak
Witri Prasetyo Aji mengatakan…
Emang jangan main2 sama nazar. Kalau janji ya ditepati. Eh, gimana endingnya, Karin jadi ditraktir es krim?
Happy mengatakan…
Eh tapi ada loh artis Rizky Nazar, wkwkwk. ini premis ceritanya sederhana, tapi tetep bikin penasaran sih gimana jalan ceritanya.
Monica Anggen mengatakan…
Ceritanya menarik sih ini, tentang nazar atau janji. Wajib dibaca, biar pada tepat janji... hahaha. Oh ya aku setuju tuh kalau mau nikah, preparingnya harus disiapin berdua dan ga usah pake panitia2an. Bisa jadi masalah ntar di belakang hari
Kanianingsih mengatakan…
bagus juga tema novelnya tentang nazar, jadi hikmah buat pembaca kalau punya nazar harus dilaksanakan. btw, kalau ngga salah harus ada saksi juga ngga sih kalau bernazar?
Mechta mengatakan…
Tentang nazar/nadar (bhs Jawa) ya.. tema yg unik nih.. jadi tertarik juga utk membacanya nih. Terimakasih ulasan ttg novel ini ya mba ..
Jiah Al Jafara mengatakan…
Nazar traktir eskrim kok malah bikin ribet ya. Aku pribadi pernah beberapa kali nazar, tapi milih yang sekiranya aku mampu. Misal saat lulus sekolah, nazar puasa 3 hari. Alhamdulillah udah terlaksana semua. Btw, menarik juga sih novelnya
Nurul Fitri Fatkhani mengatakan…
Jangankan bernazar, dalam hal berbicara pun kita harus hati-hati ya...
Apalagi kalau nazarnya yang macam-macam, nantinya malah kerepotan sendiri hehehe
Irawati Hamid mengatakan…
tapi memang nazar wajib ditunaikan kan? ahh jadi ingat saat suami tes cpns, saya bernazar kalo dia lolos, gaji pertamanya akan saya serahkan pada keluarganya di kampung. alhamdulillah nazar tersebut sudah saya tunaikan
Indah Nuria Savitri mengatakan…
I love the title.. sepertinya terbayang akan berakhir manis dan baik. Bicara soal pamali, percaya ngga percaya ya mba.. terkadang tidak bisa diterima dengan logika tapi kok ya kejadian.. aku ingat suami pernah punya nazar dan agak lama baru dilunasi. In between, sempat kepikiran kalau ada halangan apakah karena nazar yang belum terpenuhi
Silviana mengatakan…
Terlepas dari cerita novel, Nazar memang harus ditepati karena berkaitan dengan janji.. Apalagi kalau yang dikasih janji inget.

Menarik ceritanya ini mba, jadi ingin baca juga
duniaeni.com mengatakan…
Judulnya manis banget dan menarik, mengingatkan juga akan soal nazar yang sepertinya gampang tapi sesungguhnya juga tidak mudah ya. Alhamdullilah kalau bisa terlaksanakan karena nazar itu janji ya
Ursula Meta Rosarini mengatakan…
Harus hati2 bgt ya kalau mau mengucap nazar, soalnya itu kn janji yg harus ditepati hihi
Monica Anggen mengatakan…
Baca ulang ulasan di artikel ini, aku rasa pesan yang ingin disampaikan di dalam buku ini juga bagus. Klo udah berjanji itu harus ditepati ya. Jadi ingat juga omongan seseorang ke aku yang katanya, "kalau kata-katamu saja tidak bisa dipercaya, lalu apa lagi yang tersisa dari diri kamu yang bisa dipercaya?" Aku udah lama banget dapat kalimat ini, bahkan yang mengatakannya juga udah meninggal, cuma kalo dipikir-pikir lagi, relate banget sama yang dibahas di buku ini
Muhammad Rifqi Saifudin mengatakan…
Aku sih sejauh ini belum ada hal-hal yang terkait dengan mitos pernikahan ya, tapi sekarang sih aku lagi mempersiapkan pernikahan. Nanti dilihat deh gimana perjalanan hidupku ini, wkwkwk
Priyo Harjiyono mengatakan…
Dulu pas jaman kuliah punya nadzar alhamdulillah udah selesai sih, harus dilaksanakan sih karena itungannya janji sama Tuhan
Tria TR mengatakan…
Makasih udah membaca dan mengulas novel temenku ya, Mbak Fenni. Semoga tulisan Nimas menjadi pahala jariyah buatnya. Kadang-kadang masih nggak percaya Nimas udah meninggal :'(
Tukang Jalan Jajan mengatakan…
nazar emang kudu ditetpati dan dijalankan jika memang sudah takdirnya jangan sampai menjadi hutang ya kak. Masalah pernikahan emang sebaiknya disiapkan bersama pasangan biar memahami mana kurang dan lebihnya plus kalau ada masalah bisa ditanggung bersama
kataputree mengatakan…
Ulasan artikel nya menarik banget ya, jadi penasaran pengen baca full novelnya... novelnya benar menginatkan kita kembali kalau nazar itu kaffaratnya kalau sampai tidak di tunaikan.
Dian farida ismyama mengatakan…
Jadi penasaran pingin baca novelnya sampai habis nih. Endingnya gimana ya, apalagi sempat tertulis tentang pamali segala