Langsung ke konten utama

Review Film Princes of the Desert


Review Movie: Zodi and Tehu, frères du desert, kalau melihat bahasanya, sudah terbayang ya, film ini mengarah ke bahasa Perancis. Tenang, lagi-lagi selalu saya garis bawahi, ini film saya tonton dengan terjemahan bahasa Indonesia yak (nanti ada pula yang komen dengan pertanyaan klasik saba-siba, Ini film pakai terjemahan bahasa Indonesia, mbak? wkwkwk).

Mungkin karena yang berkomentar, seringnya menemukan ulasan tayangan Korea, China, dan Thailand aja ya. Padahal di platform OTT banyak bertabur film dengan menggunakan ragam bahasa dunia. Baiklah kita tinggalkan hal yang kurang bervitamin tersebut, padahal mah saya lagi sekalian curcol juga, hehe.

Jalan Cerita Film: Zodi & Tehu, frères du desert

Zodi (Yassier Drief), bocah berusia 12 tahun, ketika pulang sekolah ia mendengar suara aneh dari balik bongkahan batu. Zodi mendekati lokasi tersebut, dan melihat ada anak unta yang unik, di mana di bagian wajahnya terdapat warna hitam dan diberi nama Tehu. Zodi pun membawanya ke rumah, meski ibundanya (Nadia Benzakour) tidak menyetujui.

Wabah penyakit hewan bermunculan. Petugas WOAH atau Organisasi Kesehatan Hewan Dunia datang ke camp suku Zodi tinggal, dan memboyong para unta tersebut untuk dibawa karena terbukti memiliki penyakit. Tatkala Julia (Alexandra Lamy) melihat, Tehu, ia tidak membawa unta tersebut. Justru memberi tahu Zodi bahwa Tehu adalah unta yang cocok digunakan dalam balapan unta, karena kakinya yang panjang dan kokoh. 

Baca Juga: Gear 5 Luffy di One Piece

Zodi pun kepo, “Masa iya ini unta bisa buat balapan? Bakalan tercapai nih mimpi ke Abu Dhabi?” Jadilah menguji coba, balapan antara Zodi yang mengendarai motor dengan si Tehu. Gak disangka, memang si Tehu ini larinya amat cepat. Namun, Tarek (Youssef Hajdi) si calo perdagangan unta balapan, yang memantau dari kejauhan langsung menemui Zodi untuk membeli Tehu. Zodi gak mau dong melepasnya. Tarek pun main kasar, dengan langsung kasih uang begitu saja ke kepala suku-nya Zodi, Issouf (Amine Ennaji) dan ambil Tehu tanpa tedeng aling-aling. Zodi gak tinggal diam, ia datangi markas Tarek dan menukar untanya dengan unta lainnya yang sudah dipakaikan arang hitam biar mirip Tehu.

film princes of the desert
Zodi lagi mau ajak balapan Tehu, tapi pakai motor, hehe

Dalam pelariannya, Zodi dan Tehu bertemu Laji (Bahaa Eddine Oumali), si calo yang mengimingi-imingi Zodi biar bisa balapan ke Abu Dhabi, dengan taruhannya adalah pisau warisan ayah Zodi. Sayangnya Laji berkhianat, malah membawa Tehu kembali pada Tarek.

Di sisi lain, Issouf dimarahi ibundanya Zodi, karena kalau gak gara-gara dia menerima uang dari Tarek, Zodi gak bakalan kabur. Issouf yang menyesal, langsung mencari Zodi dengan segenap jiwa. Lalu bagaimana cara Zodi untuk mewujudkan harapannya bisa ikutan balapan unta, biar menang dan membahagiakan sukunya?

Ulasan Film Princes of the Desert

Mungkin kita sudah sering nonton atau membaca kisah persahabatan hewan dengan manusia. Pastinya ada kisah haru, sedih, bahagia, dan ala-ala berpetualang bersama. Seperti halnya pada film berdurasi 1 jam 50 menit yang rilis pada 8 Februari 2023 ini, mengusung genre petualangan dan drama keluarga. Seru, apalagi pas momen balapan dan ikut merasa berdebar tatkala Zodi membebaskan Tehu dari Tarek.

Baca Juga: Review Film Jomblo fi Sabilillah Asma Nadia

Kalau soal balapan unta, di jazirah arab memang terkenal dengan balapan unta. Hadiahnya nggak tanggung-tanggung, karena nominalnya M-M-an, mupengan dah. Terlebih lagi kalau udah sang Emir-nya yang ikut, wuah gak hanya hadiah saja yang rupawan, pastinya prestige bisa membawa unta kesayangan balapan dengan untanya sang Emir.

Review film princes of the desert
Julia saat memeriksa keadaan Tehu yang ternyata adalah jenis unta balap 

Setting film yang disutradarai oleh Éric Barbier ini, di gurun pasir. Ya kan, sebagai hewan berpunuk unta hidupnya di gurun. Unta menjadi bagian dari keluarga karena biasanya digunakan sebagai alat transportasi. Film Zodi & Tehu, frères du desert atau dalam bahasa Inggrisnya Princes of the Desert ini, walau endingnya Zodi jadi harus berpisah dengan Tehu, tetapi ada satu kebanggaan tersendiri, di mana ia bisa membawa sukunya berbahagia dengan memiliki unta-unta baru.

Ada pesan moral yang bikin haru biru di sini, yaitu saling memaafkan, khususnya hubungan orangtua dan anak. Memang Zodi salah karena main kabur gitu saja tanpa pamit sama ibundanya. Namun, ia mengakui kesalahannya itu, dan ibunda Zodi mendukungnya dengan sepenuh hati.  Selain itu cara Zodi melatih Tehu balapan, tidak menggunakan cambukan tetapi mengandalkan suaranya.

“Tidak ada cambuk … Aku mengarahkan Tehu dengan suaraku” ~ Zodi.

poster Review film princes of the desert
poster film Zodi & Tehu, frères du desert

Secara keseluruhan, film Zodi and Tehu, frères du desert ini asik untuk disimak bareng keluarga. Saya kasih rating 4/5. Ada kesempatan memiliki hewan peliharaan apapun itu, maka rawatlah ia dengan penuh kasih sayang. Bukan dengan menyakitinya, apalagi memperdagangkan secara ilegal. Bonne séance de cinéma, gaess! 

Komentar

Yuni Bint Saniro mengatakan…
Bener sih. Di gurun sana kan yang bisa bertahan adalah unta. Nggak ada kuda, maka unta pun jadilah buat balapan.

Merawat hewan peliharaan dengan penuh kasih sayang. nggak pake cambuk. tapi kemudian mendapat kemenangan.
Talif mengatakan…
Tapi emang bener sih ya, film tentang manusia dan hewan selalu diakhiri dengan perpisahan. Life of phi juga gitu dan sekarang ada Zodi. Lumayan nih, buat referensi nonton weekend ini
Luluk Sobari mengatakan…
Baru tau aku loh Mbak kalau ada jenis inta balap. Wah nambah pengetahuan baru meski cuma baca sinopsis. Sepertinya harus nonton juga nih biar makin nambah pengetahuannya.
Triani Retno A mengatakan…
Ada terjemahan bahasa kalbunya nggak, Mbak? Hehehe....
Melatih dengan suara, bukan dengan cambuk. Keren banget iniii! Rasanya pengen nyodorin film ini ke orang-orang yang melatih kuda, monyet, anjing, dll.
Alfida Husna mengatakan…
Jahat banget sih calonya ya, sampai harus balapan kan jadinya. Tapi, aku baru tahu nih ada film yang mengangkat unta sebagai hewannya, biasanya kan banyak film yang berpetualang kaya kera yg cukup banyak diajak main film. Aku lebih ke penasaran gimana karakter hewan unta di film tersebut, yang mana unta sangat asing buatku sendiri.
Aprillia Ekasari mengatakan…
Wah kyknya animal lover bakalan suka jenis film kyk gini ya mbak?
Kok akhirnya misah sama untanya apakah hilang atau malah lebih sedih lagi mati? Kyknya bakalan ada sedih2nya nih nontonnya ya mbak? Sekaligus haru krn tak hanya menceritakan hubungan manusia hewan peliahraan tapi juga hubungan sesama manusia dalam hal ini keluarga ya.
OutBox mengatakan…
Princes of the Desert menghipnotis penonton dengan keindahan visualnya dan kisah yang mendalam. Sebuah petualangan sinematik yang memikat hati dan mata!
Bambang Irwanto mengatakan…
Jadi penasaran untuk menonton langsung kisah persahabatan Zodi dan Tehu, Mase. Pasti seru, nih, karena persahabatan anak manusia dan unta ini jarang-jarang. Terus bagaimana Tehu akan dijadikan unta untuk adu balap. Tapi memang kalau di sana, balapan unta terkenal, Mbak. Makanya kalau menang lomba, harganya bisa sangat mahal.
Dee_Arif mengatakan…
Wah menarik juga ceritanya
Memang film tentang persahabatan hewan dan manusia ini selalu asyik kalau ditonton ya mbak
ANGGITA RAMANI mengatakan…
Jadi ingat dulu film Willy yang membebaskan lumba-lumba kalau ngga salah. Pokoknya kalau persahabatan manusia dan hewan suka bikin nangis endingnya
Han mengatakan…
Wah ternyata bisa ditonton sama keluarga yaa, seru nih kayaknya weekend besok nonton inii, aku sendiri suka banget sama tema2 film kek gini mbaa, thanks yaa reviewnya
Alley Hardhiani mengatakan…
Baru tahu kalau ternyata ada balapan unta. Mana hadiahnya ga main2 pula.
Kyndaerim mengatakan…
Biasanya ada film manusia bersahabat sama kucing, anjing, tapi ini keren lho sama unta. Udah gitu, si Jody baik bnget lagi, karena melatih Tehu dengan suara bukan cambukan. Itu juga sih yg pasti bikin Tehu sayang banget sama Jody.
Eka FL mengatakan…
Pertama baca judulnya ( tanpa lihat gambar), aku kira review fil jadul dengan judul film yang sama, eh ternyata bukan, ini film baru yaaa. sempet lihat teasernya di youtube tapi aku skip nonton, hahahaha. ternyata termasuk film keluarga ya terutama parenting juga. waah its a must nonton atuh dong!
Eka FL mengatakan…
Pertama baca judulnya ( tanpa lihat gambar), aku kira review film jadul dengan judul film yang sama, eh ternyata bukan, ini film baru yaaa. sempet lihat teasernya di youtube tapi aku skip nonton, hahahaha. ternyata termasuk film keluarga ya terutama parenting juga. waah its a must nonton atuh dong!
Pasti seru ini karena bertema gurun pasir
Saya suka kalau latar belakangnya di gurun
Bisa ikut merasakan panasnya
Shinta Shyntako mengatakan…
kok nemu aja sih fen koleksi film yg antimainstream, jujur ak aja baru tau ada film ini, jadi tertarik pengen nonton sih
Didik Purwanto mengatakan…
Ga nyangka loh kalo larinya unta bs secepat motor. Kirain ya bakal lambat aja tuh. Kan emg bodinya gede. So pasti ga kuat lari cepet. Ternyata beda loh. Cerita ttg hubungan hewan dan manusia ini emg bgs sih. Biasanya sih yg sering tuh anjing. Aku jadi pgn ikutan nonton nih. Ntr aku cari deh di aplikasi nonton film kesayanganku.
lendyagasshi mengatakan…
Eh, kenapa sih.. aku akhir-akhir ini juga lagi sering kelewatan konten persahabatan hewan yang unik sama manusia. Kalau kucing atau anjing aja kan uda biasa yaa.. Ini unta, llama, atau hewan unik lainnya, bikin terharu dan menyentuh sekali.
Retno Kusumawardani mengatakan…
Menarik filmnya bisa ditonton sambil mengisi akhir pekan bareng keluarga...
Suci mengatakan…
Waaah dikasi skor 4 / 5 berarti filmnya sangat disarankan untuk ditonton ini sih.
Btw aku cari di Net*** kok ngga ada mbak.
Dirimu nonton dimanakah?:D
Annie Nugraha mengatakan…
Unik banget filmnya. Biasanya kisah persahabatan antara manusia dengan binatang itu adalah tentang kucing, anjing, dan kuda. Tapi kali ini dengan unta. Padahal Perancis jauh dari gurun ya. Kok bisa ngambil premis dengan unta sebagai tokoh pendukung. Hebat ih.
Triani Retno A mengatakan…
Nonton trailernya yang berbahasa Prancis. Alhamdulillah, aku ngerti....pas kata "Abu Dhabi" dan "Dubai". Hehehe.... Seru nih, Mbak. Jadi pengen nonton juga.
GE MAULANI mengatakan…
Waaah kalau filmnya soal persahabatan manusia dan hewan, saya jadi penasaran pengen nonton sendiri mbak. Apalagi buset itu balapan unta hadiahnya ber M M ya. Luar biasa ih.
Maria G Soemitro mengatakan…
saya suka film Perancis karena suka bahasanya
Sama seperti saya kurang suka film Thailand karena bahasanya juga hahaha

Cari ah film ini, buat ditonton
karena saya suka tema-tema pertemanan manusia dengan hewan seperti film ini
Adi mengatakan…
Seru juga ya ceritanya. Kayaknya bisa nich jadi film keluarga pilihan untuk tahun ini. Ga sabar segera menikmatinya.
Susi Susindra mengatakan…
Menarik sekali. Film yang biasanya saya tonton ulang dengan anak agar dia bisa dapat insight bagus tentang kehidupan dan bagaimana menjadi manusia yang baik pada sesama, atau dalam film ini adalah binatang peliharaan.
GE MAULANI mengatakan…
Tarek ya ampun jahat banget. Mana unta lainnya dibikin mirip Tehu ya, dipakein arang di atas matanya biar jadi sama semua. Salut sama Zodi sih dia melatih untanya (Tehu) lewat suara, gak pake cambukan. Jadi penasaran mau nonton
deddyhuang.com mengatakan…
masukkan dulu dalam list tonton, sepertinya dari resensi mbak Fenny menarik buat ditonton.
Dee_Arif mengatakan…
Klo ngajak anak anak nonton film ini pasti mereka suka
Mereka selalu suka dengan cerita persahabatan antara manusia dan hewan
lendyagasshi mengatakan…
Terharu banget nonton film keluarga yang selalu membawa ke makna yang lebih mendalam. Terutama mengenai cinta dan pengorbanan. Film Zodi & Tehu, frères du désert cocok ditonton bareng keluarga.
Keke Naima mengatakan…
Saya jadi semakin pengen langganan Klik Film. Kayaknya banyak film yang bagus, nih. Tapi, kalau sekadar lihat poster, saya kirain ini film dari Timur Tengah. Ternyata film Perancis, ya
Lia Lathifa mengatakan…
Film drama bertema hubungan manusia dan hewan serta keluarga seperti ini bagus ditonton, banyak pelajaran humanis yang bisa dipetik. Apalagi saling memaafkan itu penting walau gak semua orang bisa melakukannya
Anggraeni Septi mengatakan…
aku suka loh nontom film tentang persahabatan hewan dan manusia, bahkan sampe nangis sama endingnya hehe. Mba Fenni bikin ulasan film ini jadi makin kepo deh sama filmnya. Apalagi pesannya dalam juga untuk menyayangi hewan.
Elisa mengatakan…
Wah cocok banget buat rekomendasi tontonan akhir pekan bareng anak-anak nih.. kebetulan bocil lagi ngebet banget pengen beli kucing buat dipelihara di rumah, tapi aku masih takut nggak bisa ngerawat dengan baik.. jadi bisa sedikit belajar dari film Prince of Dessert bagaimana memperlakukan hewan peliharaan dengan baik.
lendyagasshi mengatakan…
Hewan itu selalu tau kalau sedang disayang dan dicintai.
Sehingga biasnaya akan membalas kebaikan orang tersebut dengan kemampuannya. Persis seperti Tehu yang bersabahabat dengan Zodi.
andyhardiyanti mengatakan…
Wow.. film Prancis. Menarik nih, terutama bagi saya yang sebelumnya blas belum pernah nonton film Prancis. Tahunya Hollywood, Korea, India, sama pastinya Indonesia.
Hani mengatakan…
Baru tau aku ada film ini. Tapi sepertinya menarik. Kapan kapan kalo butuh tontonan, sepertinya boleh juga nih ditonton.
fanny_dcatqueen mengatakan…
Uwaaaaah baguuus kayaknya mba. Aku nonton trailernya dulu tadi. Memang kaki si unta kayak panjang banget yaaa. Mau cari ntr filmnya di aplikasi filmku.

Naah sukaa deh kalo film ada pesen moralnya gini , apalagi terkait hewan. Kadang ga tegaaa banget kalo udh liat hewan2 yg dipakai kerja, tapi seperti ga dirawat, kurus, capek 😭. Suka kasiaaaan banget. Ga masalah kalo mau memperkerjakan hewan nya, tapi mbok ya juga dirawat, kasih makan yg cukup. :( . Trus ntr ujug2 kalo udh ga bisa membantu malah dipotong 😭😭
Lasmicika mengatakan…
Terlepas dari isi ceritanya, pesan moral yang bagus banget, aku kalo nonton film yang ada hewannya suka kagum lho. Heran aja gitu mereka bisa nge direct hewan buat akting. Sedangkan mengarahkan manusia aja susah, ini hewan, ngerti nggak. Jempol lah.