Jumat 30 Januari 2026: Apakah Firasat, Intuisi atau Dejavu?

Rotasi bumi lagi mengarah ke Jakarta Timur. Tepatnya agak minggir dikit yang kalo sekali ngesot udah ketemu itu Bintara-nya si Bekasi alias Jawa Barat. Maklum tinggal di pinggirnya JakTim, jadinya begitu hehe. 

Dari perputaran planet yang kita tinggali ini, sudah waktunya fennibungsu.com mengupas tentang kisah pertemuan tingkat tinggi para blogger di Ajwad Resto Kebayoran, hehe. Soalnya nggak asik juga nih kalau di blog yang penuh #SemangatCiee ini tidak mengabadikan momen krusial tersebut, apalagi pada penasaran tentang dejavu-nya saya di hari itu. Tapi apa benar itu namanya dejavu?

apa yang dimaksud dengan dejavu?

Sebelum, 30 Januari 2026

Mungkin beberapa pembaca blog fennibungsu.com sudah ada yang membaca tulisan di blog lainnya, bagaimana pertemuan para blogger di Ajwad Resto Kebayoran bisa terjadi. Langsung baca saja ceritanya di blog Mas Fajar Walker , searching aja di blognya Ajwad Resto Kebayoran ya.

Singkat cerita, pada tanggal 29 Januari itu, saya lagi mengerjakan suatu tugas. Sudah merapikan beberapa halnya, entah bagaimana muncul sesuatu dibilang gambaran kayaknya bukan, apakah itu premonition nggak paham juga sih, munculnya secara timing, kurang lebihnya begini: 

saya pakai baju A -> kerudungnya B -> jam setengah 1 siang naik kereta di dalamnya nggak ramai bisa pilih duduk -> transit tanah abang menuju peron 5 -> naik kereta dan kembali bisa duduk walau ramai -> naik ojol (semisal ketemu blogger, tetep bakalan ngojol bukan gocar) -> sampai lokasi -> di sini beberapa jam -> sekitar pukul 3 sampai setengah 4 beranjak pulang, kalau nggak kereta bakalan padat dan saya susah untuk masuk. 

Lepas dari dapat gambaran seperti itu, nggak terlalu saya pikirkan, karena nawaitu saya datang bertemu teman blogger adalah silaturahmi. Apalagi ada 2 blogger yang belum pernah saya jumpai secara langsung alias tatap muka. 

Hari-H: Jumat, 30 Januari 2026

Pagi di hari Jumat ini terbilang unik untuk saya, karena lagi-lagi ada intuisi aneh yaitu 2 orang yang tidak saya kenal akan saya lihat di resto itu. Seorang pria (bapak), dan seorang wanita (ibu). Saya sampai berpikir, “Ini hari, ada apa dah sebenarnya, sampai urusan bangunan restonya dan orang-orangnya bisa muncul tergambar tiba-tiba.”

Dari pada berpikir yang saya sendiri nggak paham, dan nggak mau pula berpikirnya kayak film Final Destination yang serem itu hehe, saya pun lebih memilih melakukan rutinitas harian, dan menyiapkan untuk berangkat siang nanti. 

Apa yang dimaksud dengan firasat dalam islam??
ini penampakan keretanya, tetapi ini bukan di stasiun Klender Baru ya, hehe (dok. fennibungsu.com)

1. Perjalanan pun Dimulai

Singkat cerita, saya pun sudah siap buat berangkat menuju lokasi. Dari rumah naik angkot 20 (angkot perbatasan JakTim dan Bekasi hehe), menuju Stasiun Klender Baru. Sampai stasiun, saya menuju ke gerbong belakang, biar memudahkan nantinya transit di Tanah Abang. 

Treng… datanglah kereta CRRC. Pintu kereta terbuka, fix di situ saya nge-freeze, karena pas masuk ke dalam kereta, hemm… sama dengan apa yang tergambar pada firasat saya itu. Saya pun nyengir, untungnya saya pakai masker, jadinya nggak ketahuan, hehe).

2. Sampai di Stasiun Kebayoran

Singkat cerita, saya sudah sampai Stasiun Kebayoran. Untuk keluar stasiun, saya harus naik bisa pakai tangga manual ataupun eskalator. Ketika sudah di atas, saya memutuskan untuk duduk dulu sejenak di kursi tunggu.

Pas duduk, muncul lagi itu firasat -> “Kalau pun nanti ketemu blogger, sepertinya nggak bisa barengan naik gocar ke lokasi”


Saya abaikan firasat itu, karena sudah persiapan juga untuk naiknya ojol. Sambil minum dan ceki-ceki di hape siapa yang sudah sampai, ternyata Kak Fanny udah ada di lokasi. Eh ndilalah-nya pas nengok ke kanan melihat Bu Muthiah (beliau ini rekan blogger senior sekaligus kompasianer juga). 

“Bu Mut,” sapa saya.

“Kamu mau ke acara yang blogger itu ya? Itu di bawah ada Lala sama Ire.” Kata Bu Mut.

Saya jawab cepet aja, “Iya.”

Saya pun bergegas ke luar stasiun dan ke bawah, sambil teringat akan firasat saya soal gocar. Mau ngetes ah, intuisi saya benar atau nggak dengan cara menelpon Lala. Dan ternyata, Lala sudah mau naik ojol. Pastinya saya telat nih beberapa detik buat menghubunginya, dan memang nggak janjian juga sih buat barengan hehe. 

Yang penting alhamdulillah bisa bertemu dengan Lala, Kak Ire, Kak Fanny, Teh Lendy, dan Kak Nik yang sudah hadir di lokasi. Kalau kata yang sudah duluan mengulas acara di Ajwad Resto mah, disebutnya sesi pertama, hihi. 

Apa yang dimaksud dengan firasat dalam islam??
saya dan Teh Lendy (suwer deh nggak lagi ngomongin Taxi Driver atau pun Dr. Trauma Code Heroes Call hihi) 
difoto candid sama Kak Ire

3. Di Ajwad Resto Kebayoran

Saya takjub dengan kehadiran 2 orang yang sering saya temui di dunia maya (tsaahhh), he em baru kali itu jumpa secara langsung Kak Fanny yang mempesona dengan auranya yang karismatik, dan Teh Lendy yang humble dan se-seru itu sama banget dengan serunya beliau mengulas drakor. 

Saya ada foto berdua bareng Teh Lendy secara candid dari kak Ire. Sayangnya lupa foto berdua dengan Kak Fan, padahal beliau menggunakan kemeja putih dan saya kaus berwarna merah. Kan merah putih banget gitu, hehe. 

Sebenarnya saya mau membahas soal makanannya, tetapi bakalan panjang ceritanya, jadi dibahas terpisah aja ya, karena kisah tentang intuisi ini belum kelar, haha. Apalagi ini salah satu gong-nya, yaitu 2 orang tamu (maksudnya bukan para blogger ya dan saya nggak kenal) yang ada di resto itu mirip dengan apa yang menjadi gambaran firasat saya. 

Jujurly, saya sempat nge-freeze, karena tamu-tamu yang posisinya ada di ujung sisi sebelah kanan dari saya duduk), begitu pun dengan tamu yang posisinya di sebelah kiri saya (ini cukup dekat duduknya dengan tempat duduk Dema, anaknya Kak April), sampai saya lihat 2 tamu itu berulang kali, 

“kok ya mirip yang ada di premonition itu.”

apa itu premonition atau firasat?
dari foto ini, yang ada di sisi kiri (belakang Kak Nik) itu ada pengunjung, nah tamu-tamu itu yang muncul tiba-tiba di premonition itu.

4. Beranjak dari Lokasi Acara

Kedatangan Mbak Isti mengaburkan pertanyaan dalam diri saya, kenapa di hari jumat itu penuh firasat yang jadi kenyataan. Sejenak saya bisa ngobrol dengan teman-teman soal bahasan luar biasa: rate-card, dan job blogger. Kedua hal itu memang sesuatu buat para blogger ini yang pada rajin blogwalking, ciee. 

Ketika sudah foto bersama dengan penuh pesona, dan teringatlah saya akan 1 firasat lagi, yaitu saya kudu bergegas ke stasiun tanah abang agar saya bisa masuk. Maklum, kereta ke arah Cikarang/Bekasi dari stasiun tanah abang kalau udah jam crowded, badan yang mungil ini tetep nggak bisa masuk huhu. 

Jadilah pukul setengah 4 lewat, saya pamit undur diri. Eh ternyata, Kak Ire ikut duluan juga karena beliau ada tugas negara. Kami pesen ojol nih, tapi saya duluan yang ojolnya datang. 

Sat set sampai Stasiun Kebayoran, lanjut dar der dor sampai stasiun Tanah Abang, alhamdulillah bisa masuk, yeay!


apa yang dimaksud intuisi dalam islam
Nah premonition saya 1 lagi, di dekat bangku merah itu awalnya ada pengunjung, kemudian pindah ke bangku depannya. 

Bingung? Ya Sudahlah

Teng…Teng…! 

Tibalah saya di Stasiun Klender Baru. Saya ke luar stasiun menuju ke jembatan penyebrangan. Iseng nengok ke arah kereta yang datang menuju stasiun Klender Baru dari arah Buaran, tak disangka itu penuh gesss! Berbeda dengan kereta yang baru saja tadi saya tumpangi. 

Ah entahlah, sungguh diluar nulur persoalan firasat, intuisi atau dejavu dah namanya di hari Jumat itu. Deskripsinya begini, seperti film Final Destination tatkala tokoh utamanya dapat firasat penggambaran apa yang akan dialami, nah seperti itu pula yang saya rasakan. 

Baca juga: Saat Bergumam Menjadi Kenyataan

Kalau ditanya, apakah itu pertama kalinya saya merasakan seperti itu? Tidak, soalnya saya ingat-ingat dari kecil pernah seperti itu. Nggak selalu atau sering. Bila saya-nya lagi rajin ibadah seperti baca Al-Quran atau zikiran, momen intuisi seperti itu agak kenceng memang. Cuma ya, adakalanya saya lagi nggak rajin hehe. 

Bagaimana menurut pembaca blog fennibungsu.com apakah pernah merasakan perjalanan dengan intuisi seperti itu juga? Atau ada yang bisa memberikan petunjuk, yang saya alami itu namanya apa, biar jelas istilahnya mengacu ke yang mana, hihi. 

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Yuk, komen terbaikmu. Jangan menyisipkan link ya, karena akan daku hapus dan tidak berkunjung balik
Mengenai Saya
Fenni Bungsu
Hi, #SemangatCiee jumpa dengan daku Fenni - si Milenial yang suka menulis tentang hal yang bermanfaat. Untuk bekerjasama bisa melalui email ke: fenni(dot)bungsu(at)gmail(dot)com ��Terima kasih��
Cari Blog Ini
BPN
BPN
Logo Komunitas BRT Network
Bplus
Bplus
Bloggerhub
Bloggerhub
KEB
KEB
MBC
MBC
KSB
KSB
Intellifluence
Intellifluence
Evergreen