Alhamdulillah sudah di bulan Maret kita ya. Meski ada hal yang membahagiakan karena ini bulannya saya banget, tetapi di sisi lain kok ya merasanya waktu berjalan makin cepat saja. Padahal serasa baru kemarin saya gerabak-gerubuk menulis terkait bulan Ramadan, eh sudah berada di bulan Ramadan lagi. Semoga kita selalu dalam keadaan baik, sehat dan dilindungi oleh ﷲ aamiin.
Walau mungkin postingan ini terbilang udah lewat, karena kejadiannya ya udah lewat juga dan baru sempat menulisnya sekarang hehe, tapi tidak mengurangi rasa yang pernah ada, yaitu terkait Ajwad Resto Kebayoran. Apalagi ada terkait makanan khusus yang saya pilih dan akan saya kulik lebih dalam.
Sekilas Ajwad Resto Kebayoran
Sebagaimana yang pastinya kamu tahu, kalau Ajwad Restoran ini pemiliknya adalah ustad Khalid Basalamah. Lokasinya ada di bilangan Condet, Jakarta Timur dan di Kebayoran, Jakarta Selatan. Untuk menu-menunya, lebih ke arah khas timur tengah.
Untuk menuju ke lokasi, Ajwad Resto Kebayoran ini cukup terjangkau menggunakan KRL Commuterline yaitu Stasiun Kebayoran dan MRT Blok M BCA, lalu dilanjutkan dengan transportasi daring.
Menu Makanan di Ajwad Resto Kebayoran
Berhubung kedatangan saya ke Ajwad Resto Kebayoran untuk silaturahmi dengan rekan-rekan blogger, jadinya tidak hanya seru tetapi juga terdapat aneka pilihan menu makanan yang tersaji. Bisa jadinya sekalian buat merekam jejak makanannya hehe.
1. Umm Ali/Abu Ali
Untuk menu yang ada di foto ini pilihannya Kak Ire, cuma saya nggak engeh nama menunya apa hahah, soalnya Kak Fanny memesan dessert juga. Jadinya agak-agak mirip antara Umm Ali (Rp 35.000) dan Abu Ali (Rp. 30.000)
Intinya sih menu ini adalah dessert yang isinya ada toasty bread, susu creamy, nutty topping, yang rasanya itu manis dan gurih.
Harga: Rp. 45.000
2. Nasi Goreng Ayam
Awalnya saya pikir kalau di resto yang menyajikan makanan timur tengah akan menyediakan juga nasi goreng. Eh ternyata pas lihat daftar menu ada pilihan Nasi Goreng Ayam. Hemmm, padahal saya tipe yang kalau ke resto pertama kali maunya pesen nasgor. Jadilah yang saya pesan yang lain. Pesenan nasi goreng ayam ini, pilihan menunya Mas Fajar.
3. Kambing Bakar Madu
Untuk menu Kambing Bakar Madu (Rp.145.000), ada lebih dari 1 rekan blogger yang memilih menu ini, dengan pilihannya masing-masing yaitu kambing bakar madu ada yang Uzbuki, Kabsah, dan Mandhi.
Pas menu ini datang, agak sesuatu karena aromanya yang segar, terus dalam hidangannya yang dalam keadaan panas diantar oleh petugasnya ke meja kami.
Harga: Rp. 150.000
4. Nasi Briyani Spesial Dajaj
Menu Nasi Briyani Spesial Dajaj ini adalah pilihannya Kak April. Menu ini bisa disajikan untuk lebih dari 2 orang. Tersedia juga ada sambal dan acar.
harga Rp. 35.000
5. Bubur Laham
Sedangkan saya memesan Bubur Laham. Alasannya, karena sebenarnya saya masih agak kenyang, jadinya memilih yang simple yaitu bubur. Selain itu, ingin mencoba yang agak berbeda, karena saya belum pernah mencoba bubur khas timur tengah hehe.
Ketika bubur laham tiba dan disajikan di meja saya, ada rasa hemmm, warnanya kuning cerah. Ada taburan bawang goreng dan irisan daun seledri. Buburnya masih agak panas, dan tidak disertai dengan kerupuk merah ya sebagaimana bubur ayam yang pernah kamu tahu hehe.
Di sini bukan kerupuk merah atau oranye, tetapi krenyesnya juga ada (yang warnanya coklat di foto, cuma saya nggak tahu namanya apa hihi).
Rasa bubur laham ini gurih, dengan rasa kejunya. Ada irisan daging kambingnya (laham) yang enak. Kolaborasi bubur dan kejunya lumer di mulut. Namun, ada terasa asin. Mungkin karena adanya keju kali ya. Jadinya untuk menetralkan serta agar lebih nikmatnya terasa, bisa tambahkan sambal yang disediakan. Rasa sambalnya enak, dan agak pedas.
Kalau untuk minumnya, saya memesan infused water. Bukan karena agar diet, tetapi sedang kepingin agak bener minumnya dan lagi sariawan pula, huhu.
Harga: Rp. 15.000
Penutup
Secara garis besar, menu-menu di Ajwad Resto Kebayoran ini asik untuk dijadikan pilihan. Terlebih seperti saat ini sedang momen Ramadan, bisa sebagai pilihan menu buka puasa yang nikmat.
Khusus untuk bubur lahamnya, juga enak, apalagi kalau saya bisa menuangkan sambalnya agak banyak kali ya. Saat itu, hanya se-ujung sendok saya menuangkan sambalnya, karena bukan tipe yang suka makanan pedas, dan karena takut diburu ke toilet juga kalau kepedesan, haha.
Kalau kamu, sudah pernah mencoba menu Bubur Laham Ajwad Resto Kebayoran juga? Atau ada rekomendasi bubur khas timur tengah apa nih yang siapa tahu bisa jadi pilihan saya ketika ke resto? Sampaikan di kolom komentar ya.
















Aku belum pernah ke resto ini. Jadi makin pengen. Ramai enggak ya?
BalasHapusIga bakarnya menggoda iman. Bubur Laham Ajwad-nya juga bikin kebayang rasanya—kayaknya cocok banget buat menu hangat saat berbuka atau sahur. Aku udh pernah coba um Ali cuma gak begitu suka karena buat aku terlalu manis
BalasHapuskalo saya ikutan, mungkin saya akan memesan nasi briyani atau bubur laham, dan gak akan memesan nasi goreng
BalasHapusLha resto khas timur tengah gitu lho, wajib memesan masakan timur tengah yang sulit ditemui di resto lain
Tapi sesuai selera ya? Mungkin ada yang gak suka masakan timur tengah yang kuat rempahnya
Aku jadi tahu lho kalau timur tengah juga punya bubur. Saya satu² makanan yang pernah saya makan tuh Nasi Biryani sama Nasi Biryani sama Nasi Kebuli, tapi yang bener² cocok di lidah cuma nasi Biryani. Hehehe...
BalasHapusKalau makanan timur tengah yang kuingat tuh rempahnya kerasa banget. Apa mungkin begitu juga ya dengan buburnya? 🤔
Porsinya kenyang ya di Ajwad Resto Kebayoran. Aku kalau resto baru biasa pengin nyobain menu, meski ujung-ujungnya berasa aneh sama rasanya hahah
BalasHapusTapi Bubur Laham ini bikin penasaran, pas juga karena lagi sariawan, biar tinggal nelan
Porsinya besar yaa... Penasaran deh, soalnya belum pernah sama sekali cobain kuliner timur tengah. Sepertinya lezat, terutama bagi yang suka bumbu rempah-rempah gini. Kayaknya pengen coba menu Bubur Laham ini...
BalasHapusKalau nasi biryani sudah pernah tapi kalo bubur laham ini belum pernah coba mbaa...jadi penasaran juga kayak apa rasanya..jadi ini perpaduan antara rempah dan keju gitu kali ya mba...bubur yang biasanya menggunakan ayam tapi kalo bubur laham ini menggunakan daging domba/kambing yg menjadi salah satu ciri khas kuliner timur tengah juga
BalasHapusah, kita memang akan mencari sesuatu yang familiar ya kalau ke restoran yang belum pernah didatengin. Dan biasanya jadi standard juga. misalnya pas pesen nasgor tau2 kurang cocok sama selera, aku biasanya enggan datang lagi.
BalasHapusKalau lihat dari foto2nya, aku ngiler sama kambing bakar madu. Kayaknya udah keendus bau wangi dari bumbu2nya ke otak nih pas ngetik komen.
Mohon maaf ya mbak fen, gara-gara saya jadi batal pesen nasgor. hehehe
BalasHapusTapi ya apa daya, kebetulan saya mah ga doyan sama daging kambing mbak. jadi pas liat di menu mostly kambing, langsung berasa lemes. untungnya ya ada opsi nasi goreng ayam ini. Lumayan lah, bisa jadi solusyen.
Tapi jujurly penasaran sama bubur laham juga nih. Kayaknya gurih ya, karena ada kejunya itu. Tp berhubung ada daging kambung.. maapkeun skip dulu
Tampilan buburnya menggoda banget mbak
BalasHapusMungkin saya pun tertarik memilih yang sama kalau datang dalam keadaan agak kenyang karena menu yang lain porsinya jumbo semua.
Baru tahu ada bubur juga ya di resto Arabian kayak gini, kupikir hanya Chinese Restaurant aja, pasti buburnya kebayang kaya rempah yaaa
BalasHapusmakannya sama sedikit sambal dan kerupuk .. tapi kalo liat toppingnya berlimpah gitu kayaknya udah cukup oke ya?
Umm Ali atau Abu Ali itu bikin penasaran deh. Tapi kalau manis emang cocok buat menu berbuka puasa ya
BalasHapusHarganya juga terjangkau
Apa mirip dengan olahan bubur sumsum di kampungku? Hehehe
ouwww laham tuh daging kambing thoo
BalasHapuskirain, laham singkatan dari olahan ayam. 😆🥱aakkk menariikk banget ini restonyaaa, super tempting.
makin asyiikkk karena kulineran bareng Blogger Bestieeee.
privilege tinggal di Jabodetabekk ye kaannn
Penasaran deh rasa buburnya... Tp kalau udh ke resto arab, itu kayaknya ga afdol kalau ga pesan nasi arab dan lauk 😂😂. Sementara kalau bubur msh bisa nanti. Makanya kemarin aku fokus ke kuliner yg arab aja 🤭🤭.
BalasHapusEnak2 sih menu si ajwad ini. Aku pribadi msh mau kalau balik lagi. Mungkin kalau DTG keduakali, boleh dicoba menu yg bukan arab 😄
Beruntung bisa makan di sana
BalasHapusSaya bolak balik mau ke sana belum kesampaian
Om ada di Jakarta tetapi belum sempat anter makan di sini
Semoga nexxt bisa incip bubur Laham Ajwad nya ustadz favoritku
Yeaaaah akhirnya si bubur itu di ulas juga. Aku penasaran sekali dengan rasanya. Penampakannya waktu itu sangat menggoda sekali. Kuning si terang, satu warna favoriteku.
BalasHapusYuuhuuu aku sambil membayangkan si keju beradu dengan dagingnya, langsung nelan ludah, enak banget itu, padahal lagi pantang daging wkwkwk. Kalau ada kesempatan kesana lagi, rasanya menu yang dikau pesan akan jadi pilihanku. Termasuk air minumnya hihi.
MasyaAllah, senengnya bisa bertemu teman-teman blogger sambil menikmati menu-menu andalan dari Ajwad Resto. Coba kalau bisa ketemu sama Ustadz Khalid Basalamah di sana, bisa-bisa sambil kajian juga, ya.. hehe. Next mudah-mudahan bisa gabung kalau ada ketemuan kaya gini. Kebayang hangat kekeluargaannya
BalasHapus