Kalau kita melihat wisata digital saat ini, dapat dikatakan digandrungi banyak orang, karena didorong oleh teknologi seiring kemajuan zaman. Nah kita bisa mencari destinasi bahkan menikmati pengalaman wisata secara virtual. Ini tak lagi menjadi tren semata, tapi juga sebagai langkah bertahan dan terus berkembang.
Apa Itu Teknologi Pariwisata?
Untuk pengertian teknologi pariwisata, adalah inovasi di bidang wisata bagaimana meningkatkan layanan, efisiensi, dan pengalaman wisatawan. Hal yang bisa kita rasakan perubahannya dari yang namanya sistem pemesanan online dan cara bayarnya secara digital, aplikasi perjalanan, virtual tour hingga kehadiran AI alias kecerdasan buatan.
Dari berbagai sumber, kalau jaman dulu untuk pemesan tiket entah itu penginapan ataupun perjalanan, kita mendatangi agen travel. Nah kalau sekarang? Cukup buka smartphone atau gawai apapun, semua bisa selesai dalam hitungan menit.
Bahkan yang paling asiknya, kita sebagai wisatawan bisa membandingkan harga, membaca ulasan dari pelanggan lain, hingga melihat foto/video lokasi secara real-time.
Tanpa disadari teknologi wisata ini juga membantu pelaku usaha. Misalnya hotel, restoran, dan pengelola destinasi yang bisa mengatur waktu operasional dengan lebih efisien, karena sistem digital yang terintegrasi.
Pariwisata Digital: Pengalaman Wisata yang Lebih Praktis
Dari teknologi wisata, maka hiduplah pariwisata digital yang memudahkan dan juga membuat lebih praktis.
Coba deh, mungkin saja nih saat kamu akan bepergian, eh kepincut karena melihat konten traveling orang lain di media sosial (Instagram, TikTok, Threads, Facebook, dan YouTube) maupun blog. Kalau bisa dikatakan, platform medsos udah seperti etalasenya pariwisata.
Apalagi, tatkala membaca review mereka yang sudah berkunjung lebih dulu, sehingga bisa memantapkan hati apakah lanjut pergi atau tidak. Jadinya reputasi digital punya pengaruh penting untuk kualitas layanan itu sendiri.
Bagaimana dari sisi pebisnis di bidang wisata?
Mereka juga mendapatkan manfaatnya, karena lewat sinkronisasi data, pelaku usaha wisata bisa meningkatkan layanan dari sisi destinasi, penginapan yang sesuai dengan minat pengguna. Ini membuat pengalaman wisata jadi lebih relevan dan menyenangkan.
Terlebih, pebisnis juga bisa mempromosikan destinasi wisata di tempatnya agar dikenal luas. Hal yang paling uniknya, bisa jadi ala-ala tempat hidden gems wisata juga. Ini peluang lho, orang-orang kerap mencari tempat wisata, khususnya di musim liburan, seperti libur lebaran kemarin.
Baca Juga: Seperti Apa Wonderful Digitalisasi Wisata di Indonesia
Digitalisasi Pariwisata: Transformasi yang Tak Terhindarkan
Meski menawarkan banyak manfaat, tentunya digitalisasi pariwisata juga memiliki tantangan. Hal yang paling disorot adalah belum meratanya infrastruktur di berbagai daerah, sehingga akses transportasi ke tempat wisata tersebut sulit untuk dijangkau.
Begitu juga dengan akses internet yang bisa saja belum stabil. Serta kemampuan digital dari SDM-nya yang belum memadai, mengingat ketika pariwisata digital berjalan maka akan banyak transaksi online yang semakin tinggi juga risiko kebocoran data. Oleh karenanya keamanan data juga menjadi perhatian penting.
Perubahan wajah industri wisata saat ini, dari yang semula serba manual menjadi lebih cepat, efisien, dan praktis dengan teknologi digital wisata tentunya perlu disambut baik. Dukungan juga perlu secara menyeluruh, dengan sinergi baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga wisatawan yang datang.
Teknologi pariwisata di era wisata digital tak lagi sebagai pilihan, tetapi menjadi kebutuhan. Pasalnya, pemanfaatan teknologi secara optimal, dapat mendukung pebisnis di bidang wisata ini dapat meningkatkan daya saing secara sehat, sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan. Dari situlah, adaptasi dan kesiapan menjadi kunci utama dalam menghadapi transformasi digital ini.










Yang paling relate buatku itu bagian bagaimana teknologi benar-benar mengubah cara kita berwisata, mulai dari cari informasi, booking, sampai eksplor tempat wisata yang semuanya serba digital. Sekarang tuh rasanya kalau mau liburan, langkah pertama pasti buka HP dulu, bukan lagi tanya orang atau lihat brosur. Dan itu memang jadi kebiasaan baru di era wisata digital masa kini.
BalasHapusBest experience bangett ini memang.
BalasHapusTransformasi digital ada di semua lini kehidupan.
Termasuk utk pariwisata ya...
Pastinya bikin kita makin excited dan semangat untuk traveling 💪💃
Pemilik semua usaha rata² harus mulai mendigitalisasikan usahanya, mulai dari sistem kerja sampai barang/jasa ke tangan konsumen. Karena ya .. dengan digitalisasi semua project dan pekerjaan tuh lebih ringkas, efisien dan nggak makan biaya banyak. Termasuk sektor pariwisata.
BalasHapusApalagi dengan adanya media sosial di beberapa platform, memungkinkan kita bisa klik link, masuk layanan pariwisata, booking dan munculah e-tiketnya. Setidaknya menghemat waktu buat antri loket dan cek schedule ini itu. Jangkauan pembelipun bisa jauh lebih luas. 🥰🥰
Aku bakalan gak tahu ada wisata apa saja kalau tidak ada promosi wisata di media sosial
BalasHapusMakanya memang tempat wisata tuh kalau mau rame kudu banyak yang review
Pastinya juga kudu berbenah dari segi pelayanan jadi orang tetap akan yakin mau ke sana karena review jujur pengunjung sebelumnya
pada saat ini mau tidak mau kita harus bertransformasi sesuai dengan kemajuan zaman, sektor Pariwisata juga tentunya harus bergerak ke arah digitalisasi.
BalasHapusKereta api yang di gunakan oleh berbagai lapisan masyarakat saja sudah menggunakan tehnologi pengenalan wajah untuk boardingnya, tentunya insan pariwisata juga harus gencar melakukan Literasi Digital kepada masyarakat disamping melakukan promosi wisatanya itu sendiri...
Kemajuan teknologi memang sangat berdampak pada perkembangan pariwisata. Wisata digital sudah merambah seluruh dunia, nggak cuma di Indonesia. Karena itu pelaku bisnis wisata pun harus siap dan mengikuti perkembangan teknologi juga tren pasar.
BalasHapusGa kebayang zaman dulu pas beli tiket msh hrs DTG ke travel agen. Aku ngalamin tuh 🤣. Mau beli tiket pulang ke Indonesia, cari travel agen dulu, ga pake banding harga , udh LGS book aja 😅.
BalasHapusSekarang udh mudah, pembayaran semua online. Tp memang keamanan data kita masih rentan ya mba. Beberapa kali loh CC suamiku di hack tiap kali pesan dari salah satu OTA A*oda. JD aku dah jaraaang bgt pesan2 dari sana. Memilih OTA yg lain
Sebagai traveler yg rutin bepergian, aku juga berharapnya akses transportasi di wilayah2 Indonesia ini makin merata dan mudah. Jgn cuma Jawa aja. Salah satu alasan aku jarang eksplor Indonesia dan lebih suka ke LN, Krn masalah akses transportasi nya
Pastinya segala sesuatu itu ada kelebihan dan kekurangan ya, Mbak. Termasuk pariwisata era digital ini. tanpa harus jauh-jauh, hemat waktu dan tenaga, bisa mengunjungi sebuah tempat wisata yang jauh lewat virtual. atau bisa juga jadi rekomendasi dulu bila akan ke sebuah tempat. Biar sudah ada bayangan dulu. Jadi lewat virtual dulu sambil dipersiapkan segala sesuatu bila ingin mengunjungi secara langsung.
BalasHapusNggak bisa menampik ya kalau teknologi pariwisata memang memudahkan kita selaku traveler. Cuma memang, masih ada tantangan yang harus dihadapi perkara teknologi pariwisata ini.
BalasHapusAku sih berharap teknologi pariwisata ini bisa merata gitu lho. Biar perjalanan kemanapun semakin nyaman dan aman terkendali dalam genggaman.
Mau tak mau digitalisasi akan menyentuh semua aspek kehidupan tak terkecuali dunia pariwisata. Wisata secara virtualpun sudah ada yang menawarkan jadi ya mau tidak mau diterima, tinggal bagaimana mengoptimalkan dunia digital untuk memajukan pariwisata
BalasHapusHalah, kalo ngomongin di Jawa Barat mah.. Boro-boro mbak.
BalasHapusYang ada tempat wisata tuh cuma kegedean premannya, banyak disetir sama ormas. Alhasil tuh tempat wisatanya jadi mahal banget tiket masuknya, padahal isinya mah biasa aja. Gak yang terlalu worth it juga. Makanya yaaa akhirnya ga berkelanjutan, cuma 1-2 kali dikunjungi dan langsung sepi.
Di kampungku sana trennya lagi begini nih. Satu per satu tempat wisata tutup, bukan karena apa-apa, tapi karena pengunjungnya tuh kapok. Males kesana lagi.
Padahal kalo diurus dengan baik dan benar... Bisa banget lho wisata tuh berkembang. Beradaptasi dengan kemajuan teknologi entah itu ticketing, atau bahkan mungkin adaptasi VR juga.
ke kalibata nyobain bakso urat
Bakso dibeli, dimakan di lobi
Beginilah wisata di Jawa Barat
Masuknya sekali, tiketnya bertubi-tubi
Betul banget, teknologi semakin berkembang dan tidak menutup kemungkinan dalam semua aspek terpengaruh. Salah satunya sektor pariwisata.
BalasHapusApabila sektor pariwisata mengoptimalisasi teknologi, tentu berdampak positif pada peningkatan jumlah wisatawan dan pendapatan. Tetapi, memang ada tantangan, harus siap baik dari infrastruktur hingga SDM nya.
Setuju banget, kemajuan teknologi juga mempengaruhi perilaku para calon wisatawan. Dulu takut zonk dateng ke tempat wisata baru karena belum ada internet/sosmed. Sekarang karena keberadaan teknologi, kita bisa antisipas dlu sebelum dateng ke tempat wisata
BalasHapussejak kehadiran berbagai teknologi digital memang sangat memudahkan ya bagi mereka yang ingin mengunjungi tempat wisata. Mulai dari beli tiket sampai review dari tempat wisata yang ingin dikunjungi bisa ditemukan dengan mudah dan sangat membantu dalam persiapan sebelum mengunjungi tempat wisata tersebut
BalasHapusmau mau ya ikutin perkembangan jaman, terdengar kejam tapi memang faktanya begitu. Di era teknologi yang serba canggih sekrng seluruh sektor memang kalau bisa melek teknologi knpa karena biar tidak tertinggal. Sallah satunnya sektor Pariwisata yg menjadi sektor penting dalam menaikan pendptan daerah .
BalasHapusKalau kita ttp kekeuh tidak mau berkembang ya pasti tertinggal , ini jdi PR buat semua linni ( masyarakat, pemerintah ) harus bersinergi nnih
dengan pemanfaatan teknologi sektor pariwisatnnya menningkat
Teknologi skrg bahkan bs mengubah cara kita berwisata. Kita bahkan bs berwisata dr kamar sendiri. Dgn berselancar di dunia maya, kita bs liburan, serasa kyk di lokasi wisatanya loh.
BalasHapusJadi kita bs bayangin keseruan di sana, tempatnya spt apa, bahkan ada yg real. Mgkn dr live akun2 medsos atau dr teknologi VR yg diadopsi tempat wisata. Keren emg zaman now.
Beberapa kali ikutan virtual tour, lumayan banget sih, apalagi kalau travelingnya ke lokasi2 wisata di luar negeri yang kalau kita ke sana sendiri biayannya mayan ya hehe :D
BalasHapusJadi kek minimal punya pengetahuan, syukur2 suatu saat nanti bisa punya duit untuk datang sendiri ke sana :D
Sektor pariwisata emang nggak bisa lepas dari teknologi juga, apalagi zaman now ya, mulai nyari travel aja udah googling, juga nyari2 lokasi wisata yang tepat buat bikin itinerary, booking2 tiket juga penginapan dll juga lebih mudah berkat teknologi.
Teknologi ini membuka peluang besar bagi industri pariwisata untuk berkembang. Memang sekarang digitalisasi bikin promosi destinasi jadi lebih luas, bahkan bisa menjangkau wisatawan dari berbagai negara hanya lewat konten online . Selain itu, teknologi juga membantu meningkatkan efisiensi dan pengalaman wisata jadi lebih personal, misalnya lewat AI atau platform digital .
BalasHapusBetul banget mbak Fenn,,,,kehadiran teknologi digital sangat membantu dalam memingkatkan pelayanan kepada pengguna. Saya pun sangat merasa terbantu, betul banget tuh mbak dengan teknologi urusan pemesanan tiket tidak susah lagi,,,,tinggal klik klik di internet semua masalah selesai.
BalasHapusSebagai penikmati traveling, teknologi itu sangat membantu sekali untuk pariwisata.
BalasHapusWalau hal yang utama dalam pariwisata itu adalah bagaimana sdm-nya punya kesadaran untuk menjadi tuan rumah yang menyamankan.
Setuju sekali apa yang dirimu tulis kalau infastruktur jadi alasan kuat dalam perkembangan pariwisata. Terutama di Indonesia yang punya ribuan kepulauan.
Semoga saja kedepannya makin membaik dan mampu bersanding dengan kemajuan teknologi.