Apa Itu Ritual Rambut Sewu?
Pengertian Rambut Sewu, kalau dari bahasanya, sudah terlintas ya dari kata sewu (bahasa: Jawa) yang artinya seribu. Berarti adalah ritual dengan seribu rambut.
Pada mulanya, Ritual Rambut Sewu ini bukanlah ritual sesat. Pasalnya kebiasaan rutin ini sudah hadir dari sejak ratusan tahun yang lalu, saat masyarakat pedesaan di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta bergantung dengan alam.
Misalnya nih, ketika musim kemarau melanda, yang kerap kali akan mempengaruhi keringnya sumber air, tanaman yang di tanam di sawah akan gagal panen, hingga bertebarannya penyakit.
Sejarah Rambut Sewu
Dari situlah, para tetua desa mulai melakukan ritual kuno dengan cara mengumpulkan satu helai rambut dari setiap keluarga, sebagai tanda harapan dan doa demi keselamatan masyarakat agar hujan turun, panen melimpah, terhindar dari wabah penyakit.
Lalu rambut yang terkumpul berjumlah seribu atau lebih itu akan diikat di pohon beringin, sendang tua ataupun tempat-tempat sakral. Kemudian pada malam harinya, masyarakat berkumpul dengan membawa hasil alam seperti bunga, padi, air kendi hingga dupa. Konon kabar yang beredar, hujan pun turun setelah ritual rambut sewu dilakukan. Sawah pun kembali menghijau dan panen raya.
Keserakahan yang Datang pada Diri Mereka
Entah mengapa, pepatah yang mengatakan: “sudah dikasih hati, malah minta jantung” seperti bukan sekadar bualan semata. Ketika mereka mendapatkan sesuatu yang bernilai, keserakahan pun mulai merasuki diri.
Tadinya meminta hujan dan keselamatan, berubah jadi meminta kekayaan. kekuasaan, pengasihan, hingga kelancaran bisnis. Permintaan rupa-rupa yang datang karena dilandasi hawa nafsu belaka. Padahal para tetua di desa, menolak perubahan yang dilakukan masyarakat itu. Namun, bagi mereka yang memang tamak, tetap melaksanakannya, bahkan hingga bersekutu melalui perjanjian gaib.
Terbitlah Satu Langkah Getih
Seiring berjalannya waktu, Ritual Rambut Sewu pun berubah menjadi hal menyesatkan yang bernama Satu Langkah Getih. Mereka yang melakukan ritual ini harus memberikan:
- beberapa helai rambut asli yang merupakan identitas jiwa.
- darah dari tubuhnya sendiri yang menjadi simbol sumpah kehidupan.
Kapan pelaksanaan Satu Langkah Getih ini? Di tempat sunyi seperti hutan, sendang tua atau makam keramat saat malam hari.
Satu Langkah Getih, sebagai satu langkah demi mewujudkan harapkan, dengan satu getih (darah: bahasa Jawa) sebagai bayarannya.
Baca Juga: Waspada Sekitarmu, Ini Ulasan Film Cyber Heist
Mitos hingga Sekarang tentang Ritual Rambut Sewu
Apakah mitos Rambut Sewu masih dibicarakan? Iya, meski secara sembunyi-sembunyi. Pasalnya ada yang menganggapnya sugesti belaka, atau seperti kisah turun temurun.
Terlebih dari cerita yang beredar, ada-ada saja pedagang yang keluarganya sakit tetapi dianya kaya raya. Lain lagi kisah tentang warung yang ramai seketika, meski si pemilik warung tersebut kerap mendengar bisikan setiap malamnya.
Baca Juga: Ulasan Film Sujud Terakhir Bapak
Mungkin seperti tidak kemakan logika ya. Namun, tetap saja menjadi cerita yang menarik untuk dibahas, karena selain melambangkan simbol spiritual cerita rakyat Jawa, kepercayaan leluhur, hingga sebagai pertanda untuk waspada dari rasa serakah.
Kalau pembaca blog fennibungsu.com ingat dengan ucapan orang tua dahulu, bahwa: “jangan meminta lebih dari yang mampu kamu bayar.”
Tak disangka memang, tradisi yang semula lahir dari kebersamaan dan munajat, bisa berubah sedemikian rupa hanya karena ambisi pribadi yang tamak. Semoga kita terhindar dari hal negatif tersebut, aamiin. Apakah kamu pernah mendengar mitos Ritual Rambut Sewu?











Posting Komentar