Hal apa ya yang membuat hati lebih tenang, apakah memiliki rumah dengan segala fasilitasnya?
Apa karena tidak memiliki utang?
Ataukah karena punya banyak tumpukan uang, beragam aset investasi, dan penuhnya tabungan di rekening?
Atau mungkin karena bersama keluarga terkasih sehingga diri lebih tenang?
Empat hal di atas bukan sekadar impian belaka untuk hidup yang menenangkan, tetapi bisa menjadi ujung tombak bahwa ketenangan melakoni rutinitas sehari-hari pasti memiliki fondasinya. Akar fondasi ini dapat dilihat dari sisi yang lebih lagi dalam menjalani hidup yaitu energi.
Energi untuk berjuang menggapai cita-cita dan meraih kehidupan yang layak.
Energi untuk belajar hal baru dan menempuh pendidikan.
Energi untuk membangun kesejahteraan bersama yang dimiliki oleh suatu bangsa.
Pasalnya bangsa yang berkembang, seperti Indonesia, untuk menggerakkan roda perekonomian dan sumber daya menjadi faktor penting yang menentukan kualitas hidup masyarakat, karena memiliki pasokan energi yang aman, dapat diandalkan, dan terjangkau.
Baca Juga: Tentang Energi Listrik yang Menggunakan Panel sebagai Energi Terbarukan
Bila pasokan energi terganggu, tentunya dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan dalam bermasyarakat maupun stabilitas negara, mulai dari ekonomi rumah tangga hingga pelayanan publik. Dengan energi yang terjamin, masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih nyaman, produktif, dan sejahtera.
Mengapa Energi Jadi Penopang Kehidupan Masyarakat?
Bayangkan, dari semenjak bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali saat waktu malam, berapa banyak energi yang dibutuhkan.
Singkatnya bila disebutkan satu persatu seperti energi listrik, energi gerak, energi kimia, energi surya, energi mekanik, energi termal dan masih banyak lagi yang kesemuanya itu tidak hanya berakar pada energi dalam tubuh tetapi juga energi di sekitar tubuh kita beraktivitas.
Seperti saya yang bekerja secara mobile, mengandalkan energi listrik untuk charging perangkat yang saya gunakan bekerja. Saya pun mengandalkan energi terbarukan ketika bekerja menggunakan transportasi umu, salah satunya adalah MRT (Moda Raya Terpadu).
MRT sebagai transportasi urban di Jakarta, bisa diandalkan untuk mobilitas saya, bahkan penumpang lainnya sehingga bisa mendukung lingkungan hijau yaitu beralih dari transportasi pribadi.
Apalagi nih terjadi peningkatan yang signifikan jumlah pengguna dari tahun 2024 hingga ke tahun 2025 yang melayani 46,5 juta penumpang atau rata-rata orang per hari sekitar 127 ribu orang lebih. Tentunya, hal ini juga berdampak pada penghematan energi juga kan?
Dari situ, betapa besarnya kebutuhan energi untuk kelangsungan hidup. Tentunya kebutuhan untuk yang bangsa besar ini pun juga amat besar.
Oleh karenanya, pasokan energi yang ada perlu selalu tersedia. Walau sedang meminimalisir ketergantungan dengan energi fosil, kita bisa dengan cepat memanfaatkan energi terbarukan.
Pantas saja bila negara sahabat kita yaitu Brunei Darussalam menyimak bagaimana negeri kita mengembangkan sumber energi baru terbarukan (EBT) sebagai diversifikasi pembangkit energi.
Hal itu terjadi, ketika Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum, Indonesia dan Brunei saling bertemu dan tertarik membahasa transformasi energi yang telah dijalankan Indonesia.
Energi Aman Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Bila ketersediaan energi kita aman, maka pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan, begitu juga biaya operasional dapat ditekan sehingga produktivitas meningkat. Pelaku usaha, baik skala kecil maupun besar, pastinya membutuhkan pasokan energi yang stabil guna menjalankan operasional mereka dan menguatkan daya beli masyarakat.
Namun, bila stabilitas energi kita terganggu, tentunya kerugian ekonomi tak dapat dihindari. Produksi dapat terhenti, distribusi barang terganggu, aktivitas perdagangan melambat dan masyarakat tidak dapat memanfaatkannya secara optimal. Oleh karena itu, keamanan energi menjadi faktor strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga: Bagaimana Transisi Energi Hijau berdampak untuk Bangsa
Energi Berkelanjutan untuk Masa Depan Indonesia
Ketangguhan energi bukan hanya tentang ketersediaan energi saat ini, tetapi juga kesiapan negara (dalam hal ini pemerintah pusat dan daerah) untuk memenuhi kebutuhan generasi mendatang. Oleh karena itu, pengembangan energi terbarukan menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem energi yang berkelanjutan.
Negeri kita punya potensi besar dalam pemanfaatan energi surya, air, panas bumi, angin, dan biomassa. Pengembangan sumber energi yang ramah lingkungan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, diversifikasi sumber energi juga meningkatkan Ketahanan Energi Indonesia sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.
Walau memang di satu sisi, tantangan pemerataan akses energi masih menjadi perhatian penting dalam pembangunan nasional.
Kehadiran energi yang merata hingga ke daerah terpencil dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Dengan demikian, keamanan energi tidak hanya berdampak pada kenyamanan hidup, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Peran Masyarakat dalam Mendukung Ketahanan Energi
Masyarakat juga memiliki peran penting untuk mewujudkan energi yang aman dan tangguh dengan penggunaan energi secara bijak dan efisien.
Kebiasaan sederhana seperti mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, menggunakan teknologi hemat energi, serta mendukung pemanfaatan energi terbarukan dapat memberikan kontribusi nyata sekaligus upaya pelestarian lingkungan.
Selain itu masyarakat juga bisa secara kreatif dan mandiri membangun ketahanan energi seperti yang dilakukan oleh Ibu Sri Wahyuningsih di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.
Wanita yang kerap disapa Bu Ning ini memanfaatkan air hujan dengan mengumpulkannya dalam konsep “lumbung air”. Air hujan tersebut melalui tiga tahap filtrasi dan nantinya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat secara gratis.
Dari situ dapat disimpulkan bahwa, pentingnya seluruh elemen bangsa bekerja sama dalam menjaga Ketahanan Energi Indonesia.
Pemerintah dan perangkatnya, bersama masyarakat saling mendukung agar ketersediaan energi saat ini bisa dinikmati jangka panjang oleh generasi mendatang dan pastinya dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.










Anak saya juga udah mempraktikan di rumah nih
BalasHapusAir hujan ditampung ke dalam kolam setinggi satu lantai
tapi sementara ini hanya untuk mandi, belum 'tega" untuk diminum
walau anak saya ambil S3 untuk mengolah air limbah menjadi layak pakai
Seenggaknya sudah memanfaatkan sumber air lain, selain air tanah, Ambu. Andai bisa sekalian bisa memanfaatkannya untuk air konsumsi tanpa ragu akan lebih baik lagi ya, Ambu
HapusSudah seharusnya kita ikut mendukung program penghematan dan kelestarian alam
BalasHapusKarena jika terjadi krisis energi, manusia itu sendiri yang akan rugi
Tapi emang bener salah satu yang bikin saya tenang, dari empat point yg dijabarkan, yg terbuat bagi saya adalah saat tidak punya utang. Hehe...
Artikel ini ngena banget, karena bahasan soal ketahanan energi sering terdengar “berat” dan jauh dari kehidupan sehari-hari, padahal efeknya dekat banget dengan kita; dari listrik di rumah, harga BBM, sampai biaya hidup yang ikut terdampak.
BalasHapusAku suka cara kamu ngebawain topik ini dengan ringan tapi tetap berbobot, jadi pembaca awam pun bisa paham kenapa isu ini penting buat masa depan Indonesia. Kadang kita baru sadar betapa berharganya energi saat listrik padam atau harga bahan bakar naik!!!
jadi makin kebuka bahwa ketahanan energi itu bukan cuma urusan pemerintah atau industri besar, tapi juga soal kesadaran kita bersama untuk lebih bijak menggunakan energi. Insightful banget dan enak dibaca sampai habis
Krisis energi ini jadi topik yang sangat krusial saat ini ya mbak.
BalasHapusRencana pemerintah mengalihkan sumber energi LPG ke kompor listrik menurut saya masih perlu dikaji mendalam mengingat listrik saja masih sering dipadamkan bergilir.
Memang perlu sekali mencari sumber energi terbarukan yang bisa membantu kita mencapai ketahanan energi nasional.
Manusia hidup memang nggak lepas dari energi. Rasanya, apapun yang kita butuhkan kayak butuh energi semua.
BalasHapusPas mati lampu kerasa banget.
Betul. Karena itu kita harus mendukung program hemat energi ya. Paling tidak di rumah yg bisa kita lakukan dengan menghemat pemakaian air dan listrik. Jangan dibiarkan mengalir atau nyala kalau tidak dipakai
HapusPas mati lampu lama gini, pasti terbersit dipikiran knpaa nggak nyetok panel surya hehehe
HapusSoalnya pas di Aceh mati lampu seminggu pasca banjir, panel surya dan genset termasuk dlm pembelian yg paling banyak
Setelah ketahan pangan kini yang harus juga di fikiran adalah ketahan energi, memang benar kita semua bergantung kepada energi, sedangkan energi yang biasa kita pakai saat ini mulai terbatas ketersediaan, perlu adanya sebuah program untuk mendorong masyarakat mengkonversi kebutuhan energi kepada energi terbarukan
BalasHapusKetahanan energi itu sangat penting karena kehidupan kita sangat bergantung pada energi saat ini dan apabila kekurangan energi terjadi akan menjadi malapetaka yang sangat mempengaruhi kehidupan orang banyak Oleh karena itu kita sebagai orang Indonesia harus bersama-sama mempersiapkan ketahanan energi dan juga bisa menggunakan energi terbarukan sebagai salah satu alternatif energi yang bisa mendukung kehidupan kita sehari-hari
BalasHapusSubhanallah, ide lumbung air ini bagus sekali. Ketika kemarau dan air langka maka bisa ambil aliran air dari sana. Patut ditiru di tempat lain.
BalasHapusBisa jadi amalan yang pahalanya gak berhenti mengalir
HapusAku sendiri berusaha ikut andil meski kecil yaitu kalau mereka sedang buka donasi, bisa ikutan
Namun, biasanya kalau urusan pemerintah atau negara begini harusnya banyak dilakukan karena pahalanya luar biasa karena manfaatnya mengalir luas
ketahanan energi mutlak dibutuhkan terlebih bagi daerah yang kekurangan pasokan energei. partisipasi dari pemerintah harus benar-benar maksimal untuk memberikan akses kemudahan bagi ketahanan energi nasional
BalasHapusPerang Amerika - Iran yang terjadi beberapa waktu lalu (yg katanya skrg udah damai ya), itu akhirnya membuka mata kita bahwa perkara energi ini sangat krusial dan masih cukup fragile ya. Ada kendala logistik sedikit saja, di Indonesia langsung chaos dan terjadi pemadaman bergilir. Apalagi kalau situasi makin ga kondusif?
BalasHapusMakanya saya pribadi si mengupayakan sebisa mungkin agar energi dikelola dengan baik dan bijak. Diciptakan dari energi terbarukan, dan dimanfaatkan dengan maksimal tanpa ada banyak yang terbuang.
Moga aja Indonesia pun bisa termasuk pada negara yang pembangkit listriknya 'go green' semua ya di masa mendatang. Bukan bakar bara-bara an lagi.
seharusnya memang seperti itu ya mba... masing2 antara pemerintah dan rakyatnya saling support.. kita ga bisa lagi mengandalkan dari tenaga fossil yg lama2 habis... jadi energi terbarukan sudah harus dikembangkan.
BalasHapuskayak case baru2 ini, gangguan listrik di pulau jawa, ga kebayang itu kerugiannya berapa... yg ada kulkas, daging2 di dalam bisa rusak. belum masalah lainnya yg terganggu. semoga aja pemerintah benar2 serius mengembangkan energi terbarukan yg bisa dipakai merata dari timur ke barat
Air hujan itu bener² bermanfaat banget mbak. Dan Bu Ning ini melihat potensi dari air hujan tersebut lalu dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Kerennn..
BalasHapusSaya sendiri pakai air hujan untuk menyiram tanaman. Karena dari berbagai sumber banyak yang bilang, kandungan dalam air hujan bener² bagus untuk tanaman. Namun memang untuk dipakai manusia apalagi mungkin untuk minum atau masak, perlu ada filtrasi khusus yang menyaring kuman dan termasuk kandungan asam yang ada dalam hujan.
saat ini kita memang sangat bergantung pada energi fossil ya. dan akibatnya ketika pasokan batubara kurang sekarang malah terjadi pemadaman bergilir setiap hari hedeh. Semoga saja ke depannya energi terbarukan bisa menjadi alternatif baru dalam sumber energi kehidupan sehari-hari
BalasHapusSaya sekali ini, Mbak Fen, Energi penopang kehidupan. Bayangkan dari bangun tidur sampai akan tidur malam, kita membutuhkan energi. Bahkan saat tidur pun, sederhananya menyalakan kipas angin. terus energi meningkatkan perekonomian juga benar. Karena sebentar saya mati listrik, tidak ada operasional dan berapa kerugian. Makanya harus bijak ya, memanfatkan energi yang ada. Kalau perlu mrnciptakan energi perbaharuan.
BalasHapusfondasi ketenangan hidup itu salah satunya memang dari ketahanan energi yang stabil. Menarik banget cerita tentang MRT Jakarta dan inovasi lumbung air hujan Bu Ning di Sleman.
BalasHapusTernyata langkah kecil seperti mematikan listrik yang tidak dipakai atau mengandalkan transportasi umum bisa berdampak besar bagi bumi kita. Keresahan kita kalau pasokan energi terganggu itu nyata sekali, karena semua aktivitas harian pasti ikut mandek.
Yuklahhhh gaskeuuun, kita mulai lebih bijak menggunakan energi sehari-hari demi masa depan generasi penerus nanti.
Bener kak Don... Miris lho dengan pemadaman bergilir (eh .. nyala bergilir seh.. 😮💨)
HapusKalau transisi energi ini bisa bener² fokus dan dikerjakan dengan baik, kita bisa lho lebih mandiri di bidang energi.
Sungguh salut sama pemanfaatan air hujan ini misalnya. Dari kelimpahan sumber, bisa memanfaatkan, dan akhirnya membawa manfaat ke orang banyak. ❣️❣️
Pemerintah, rakyat...pokoke semia stakeholder kudu bahu membahu dan bekerjasama optimal
BalasHapusSupaya tidak ada krisis energy..semua bisa berjalan dengan aman, nyaman.
Kita ga bisa terlepas dr energi, apapun bentuknya. Dgn energi, kita bs bergerak ke sana ke mari. Bs hidup tenang tanpa kepanasan atau kegelapan lagi.
BalasHapusTp di luar sana msh bnyk masyarakat yg blm bs menikmati energi spt lampu hingga air bersih. Blm lagi kendaraan yg memadai utk hilir mudik dlm beraktivitas.
Smg pemerintah trs menyediakan energi apapun bentuknya dgn mudah dan murah. Spt di Undang-Undang, energi dan kekayaan alam dari bumi digunakan dan dimanfaatkan sebaik2nya utk masyarakat.
BalasHapusSaya sepakat dengan statmen bila stabilitas energi kita terganggu, tentunya kerugian ekonomi tak dapat dihindari. Ini seperti yang terjadi di Kalsel, selama beberapa minggu ini listrik byar pet (pemadaman bergilir). Endingnya pelaku UMKM banyak yang kelimpungan karena saat mereka proses mengoventiba-tiba listrik mati, jadi adonan akhirnya bermasalah karena belum diproses sempurna. Bisa kita hitung kerugiannya karena ini terjadi hampir setiap hari, dan jadwal pemadaman pun tidak bisa diprediksi. Karena beberapa kali maju dari yang sudah dijadwalkan.
Pasokan energi yang aman memang penting. Karena jika pasokan energi terganggu, maka pengaruhnya bisa ke mana-mana.
BalasHapusPenting juga untuk memikirkan dan mengembangkan sumber energi terbarukan agarbpasokan energi semakin terjamin. Salah satunya dari tenaga surya yang melimpah di garis katulistiwa.
Saya suka dengan gebrakan Bu Ning yang memanfaatkan air hujan untuk digunakan untuk kebutuhan air sehari-hari. Satu langkah nyata kreatifitas masyarakat dalam memanfaatkan energi yang ada di bumi
BalasHapusNah itulah mbak, kita nggak bisa mengandalkan pemerintah mulu buat supply energy, masyarakat juga kudu ikut mikir yaaa. Minimal banget berhemat deh.
BalasHapusTrus kalau ada resourcenya ya coba bikin sesuatu yang menghasilkan energi sendiri, entah memanfaatkan sinar matahari, air hujan yang sering turun dsb.
Kalau bisa fokesnya emang ke energi yang ramah lingkungan dan nggak bakal habis sih yaa
Bener banget, energi ini memang jadi kebutuhan utama dalam kehidupan. Semua aktivitas kita membutuhkan energi
BalasHapusTerimakasih sharingnya Kak..mengalir dan mencerahkan! Ohya keg keren Ketahanan Energi yg dilakukan Bu Ning dari Sleman itu bagus juga bila bisa diterapkan di daerah2 lain yaa..
BalasHapusEnergi buat ku gak cuman bertahan tapi sangat butuh untuk kehidupan sehari-hari. Tanpa energi rasanya hidup hampa.
BalasHapusWah.. Bu Sri Wahyuningsih dari Ngaglik, Sleman? Tetangga beda kecamatan ini denganku. By the way, aku pun sering menampung air hujan untuk lebih menghemat air, tapi masih sebatas untuk mencuci saja. Setidaknya ada yang kita upayakan mengingat sumber energi sangatlah terbatas.
BalasHapusbicara soal energi komples sih, karena terkait kebijakan dan kebiasaan masyarakat, at least kita bisa melakukan hal-hal yang real bisa dilakukan untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan semisal hemat energi dan air.
BalasHapusEnergi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi energi dapat diubah bentuknya atau dipindahkan dari satu sistem ke sistem lainnya. Dengan memanfaatkan yang sudah disediakan oleh alam, sebenarnya kita berusaha menjaga ekosistem yang ada.
BalasHapussekarang memang semakin banyak yang memilih mobil atau motor listrik untuk transportasi karena lebih hemat yaa. tapi semoga nanti ada alternatif yang lebih murah ya untuk energi terbarukan ini
BalasHapusDiversifikasi sumber energi sebetulnya sudah menjadi permasalah sejak beberapa waktu silam apalagi saat ini kita sudah mengalami krisis energi . Jika harus tergantung terus menerus dari bahan bakar fosil ya ga lama lagi akan habis juga padahal untuk memperolehnya membutuhkan waktu jutaan tahun.
BalasHapusLangkah awal yang diambil bu Ning menarik dan bisa dipraktikkan, mulai dari yang mudah dan dapat dilakukan terlebih dahulu
Ketahanan energi memang menjadi isu yang semakin penting sekarang. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan besar, tapi kita sebagai masyarakat juga bisa ikut berkontribusi lewat kebiasaan sederhana dalam menggunakan energi secara lebih bijak. Semoga semakin banyak inovasi yang bisa mendukung kebutuhan energi sekaligus tetap menjaga lingkungan
BalasHapus