Langsung ke konten utama

Antara Istinja dan Tumbler

Masya Allah sudah mau lanjut ke minggu ke dua bulan Januari 2023 nih. Tentunya banyak kegiatan ya yang telah dilakukan. Sekolah dan kantor kembali ramai. Begitupula jalanan dan angkutan umum publik yang padat merayap. Atau mungkin di antara kamu masih ada yang menikmati liburan indah sedang berada di suatu pulau atau negara idaman (asiik).

Tak mengapa dimanapun dan rutinitas apapun yang sedang dilakukan, atau mungkin masih mager buat beraktivitas, yang penting bisa sambil baca Kisah di Blog Fenni Bungsu ini, yang #SemangatCiee kasih informasi sehingga membuat kamu bahagia dan melupakan masalah yang pernah ada (aamiin). Walau ketika artikel ini kamu close, masalahmu kembali hadir (apa seehh, wkwkwk).

Bawa Air Minum dari Rumah Itu Asik Loh!

Berhubung ada deadline yang masih bisa ditolerir waktunya (uhuuy), saya mau berbagi kisah dulu nih. Ini terkait botol minum alias tumbler dan air putih. Alhamdulillah, kalau bepergian mau itu ke tempat kerja maupun hangout sebisa mungkin saya membawa air minum dengan tumbler.

Yes, ini air minum bawa dari rumah ya, bukan air kemasan. Soalnya kalau air kemasan, misalnya saya lagi liputan ke suatu tempat belum tentu lokasi tersebut mengijinkan botol kemasan itu bisa turut masuk. Jadinya selalu pakai tumbler. Nah manfaat bawa minum sendiri dari rumah ini, pastinya kamu sudah hapal di luar kepala, seperti:

  • Kalau pas haus, bisa minum kapan saja. Tanpa perlu gerasak-gerusuk cari mini market atau coffee shop buat minum.
  • Air lebih higienis, karena paham dan tahu airnya dimasak lebih dulu atau dalam kondisi bersih dan tanpa bahan pengawet.
  • Air minum yang dibawa bisa disiapkan dalam keadaan dingin dengan tambahan es batu, atau dalam keadaan hangat.
  • Bisa mengatur sendiri mau bawa air minum dalam ukuran banyak atau tidak, sehingga bisa dihabiskan.
  • Tidak perlu membuang botol minum saat habis, karena bukan dalam bentuk kemasan botol plastik sekali pakai.

Udah segitu saja manfaatnya bawa botol air minum sendiri dari rumah? Pastinya sih ada lagi, dan bisa kamu tambahkan juga di kolom komentar ya sekalian kita sharing. Namun, ada hal nih yang menjadi urgentnya manfaat membawa air minum sendiri dari rumah ketika bepergian, dan ini berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Saat Saya Harus Merelakannya…

Jelang akhir tahun 2022 lalu, saya ada tugas liputan di salah satu gedung bilangan Jakarta Pusat. Seperti biasa udah siap dengan perintilan kerjaan, dan membawa air minum dengan tumbler dalam kondisi hangat. Perjalanan saat itu dari rumah ke lokasi sekitar 1 jam lebih menggunakan bus TransJakarta.

Baca Juga: Tanggal 15 Oktober Ada Apa?


Tak lama kemudian, terasalah gelisah dalam diri, “saya mau ke toilet”. 

Diri pun berusaha untuk sabar, “dikit lagi sampe.” 

Dan benar saja, beberapa menit kemudian sampai lah di halte tujuan. Saya langsung buru-buru tap out, terus jalan sebentar menuju lokasi. Masuk ke gerbangnya, sigap deh mencari, “toilet, kamu di mana?”

Bersyukur pas lagi bawa si Tumbler, dan dia bisa menampung air banyak yang tutupnya berwarna hijau ✅ 

Hap..hap…hap..hap kaki melangkah dan menemukan peta gambar toilet.  Baca doa, dorong pintunya, langsung deh masuk. Tas digantung, pencet flusher, ambil tisu, bersihkan bagian sisi dudukannya, …dan brrrr, hajat selesai. Eits, ada yang gak beres nih ketika mau istinja..

“Loh kok, handheld sprayer-nya gak keluar airnya?”

Saya tekan dan tarik handheld sprayer-nya tetap tidak ada tanda-tanda air muncul. Ah mungkin kerannya ditutup yak..

Saya usahain buat buka… eh gak kebuka dong..

Wadidaw, mesti gimana nih?

Puter kanan kiri dan segala sisi, gak bisa juga itu keran….

Alhasil, ambil tumbler yang saya letakkan di sisi samping tas, lalu istinja menggunakan air minum yang saya bawa dari rumah, huhu..

Baca Juga: Kok Ribet Sih? Repot, Tauk!

 

Thanks for My Tumbler

Antara sedih karena harus menahan haus, kocak gak jadi minum, deg-degan takut gak bisa istinja, jadi satu semua saat itu. Ya kan gak mungkin saya, main keluar gitu saja dari toilet tanpa beristinja alias cebok.. Sedangkan dalam Islam, hal ini salah satu bagian dari fiqh yang kalau tidak istinja maka tidak sah solatnya, serta di alam kubur nanti siap-siap dapat salam tempel. 

Kelar dari urusan di atas, saya harus lebih teliti lagi saat masuk toilet buat memeriksa tidak hanya bagian flusher saja tetapi juga bagian handheld sprayer, dan yang utama membawa botol minum, karena dapat manfaat urgent-nya, ya ini hehe. Mungkin terlihat receh, tetapi sebagai muslim istinja bukanlah hal yang sepele, ya gak sih?

Dari 4 tumbler ini, manakah tumbler yang ketika itu si Fenni Bungsu bawa?

Apakah kamu pernah mengalami seperti pengalaman saya di atas? Atau ada hal-hal berkaitan dengan penggunaan air minum yang dibawa dari rumah ternyata malah gak jadi diminum maupun kaitannya dengan istinja? Cuss, curcol bareng kita kuy biar jadi selayang pandang ringan juga buat yang membaca artikel ini. 

Komentar

Wak Lat mengatakan…
waduuhh gawat nih gak ada air dlm toiletnya., untung mbak bawak air tumbler ya., ;p
Reyne Raea / Rey mengatakan…
wkwkwkwkwkw, kocaaakkkkk jadinya say.
Tapi ceritanya jadi kayak pengingat nih buat saya, biasanya saya juga cuman cek flusher aja sama bersihin dudukan toilet, ternyata wajib juga cek ketersediaan air di jet showernya :D

Jijay tralala sih kalau ga ada air, bahkan pipis aja, nggak ada air buat bersihin rasanya risih, apalagi BAB :D
Adi mengatakan…
Apakah jawabannya yang tumbler D? Hehehe, saya sekarang makin hati-hati agar tumbler ga rusak atau hilang lagi.
Maria G Soemitro mengatakan…
kalo saya butuh tumbler karena menolak botol plastik dalam kemasan, khususnya kemasan cup.

karena merupakan kemasan sekali pakai

dan kita tahu, mikroplastik masih jadi pekerjaan rumah terberat kita
lendyagasshi mengatakan…
Rasanya pengalaman menggunakan botol minum ini aku belum pernah ngalamin yang aneh-aneh sih.. Tapi mertuaku, pernah.
Beliau tipe yang jarng buang botol plastik minuman kemasan, Sehingga sering dicuci bersih dan diisi air mineral lalu ditaruh kulkas. Hobi banget keluarga suami tuh minum air dingin.

Suatu hari, Mama ngisi bekas botol minuman jeruk lemon dengan air sabun untuk ngepel. Mama tuh kreatif gitu.. Tutupnya dilubangi, sehingga pas ngepel enak ngluarin sabun pelnya.

Papah yang gak tau isinya sabun, main samber aja, dikira air lemon.
Subhanallahuuu..

Papa ketawa sambil cerita.
Trus Mama sama aku jelas khawatir. Alhamdulillah, Papa bilang, ya langsung dimuntahin, wong pait.

huhuh... ini semacam pembelajaran juga siih.. Kudunya dikasih label gitu ya..
Atau minimal, label minumannya dicopot biar jelas isinya.
Annie Nugraha mengatakan…
Mau ketawa tapi gak tega hahaha. Tapi bener adanya tumbler jadi penyelamat ya. Bayangkan gimana gak enaknya habis istinja terus gak bisa cebok dengan air. Sementara kita sudah terbiasa bersih, membuang hadas dengan air. Safe by tumbler ini judulnya ya Fen hahaha.
Bambang Irwanto mengatakan…
Alhamdulillah, saya sekarang ke mana-mana bawa botol minum, Mbak. Saya bawa dua. satu isinya teh hangat, satu lagi air putih. Dan selain tidak menimbulkan sampah botol, juga hemat.
Walau belum pernah mengalami masalah toilet, tapi bawa botol minum jaid penyelamat ya, Mbak. hanya saya kalau pas masuk toilet umum, saya ceki-ceki dulu. Dan saya sebenarnya lebih suka toilet duduk kalau di tempat umum. Lebih higenis hehehe.
Dian Restu Agustina mengatakan…
Nah bener, menyoal istinja, suka bingung kalau ga ada sprayer atau kran berselang buat cebok di toilet kering. Memang sih belum pernah pakai air di tumbler buat gantinya. Tapi jadi mikir iya syukur juga pas bawa bekal air di tumbler jadi pas urusan darurat bisa dipakai ya
Irawati Hamid mengatakan…
saya pernah mengalami kejadian serupa, untungnya punya stok minuman botol di dalam tas plus tisu basah. kejadian kayak gini memang harus dipikirin yaa karena sewaktu-waktu bisa aja kita apes dan mengalaminya. gak kebayang kalo gak ada persiapan, pasti panik banget
Yuni Bint Saniro mengatakan…
Kadang aku kepikiran kejadian begini sih pas memutuskan bawa minum sendiri tuh. Secara ya kita kan nggak tahu gimana mekanisme toilet yang kemungkinan kita temui di jalan. Jadi, nggak menutup-kemungkinan kita bakal menemukan kejadian seperti ini. Daripada nggak bisa cebok ye kan. Hehehe
Lia Yuliani mengatakan…
Duh, malah ada kuisnya ini hihi .... Pilih yang mana ya, kuning bukan? Kebayang banget nih Mba Fen pas kebelet, eh gimana mau ngebersihinnya? Untung ada tumbler penyelamat. Eh tapi habis itu kebayang terus ngga sih kalau mau minum pakai tumbler itu. Hihi
Nengsih mengatakan…
Kisahnya menarik sekaligus lucu ya mbak. Untung ada tumbler si penyelamat. Btw, emang airnya cukup buat Istinja mba? Xixixii😂😂
Mechta mengatakan…
terutana saat traveling penting bgt nih bawa tumbler sendiri buat saya.. tapi mesti ekstra hati2 juga ken saya orangnya pelupa, beberapa kli hrs mengikhlaskan Tumbler krn ketinggalan..hiks..
Gita Siwi mengatakan…
Ha ha ha the power is tumbler ya mba, aku selalu bawa lho dari zaman dulu kala ya itu haus diperjalanan terselesaikan.
Sapa Dunia mengatakan…
Saya team suka bawa minum kalau pergi, kebawa kebiasaan istri 😊
Mutia Ramadhani mengatakan…
Wkwkwkwk, pengalaman yang sangat unik. Terselamatkan oleh tumbler sendiri ya mba. Memang selalu ada hal baik di balik kebiasaan baik.
Mugniar mengatakan…
Wkwkwkwk Mbak Feen ... ya ampun. Jadi, kesimpulannya adalah bahwa tumbler itu memang multifungsi ya ... bisa dibawa masuk ke dalam toilet dan dipergunakan dalam kondisi darurat di dalam toilet. :D
Windi astuti mengatakan…
Bila menelusur lebih jauh, sangat berani bisa menceritakan hal sederhana ini ya mbak. Jempol deh, setidaknya belajar mengikhlaskan juga butuh proses yang tidak mulus untuk bisa dimengerti.
Indri mengatakan…
Pernah mengalami waktu bawa anak ke Mall, beruntung banget bawa tumbler besar yg isi 2 liter jadi bersih-bersihnya jg enak, kesel yak kalo kejadian kaya begini
lendyagasshi mengatakan…
Koleksi tumbler dan senantiasa membawa ketika bepergian ini ternyata banyak sekali manfaatnya ya.. Pas lagi butuh air untuk istinja, bisa banget dimanfaatin. Bener-bener saviour bangeett.. Huhuu... pengalaman tak terlupakan.
Era Wijaya Sapamama mengatakan…
Tumbler tuh aekarang jadi barang wajib. Soalnya praktis, ramah lingkungan dan hemat