Saat Momen Panen Raya GETUK Diketuk Mata SePeLe

“Undangan Panen Raya GETUK sebentar lagi ya akan dikirim,” terang Koordinator GETUK.

Yups, jadi teringat momen krusial yang dinantikan, yaitu panen raya GETUK pada akhir tahun lalu. Sebab saat itu, ada hal yang ga diduga terjadi pada diri saya, kok bisa sih lagi menunggu hal sesuatu eh malah terjadi sesuatu, huhu. 

Oh iya, sebagai informasi, GETUK adalah GErakan TUlis buKu, sebuah program literasi yang diadakan di salah satu SMA di bilangan Jakarta Timur. 

Saya menjadi salah satu mentor, yang kebetulan menaungi siswa-siswi kelas X-8 dan XI-8. Program literasi ini, sebagai wadah bagi para murid untuk membuat karya tulis yang akan dibukukan.

kenapa momen krusial malah kena mata kering

Tiap-tiap kelas, minimal terbit 1 buku antologi. Isinya bisa berupa cerpen, puisi, pantun, dan aneka kreativitas lainnya. Nantinya nama-nama mereka yang membuat karya, akan tercantum di bagian cover belakang buku, dan menggunakan nama kelas sebagai penulisnya. 

Selain itu, bila ada siswa yang ingin membuat karya solo misalnya novelet, novel ataupun novel, maka akan tercantum nama siswa itu sendiri di buku tersebut. 

Momen Saya Menjadi Mentor Literasi GETUK

Terus gimana rasanya mentoring siswa putih abu-abu ini?

Hemm… unik dan keseruan tersendiri di dalamnya. Soalnya mereka kebanyakan menulis tentang pengalaman sendiri atau orang terdekat. 

Ada yang bercerita tentang pengalaman mistis. Beuuh, lebih dari 2 siswa yang nulis beginian, dan bikin merinding waktu saya memeriksa karya mereka, hihi.

Ada yang bikin nyess hati karena mereka menceritakan pengalaman cinta bertepuk sebelah kaki, eh sebelah tangan, huhu. Jadinya waktu pertemuan tatap muka dan konsul online, saya selipkan bukan hanya semangat untuk menyelesaikan naskah tetapi juga semangat untuk lekas move on, hix. 

Ada pula yang membuat kagum, karena di masa kecilnya sudah keliling stadion sepakbola terkemuka, salah satunya adalah Old Trafford. Wouw-nya bikin sesuatu, karena saya sampai umur segini aja belum melanglang buana ke markasnya Setan Merah itu. Tahunya mah lewat tivi doang, hehe. 

Serta aneka cerita lainnya yang tak kalah mengesankan, karena mereka menulisnya secara khas ala mereka, dengan akhir cerita yang dibuat menarik.

kenapa momen krusial malah kena mata kering
saya dan para siswa di kelas X-8. Hayoo...saya yang mana hehe

Selama Mentoring Siswa di Kelas

Untuk kegiatan Belajar Mengajar Literasi GETUK ini, dilakukan secara tatap muka. Namun terbuka juga semisal mereka ingin melakukan mentoring secara daring, khususnya saat momen editing. 

Para siswa merampungkan naskahnya melalui Google Drive yang saya sediakan. Kemudian mereka memasuki tahap editing naskah. Bila ada naskah yang membutuhkan revisi, saya akan membubuhkan catatan dan target waktunya. 

Jika semua sudah beres, lanjut ke penyusunan naskah. Pada tahap ini, saya akan menyusun tiap-tiap naskah siswa menjadi satu buku. Lalu naskah pun siap kirim ke sekolah.

Apakah dari sini sudah selesai?

Belum, tinggal menunggu Panen Raya GETUK. 

Eh apaan itu Panen Raya GETUK?

Panen Raya GETUK adalah momen bahagia untuk para siswa dan sekolah, karena buku yang memuat naskah siswa diluncurkan. Di acara ini akan dihadiri oleh pihak sekolah, Tim GETUK, para siswa, mentor, dan wali murid. Hemm, mengesankan kan?

Gerabak-Gerubuknya Saya, Sebelum Panen Raya GETUK

Centring… terdengar bunyi pesan dari aplikasi chat di ponsel saya. Pas buka, waah, ini dia nih yang ditunggu-tunggu. 

“Para Mentor siap hadir ya untuk Panen Raya GETUK, besok, tanggal 17 Desember 2025.”

Berbagai tanggapan datang dari para mentor. Saya pun ingin segera menanggapi, tetapi kok ada yang ganjel di bagian mata nih. Cermin kecil saya raih, dan melihat kenapa mata tiba-tiba gatal? 

Ah, tidak ada yang aneh-aneh di sini. Saya kucek dua hingga tiga kali bagian mata, lalu kembali menatap layar ponsel. 

Namun beberapa saat kemudian, mata kok makin ga nyaman. Pas lihat lagi di cermin, 

“lahh, kenapa jadi merah? Padahal kan besok saya akan mendampingi siswa di Panen Raya GETUK. Ini gimana dah ceritanya?”

Saya mengedipkan berkali-kali, berharap rasa gatal dan merah bisa mereda, sambil melihat sekeliling kenapa mata saya bisa seperti ini. Soalnya, cahaya lampu ruangan, aman kok. Kondisi pendingin ruangan, juga terasa sejuk. 

Muncul jadinya pertanyaan, apa ini akibat dari seminggu lalu saya terlalu fokus bekerja pakai laptop dan hape? Tapi, masa dalam jangka waktu tersebut bisa langsung sakit mata sih? Biasanya juga mantengin laptop, aman-aman aja loh. 


kenapa momen krusial malah kena mata kering
salah satu buku di Panen Raya GETUK (ini buku antologi kelas X-8)

Apa saya harus ke klinik? 

Kayaknya, ga mungkin juga, soalnya dokter yang praktik di klinik hari ini kurang asik. 

Terus gimana dong biar cepet pulih, besok harus datang ke sekolah nih?

Ah browsing dulu deh buat tahu jawabannya. 

Saya klik mesin pencari, lalu mengetik keluhan yang dialami yaitu: mata terasa gatal, ada rasa perih, dan bagian mata seperti agak berat. 

Tring… jawaban pun muncul, keluhan saya itu mengarah pada gejala mata kering yaitu Mata SEpet, PErih, LElah, SePeLe. 

What, SePeLe? 

Berarti hal yang selama ini saya anggap sepele malah menjadikan kena mata SePeLe? Ga bisa dibiarin begitu aja sih ini. 

Saya pun kembali menggulirkan layar, dan beralih melihat ke arah gambar, hingga bertemu satu gambar yang menarik perhatian dan sesuai dengan permasalahan yang saya alami yaitu Insto Dry Eyes.

Buru-buru saya pakai hijab, lanjut pakai sandal dan kacamata antisipasi biar tidak iritasi kena debu di jalanan untuk menuju minimarket. Untung jaraknya dari rumah cuma 0,16km jadi ga kelamaan di jalan. Bersyukurnya, produk dengan kemasan biru berukuran 7.5 ml itu tersedia. Sat set bayar di kasir, lekas saya kembali ke rumah. 

Insto Dry Eyes yang Menyegarkan

Sudah memastikan tangan dalam keadaan bersih, saya buka kemasan #InstoDryEyes dan mengeluarkan botol mungil itu. Buka bagian tutupnya yang berwarna biru, lalu menengadahkan kepala dan tetesin insto dry eyes, cukup 1 hingga 2 tetes. 

Saya membiarkan mata terpejam sejenak, agar produk yang mengandung hydroxypropyl methylcellulose sebanyak 3,0 mg ini bisa efektif bekerja. 

Selanjutnya, saya menandai kemasan Insto Dry Eyes, sebagai pengingat bahwa produk ini sudah saya buka. Maka saya bisa menggunakannya lagi hingga 29 hari kedepan, demi menjaga kualitas dan efektivitas produk dalam kondisi steril. 

Tips ala Saya Hadapi Gejala Mata Kering

Setelah menggunakan Insto Dry Eyes, saya tidak ingin momen esok hari akan kacau gara-gara kondisi mata yang belum pulih. Jadilah, saya melihat layar ponsel sesekali dengan mengatur jarak 30cm. 

Saat sudah 20 menit memantau pesan terkait Panen Raya GETUK besok, saya alihkan dengan memandang objek yang berjarak 20 kaki dengan durasi minimal 20 detik. 

Untuk kondisi di dalam ruangan, saya kurangi pendingin ruangan agar tidak terlalu dingin. Pencahayaan juga diatur dalam kondisi yang nyaman untuk mata. Tak lupa memenuhi kebutuhan minum air putih agar tercukupi. Saya lengkapi juga dengan cepat beristirahat malam, biar esok hari bisa lebih segar.

kenapa bisa mata merah
sengaja mengalihkan pandangan pas berfoto, biar ga kelihatan jelas mata belum pulih banget, hehe

Hari-H Panen Raya GETUK

Kondisi mata saya lebih baik ketimbang kemarin. Saya memutuskan untuk berangkat ke sekolah. Kala tiba di sekolah, panitia acara sedang menata buku-buku terbit sesuai dengan kelasnya. Saya ikut membantu, sambil mengabadikan diri berfoto dengan buku terbit itu. 

Satu per satu rekan mentor, berdatangan. Di antara mereka ada yang sempat menanyakan kondisi mata saya. Dan baru teringat, oh iya pagi ini belum pakai Insto Dry Eyes

Langsung deh, saya tetesin Insto Dry Eyes sebelum acara dimulai. Syukurlah ukuran obat tetes mata steril ini minimalis dan praktis, jadinya bisa asik untuk dibawa ke mana saja.

Waktu yang dinantikan tiba. 

Acara Panen Raya GETUK telah dibuka oleh pihak sekolah. Masing-masing siswa yang membuat karya solo, termasuk siswa dari kelas yang saya ampu, maju ke depan panggung. Saya diminta untuk mendampingi mereka.  

Ketika berdiri di sebelah mereka, saya tetap pakai kacamata. Alasannya biar mata yang sedang memulihkan dirinya itu tidak terkena iritasi akibat silaunya sinar mentari. 

Meski, ada yang bertanya ke saya, “kok pakai kacamata? Copot aja gapapa.”

Namun, saya belum berani buat melepas kacamata, selain posisi berdiri kami ini menghadap ke arah panas matahari, masih ada rasa takut kalau penampilan pada bagian mata saya masih kurang baik.

Padahal pakai kacamata biar tidak ada yang bertanya, eh ternyata ada yang engeh juga hehe. 

apa itu panen raya getuk
saya bersama para siswa, wali kelas dan wali murid di momen Panen Raya GETUK (terpaksa pakai kacamata biar ga silau dan sedang pemulihan mata)


Cekrek… cekrek…

Sesi foto pun selesai. 

Alhamdulillah, prosesi Panen Raya GETUK yang membahagiakan juga telah usai. 

Namun ada yang saya lupakan nih, melihat kondisi mata. 

Saya ambil cermin. 

Daaan… yeay barakallahu, mata saya pun pulih dengan bahagia. Tidak ada kemerahan maupun rasa gatal lagi. Saya telah #BebasMataKering, yess…!

Pada saat melihat hasil foto tadi, juga tidak terlihat lagi keadaan si mata kering itu pada diri saya. Kalau pun memicingkan mata, ya gegara sang surya yang sedang full bekerja di pagi itu. 

Kenapa bisa terjadi mata kering sepele

Mata SePeLe Jangan Sepelein

Pengalaman katanya jadi guru yang paling berharga. Dari momen yang saya hadapi ini, ada hikmah berkesan yang bisa saya ambil:

1. Fokus tapi Harus Peka

Ketika bekerja memang dituntut fokus itu perlu, tetapi jangan sepelekan kondisi mata, terutama saat gejala mata kering datang mengetuk, yaitu mata sepet, perih, dan lelah.

2. Pandai Membagi Waktu

Atur waktu kapan istirahat, kapan bekerja, kapan menatap gadget, kapan ishoma (istirahat, sholat, makan), kapan bermain, kapan baca buku dan sebagainya. Sebab dengan memahami batasan waktu ini, bisa memberikan sejenak ruang untuk tubuh, khususnya mata beristirahat.

3. Konsisten Terapkan Gaya Hidup Sehat

Jaga pola hidup sehat dengan makan gizi seimbang, olahraga secara rutin, cukupi kebutuhan minum air putih, kelola stres, cukup tidur malam secara  teratur.

4. Seimbangkan Kondisi di Dalam/Luar Ruangan

Bila sedang di dalam ruangan, seimbangkan kondisi cahaya agar tidak terlalu silau ataupun redup, cek kondisi sirkulasi udara biar dalam kondisi baik, serta jika menggunakan pendingin ruangan agar tidak diatur terlalu dingin. Sedangkan saat sedang di luar ruangan, bila perlu pakai kacamata yang bisa melindungi mata dari teriknya sinar UV dan debu.

5. Cek Pengaturan Gadget

Saat bekerja di depan layar komputer/laptop/tablet/smartphone agar mengatur jarak pandang minimal 30cm dan gunakan aturan 20-20-20. Atur juga setting kecerahan pada layar gadget dalam kondisi nyaman, serta lengkapi dengan fitur blue light

6. Berkedip Secara Sadar

Jangan lupa untuk mengedip secara sadar, entah itu sedang berada di depan layar gadget, di luar ruangan, maupun sedang membaca, sehingga mata tetap terjaga kelembabannya.

7. Tetesin Insto Dry Eyes

Ketika muncul gejala mata kering, salah satunya ada rasa gatal, upayakan untuk tidak mengucek mata. Bila perlu untuk meneteskan Insto Dry Eyes sebagai langkah strategis, karena produk dari PT Combiphar ini bisa jadi pelumas mata menuntaskan rasa perih dan sepet pada mata. 

berapa harga insto dry eyes
insto dry eyes yang praktis dibawa

Jangan Sepelekan Apapun Kondisinya

Jangan menyepelekan kondisi apapun termasuk mata Sepet, Perih, Lelah, karena keadaan tidak nyaman saat melihat akan dirasakan dan mengganggu produktivitas. 

Bahkan, bila dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan lupa pada kornea, terjadinya infeksi sekunder, peradangan kronis, dan munculnya jaringan parut yang mengakibatkan menurunnya indera penglihatan. 

Oleh karenanya #MataSepeleJanganSepelein lakukan antisipasi dan lekas tangani. 

Momen krusial akan hadir kapan saja dalam kehidupan kita, seperti contohnya adalah momen penting saya saat menghadiri Panen Raya GETUK. Bersyukur saat itu, gerak cepat dilakukan, sehingga kondisi mata saya bisa cepat pulih dan tidak ada yang terlewatkan. 

25 komentar

Yuk, komen terbaikmu, kawan. Tak perlu menyisipkan link ya, karena akan daku hapus dan tidak berkunjung balik. Makasih kawan.
  1. Fen, awalnya aku kira tulisan ini bakal cerita soal pergi ke kebun, lalu panen getuk. Masa getuk dipanen ya kan. Ternyata GETUK itu Gerakan Tulis Buku. Wkwk. 😂

    Seru deh cerita mendampingi anak-anak SMA nulis buku. Jadi ingat dulu aku pernah diundang ke sebuah sekolah SMP Islam di Depok untuk sharing tentang nulis di blog. Siswa-siswanya antusias banget karena diajak bercerita lewat tulisan dan blog. Kalau nggak salah waktu itu dalam rangka Hari Blogger Nasional.

    Nah, perkara mata perih ini kayaknya memang masalah banyak orang deh, terutama yang sehari-hari berjam-jam menatap layar laptop atau hape. Tandanya mata sudah minta jeda. Tapi kalau sudah muncul rasa sepet, perih, dan lelah, memang jangan cuma didiamkan, ya. Sip sip... Insto Dry Eyes bisa jadi pilihan yang tepat ya buat membantu mengatasi gejala mata kering.

    BalasHapus
  2. Btw keren nihhh yaaa para siswa putih abu2 akhirnya bisa menerbitkan buku bersama berkat para mentor yang juga totalitas dalam membimbing para siswa...dan untung ya mbaa berkat insto masalah mata sepele ini sedikit demi sedikit teratasi...
    Aku sendiri sekarang juga selalu sedia insto dirumah agar bisa selalu sat set kalo mata terasa gak nyaman

    BalasHapus
  3. Ah suka sekali dengan nama gerakannya, Getuk: Gerakan Tulis Buku. Namanya unik dan mudah diingat, walaupun first impression nya ingat makanan ketika mendengar Getuk ini.. :)

    Di sekolah saya pun hampir ada gerakan yang sama, Kak. Tapi saat ini baru dikhususkan untuk kelas XII saja, supaya mereka punya kenang-kenangan buku antologi karya mereka sendiri ketika keluar sekolah. Sepertinya seru juga ya dibuatkan untuk kelas X dan XI seperti yang sekolah Kak Fenni.

    Untung Kak Fenni sedia Insto, ya. Jadinya momen penting di Panen Raya Getuk bisa tetap berjalan dengan baik karena gejala mata sepet segera teratasi dengan baik. Alhamdulillah

    BalasHapus
  4. Wah kirain saya Getuk makanan yang berbahan dasar singkong itu, udah siap siap aja mau ikut makan, hehe, eh ga taunya ini acara Gerakan Tulis Buku.
    Luarbiaa salut sama anak2 remaja nih udah bisa melahirkan karya-karya bagus yang menarik, bikin kita kita insecure kalo menulis.
    Udah mah skarang kita kita kalo baru nulis dikit buka laptop udah ga mood banget, kayak males gitu, ternyata masalahnya karena mata kita lelah, seharusnya kita yang sering berlama-lama depan laptop selalu siap sedia tetes mata seperti insto, buat memjaga mata kita dari gejala SePeLe.

    BalasHapus
  5. Awalnya saya kira event ini bekaitan dengan makanan, karena namanya GETUK. Ternyata berkaitan dengan menulis. Dan keren Mbak Fenni jadi mentornya. Karena tidak mudah itu, karena kebanyakan anak sekolah masih belum paham menuis cerita. Tapi karena ide cerita dari pengalaman sendiri, maka biasanya akan lebih mengalir dan tulus bercerita. Jadi tinggal polas poles saja ceritanya.
    Dan untung masalah matanya bisa tertangani dengan baik ya, Mbak. Jadi momen yang dinanti bisa dirasakan dengan bahagia.

    BalasHapus
  6. waaah mbaaa, baguuuus banget menjadi mentor untuk anak2 sekolah ini menerbitkan buku antalogi mereka ... jadi pengalaman mahal buat anak2 bagaimana menjadi penulis dan bisa menerbitkan buku sendiri yaaaa.

    bicara mata SEPELE, kita tuh seriiiiing banget meremehkan mata... udah tahu membaca sambil tiduran ga baik masih dilakukan... main games dalam ruangan gelap, hanya mengandalkan cahaya dari layar gadget... dan aku seriiiiing melakukan itu..

    kalau main games aja bisa berjam-jam, dengan kondisi mata fokus banget ke layar bahkan sampai lupa ngedip.. akibatnya mata pedih :( . jd pernah suatu waktu saking lamanya main games, trus tiba2 mata jd berair, lama2 ngaruh ke kepala , sakit kayak migrain.. Ke dokter mata, dokter bilang mataku kering.. pas tahu kebiasaan gamingku, langsung lah disuruh stop dulu sampai mata bener2 pulih.. kalau udah pulih pun ga bisa yaaa main berjam2 lagi :(

    makanya tiap ngerasa mata ga enak, aku pasti tetesin insto. dan sebenernya tetes mata ini selalu aku bawa saat traveling.. secara ada ajaaaa gangguan saat jalan.. yg kena debu lah, kena salju lah , insto ngebantu banget meredakan mata iritasi.. sekarang fungsinya nambah, bikin mata nyaman kalau aku kelamaan main games :D

    BalasHapus
  7. Salah satu resiko saat terlalu lama fokus bekerja di depan laptop atau hp ya itu. Gejala mata kering dengan tanda mata sepet, perih, lelah.

    Apalagi, kakak 'kan jadi mentor anak SMA untuk membuat karya mereka. Sudah pasti harus membaca karya mereka di laptop atau HP.

    Iya kalau cuma karyanya satu-dua anak mah sebentar.. Tapi kalau jadi antologi kan minimal 10 karya. Belum lagi kalau ternnyata ada beberapa antologi. Sudah berapa karya itu.

    Mana momennya Panen GETUK. Sudah pasti bukan cuma sedikit karyanya.

    Beruntungnya ada Insto Dry Eyes ya, Kak. Semua harusnya aman terkendali kalau ada masalah yang sama.

    BalasHapus
  8. Tapi beneran kejadian sih, pas lagi dikejar deadline atau persiapan momen krusial begini, keluhan mata sepet, perih, dan lelah suka mendadak datang. Apalagi kalau sudah keasikan mantengin layar hape dan laptop seharian buat revisi naskah siswa, sering banget lupa istirahat.
    Untung Kak Fenni gercep beli Insto Dry Eyes di minimarket dekat rumah plus langsung terapin aturan 20-20-20. Pengalaman ini jadi pengingat banget buat kita semua biar enggak menyepelekan kesehatan mata.

    BalasHapus
  9. Ya ampun tiwas aku mau minta dibagiin getuk, soalnya aku paling suka getuk yang asalnya soko telo (ubi) haha :D
    Ternyata gerakan tulis buku :D
    Kuereeenn buangeet ini kakak mentor, adik2nya semangat sekali menulis dan hasilnya dibukukan yaa.
    Wah2 kelamaan mantengin layar monitor memang suka bikin mata jadi sepet, perih dan letih yaa. Untung ada pertolongan sementara yakni Insto, tinggal tetesin aja. Langsung nyeess menghidrasi mata dna bikin bening kembali hehe.
    Eh btw kepoh kenapa tu dokter kliniknya? *dibahas haha.

    BalasHapus
  10. Pembelajaran penting banget nih dari kejadian yang Fenni alami saat mau panen raya Getuk. Ku jadi tau ternyata getuk itu ada kepanjangan nya. Keren nih kakak mentor, mengantarkan para murid punya karya buku 🤩

    Tujuh cara yang dijabarkan sangat aplikatif banget nih. Kalau kena gejala mata sepet, perih, lelah, atau SEPEL emang nggak boleh dibiarkan bisa-bisa nanti ganggu produktifitas ya. Harusnya bisa enjoy jalani hari ekh malah ke distraksi sama ketidak nyamanan mata. Untunglah ada Insto Dry Eyes.

    BalasHapus
  11. Aku tuh sering banget merasa mata sepet atau perih setelah lama menatap laptop, tapi biasanya cuma dianggap capek biasa. Makanya baca pengalaman Mbak Fen jelang Panen Raya GETUK kayak related gitu.

    Kebayang paniknya ketika besok harus mendampingi siswa, tapi mata malah merah dan nggak nyaman. Aku juga baru sadar kalau kebiasaan mengucek mata dan terlalu lama fokus ke layar bisa bikin kondisi makin mengganggu. Tips aturan 20-20-20 dan mengatur jarak layar bakal aku coba terapkan juga. Kondisi ini mirip sama yang kualami beberapa bulan lalu pas nemenin outing sekolah anakku. Mana mata minus pula.. :(

    BalasHapus
  12. Seperti itulah kalau penyakit datang, kadang tanpa pemberitahuan dan kita sama sekali tiada persiapan. Karenanya menjaga kesehatan itu memang paling utama ya
    Baik kesehatan badan, organ maupun panca indra.
    Apalagi bagian mata, jangan sampai dianggap sepele karena dampaknya bisa berbahaya sekali itu.
    Lebih baik sedia selalu obat tetes mata seperti Insto. Supaya saat mata kering bisa segera diatasi

    BalasHapus
  13. Aku kira getuk yang bisa dimakan via mulut ternyata ini getuk yang khusus utk otak ya kak. Wkwk. Gerakan Tulis Buku-nya keren loh.

    Malah kak Fenni jd fasilitator buat anak2 SMA ini. Keren bgt kak.

    Dan bahaya bgt loh kalo kita mau jadi pembicara eh mata kita sakit mendadak. Berabe bgt nih. Meski mulut yang hrs berbusa ngejelasin materi tp mata hrs ttp konsen krn utk mereview hasil kerja anak2 ini.

    Untung aja ada Insto Dry Eyes yg bikin masalah SePeLe bisa hilang. Nyaman deh mata sekarang.

    BalasHapus
  14. Aiihhh kereeeen Mbak Fen. Sudah berpengalaman nih euy, 4 kali ngurusin per-getuk-an duniawi, hihihihi. Saya Alhamdulillah, tahun ini perdana dapet kesempatan untuk ngisi kelas X. Dan ternyata seru juga yaa :D Duh, gak sabar nantinya pengen bikin antologi juga bareng mereka semua.

    Kayaknya saya juga kudu mulai jaga kesehatan mata nih mbak. Persiapan, semoga kelak nanti kalau tiba momen panen raya.. jangan sampe kejadian serupa kayak mbak fen juga, hihihihi. Emang ter-dabest lah ini insto, sudah ada varian murah meriahnya pula ukuran minimalis. Tar ah aku tambahin ke koleksi obatku :D

    BalasHapus
  15. Mbaaaak kupikir getuk yg dimaksud adalah makanan tradisional, ternyata akronim wkwk.
    Btw silau matahari mmg sesuatu, bikin mata nggak nyaman. Aku juga sering ngalamin. Alhamdulillahnya juga selalu sedia insto. Ngebantu banget 😁

    BalasHapus
  16. Ya Allah mbak Feen....saya ikut merasakan bahagianyaaa saat lahiran buku baru dari tangan anak³ kereen ini...masya Allah....program literasi yang sangat inspiratif.
    Gak heran juga mbak kalau mata jadi korban akibat terlalu lama menatap layar gadget kan harus edit² naskah anak² yaa...tapi tenaaanng kan ada insto...si penyelamat mata kering. Si mungil yang harus selalu ada kemanapun pergi.

    BalasHapus
  17. Masya Allah, tadi saya kira getuk yang dari singkong lho he...he...he... ternyata itu singkatan. Tahniah, atas peluncuran antaloginya. Happy banget ya pasti rasanya bisa mendokumentasikan karya anak-anak dalam bentuk buku. Bicara tentang pedih dan sepet itu memang lumayan menganggu, semoga di cuaca yang tidak menentu ini penglihatan kita selalu aman dan terjaga, ya meskipun harus selalu bersahabat dengan tetes mata supaya tidak mudah iritasi.

    BalasHapus
  18. Wah, keren banget program GETUK ini! Selamat ya Kak Fenni atas suksesnya Panen Raya GETUK. Pengalaman mata kering pas mau momen krusial memang bikin panik, tapi untung penanganannya gerak cepat pakai Insto Dry Eyes. Makasih juga buat tips-tipsnya, bermanfaat banget buat yang sering di depan layar gadget 17 jam sehari ky saya, wkwkwkwk

    BalasHapus
  19. wah pasti seru-seru nih cerita para siswa ini apalagi di usia ini mereka juga ada yang baru kenal cinta pertama dan sebagainya. Hehe. Aku jadi bayangin mbak fenni baca naskahnya sambil mengenang masa SMA juga kayaknya. Tapi jangan sampai kelamaan baca naskah mata kita jadi korban ya, mbak untung ada insto dry eyes jadinya matanya nggak sepet lagi deh

    BalasHapus
  20. Syukurlah ada insto dry eyes jadi tetap bisa ikut panen Getuk dengan paripurna hehehe...

    Sayang banget soalnya kalau acara sepenting itu jadi terlewat gara-gara mata sepele.

    Btw keren ya di sekolahnya ada bikin antologi dan boleh bikin karya perseorangan juga. Mantap murid dan gurunya.

    BalasHapus
  21. Sepakat mbak, jangan sepelekan apapun kondisinya secara mata ini jendela dunia ya kan
    Tersiksa kalau ada gangguan pada mata walaupun sepertinya sepele kan ya, ah cuma gatal ini, tapi kadang reflek tangan ini lo yang gatel pengen gosok padahal kan dengan digosok dapat memperparah kondisi mata juga kan
    Insto Dry Eys ini juga kupakai untuk mengatasi mata SePeLe mbak, pertolongan pertama yang manjur kok memang

    BalasHapus
  22. ternyata GETUK ini singkatan yaa dan bagus sekali karena mengenalkan dunia literasi ke para murid. Saat menulis tentu butuh fokus di depan laptop dan wajib punya insto dry eyes, agar mata kembali segar dan bebas iritasi.
    BTW Kak Fenni imut cekaliii

    BalasHapus
  23. Ikuutt sediih dengernyaa.. Fenni.
    Semoga lekas membaik setelah moment Panen Raya Getuk, bisa lebih beristirahat optimal sebelum kembali dengan rutinitas Getuk-nya yang menginspirasi.

    BalasHapus
  24. Kirain awalnya getuk itu makanan, jebulnya singkatan gerakan tulis buku. Sangat menginspirasi

    BalasHapus
  25. Wuih Fenni keren, jadi mentor di event nulis kayak gitu. Iya banget, event tahunan kayak gitu pastinya sangat dinanti. Jangan sampai deh keganggu hal sepele kayak gejala mata kering. Terlihat sepele tapi jangan disepelein. Alhamdulillah ya bisa diatasi dengan Insto Dry Eyes. Mata sepele bisa segar kembali :D

    BalasHapus
Mengenai Saya
Fenni Bungsu
Hi, #SemangatCiee jumpa dengan daku Fenni - si Milenial yang suka menulis tentang hal yang bermanfaat. Untuk bekerjasama bisa melalui email ke: fenni(dot)bungsu(at)gmail(dot)com ��Terima kasih��
Cari Blog Ini
BPN
BPN
Logo Komunitas BRT Network
Bplus
Bplus
Bloggerhub
Bloggerhub
KEB
KEB
MBC
MBC
KSB
KSB
Intellifluence
Intellifluence
Evergreen