Langsung ke konten utama

Hari Stroke Sedunia 2022: SeGeRaKeRS #Precioustime

Stroke, satu kata yang kalau sudah membaca maupun mendengar, mungkin rasa takut akan menghampiri. Pasalnya penyakit tidak menular ini dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang usia maupun gender. Namun harus tetap optimis, bahwa ada hal untuk dapat mencegahnya dan melakukan upaya secepat mungkin dalam penanganannya.

Dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia pada tanggal 29 Oktober, peringatan terkait kesehatan ini dapat menjadi pelecut semangat untuk kita untuk menggali wawasan lebih dalam mengenai stroke. Sebagaimana tema global yang diusung adalah “The power of saving #Precioustime”, dan tema Nasional, “Setiap Menit Berharga, SeGeRa Ke RS”.

Edukasi mengenai stroke perlu kita dapatkan dan mencari sumber informasi yang terpercaya, agar dapat meningkatkan kesadaran tentang apa saja yang menjadi gejala stroke, bagaimana bertindak gesit agar dapat meningkatkan kualitas hidup penyandang stroke karena tiap detiknya sangat berharga.

 

Apa Itu Stroke dan Gejalanya?

Stroke merupakan penyakit tidak menular bagian dari penyakit kardioserebrovaskular atau penyakit di bagian pembuluh darah otak (khususnya arteri otak). Stroke juga digolongkan dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial, sebagaimana data dari BPJS Kesehatan tahun 2021 sekitar 1,91 triliun biaya yang dikeluarkan.


Data SIRS (Sample Registration System Indonesia) tahun 2018 bahwa penyakit serebrovaskular ini berada di nomor 1 penyebab kematian, sebesar 18,5%. Sedangkan data WSO (infografis di atas) bahwa kejadian stroke dapat menimpa usia dibawah 50 tahun mencapai 16%. Bahkan menurut Global Burden Disease Study tahun 2019 di Indonesia tedapat 2 dari 1000 orang memiliki risiko terserang stroke per tahun.

Meski termasuk penyakit tidak menular, tetapi stroke menjadi penyakit mematikan setelah Penyakit Jantung Sistemik (sumber: cnbcIndonesia). Bukan suatu hal yang bisa dianggap sepele sehingga abai dalam menjaga kesehatan. Kepedulian diperlukan untuk mengenal gejala awal stroke sumbatan melalui “SeGeRaKeRS”:

  • Se: Senyum tidak simetris
  • Ge: Gerak pada sebagian anggota tubuh tiba-tiba melemah.
  • Ra: bicaRa pelo atau tidak jelas
  • Ke: Kebas atau terasa baal separuh tubuh
  • R: Pandangan mata kabur/rabun tiba-tiba
  • S: Sakit kepala hebat tiba-tiba muncul

Bila muncul saja satu atau beberapa gejala awal stroke sumbatan di atas, maka segera mungkin untuk menuju layanan kesehatan. Jangan menunggu lama atau menunggu terkumpul gejala di atas secara keseluruhan tampak. Sedangkan gejala awal stroke pendarahan, dimana menurunnya kesadaran si penderita, nyeri kepala hebat, muntah mendadak yang tanpa didahului rasa mual.  

Bila terlambat dibawa ke Rumah Sakit maka gejalanya akan semakin berat. Maka pentingnya meningkatkan kesadaran tiap anggota keluarga untuk memahami golden period atau golden hour yaitu kurang dari 4,5 jam dari munculnya gejala harus sudah mendapat penanganan.

 

Apa Saja Upaya Mencegah Stroke?

Walau menjadi penyakit mematikan, stroke masih dapat kita cegah. Banyak upaya yang dapat kita lakukan, seperti yang disampaikan oleh Bapak Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI di acara Temu Bloggers dalam rangka Hari Stroke Sedunia 2022, untuk cek berkala agar jangan sampai tekanan darah naik, gula darah dan kolesterol tidak naik.


A. Upaya Kita sebagai Masyarakat

Kita juga dapat mengantisipasi dengan gaya hidup sehat, dengan menghindari diet yang tidak sehat dan merokok, tidur yang cukup, kelola stress, dan cukupi kebutuhan minum air putih. Selain itu rutinkan untuk bergerak misalnya dengan berolahraga 5x seminggu selama 30 menit. 

Khusus untuk kelola asupan, anjuran konsumsi yang diperbolehkan sebagaimana Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, yaitu:  gula 4 sendok makan per hari, garam 1 sendok teh per hari, dan 5 sendok makan per hari (G4-G1-L5).


B. Upaya dari Kementerian Kesehatan 

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan telah berupaya dalam mencegah dan mengendalikan stroke (Penyakit Kardioserebrovaskular) dengan langkah:

  • Upaya promotif yaitu kampanye perilaku CERDIK: Cek kesehatan rutin secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin melalukan aktivitas fisik atau bergerak, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola stres.

  • Upaya Preventif kepada masyarakat untuk melakukan deteksi dini caranya dengan: memerhatikan IMT (tinggi badan, berat badan). Untuk yang belum memiliki faktor risiko PTM rutin dalam cek pengukuran tekanan darah dan gula darah minimal satu kali dalam setahun. Bagi yang sudah memiliki faktor risiko PTM, agar mengubah gaya hidup lebih sehat. Penderita Hipertensi maupun Diabetes Militus rutin periksa kesehatan 1 bulan sekali, dan lakukan pemeriksaan profil lemak dalam darah dan EKG sebagai upaya skrining penyakit Kardiovaskular dan Stroke minimal 1 tahun sekali.


  • Upaya Kuratif, maksudnya adalah penguatan layanan kesehatan dengan pengembangan jejaring pengampuan Rumah sakit layanan stroke. Tujuannya agar pada akhir tahun 2024 setidaknya pada tiap Provinsi akan memiliki paling sedikit 1 buah RS tingkat Utama atau Madya dan sebagian setengah dari Kab/kotanya mempunyai RS di kabupaten/kota dapat ditingkat menjadi Madya yang akan menjadi rujukan regional bagi kabupaten/kota disekitarnya.

  • Upaya Rehabilitatif untuk mencegah disabilitas atau serangan ulang. Di sini pelayanan rehabilitasi dalam bentuk homecare, sedangkan rehabilitasi dari daya masyarakat dilakukan oleh para kader terlatih, serta edukasi kepada keluarga dan caregiver bagaimana cara melatih/merawat penderita stroke.

[Baca Juga: Kuy, Jalani Gaya Hidup Sehat, karena PTM dapat Dicegah


Yuk bersama kita cegah stroke sedini mungkin. Banyak hal yang bisa dilakukan melalui pola hidup sehat, sehingga dapat meminimalisirnya. Sehat-sehat untuk kita semua ya.

“Jangan sampai kena stroke, jaga hidup kita lebih sehat.” Pesan Bapak Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI. 


Komentar

Dian Restu Agustina mengatakan…
Noted! Golden period terkena stroke penderita harus segera dapat penanganan. Edukasi seperti ini akan meningkatkan tingkat kewaspadaan pada stroke. Duh, kalau ingat ada temanku kena stroke dan semua ambyar, pekerjaan, keluarga..semua, dan perawatan pasca stroke juga ga mudah ternyata
Mporatne mengatakan…
Stroke penyakit menakutkan cuma jaga pola hidup dan pola makan cara agar terhindar dari penyakit ini.
Annisakih mengatakan…
Makasih sharing SeGeRaKeRS nya mbak. Salah satu om saya ada yg stroke tp terlambat ditangani krn menganggap sekedar masuk angin biasa. Akibatnya fatal dan keluarga masih merasakan penyesalan neski sudah berusaha ikhlas dengan takdirNya.
Maria G Soemitro mengatakan…
ternyata ada hari stroke sedunia

penyakit yang paling saya takuti, karena pasien stroke jiwanya sehat, semangatnya masih 45, tapi gak tubuh lumpuh

dan itu pastinya bakal menyiksa
deddyhuang.com mengatakan…
stroke emang jadi penyakit yang menakutkan, malahan datang tanpa permisi dan gejala.. semoga kita selalu diberikan kesehatan sepanjang hari.
Nurul bukanbocahbiasa mengatakan…
Makin k sini, penderita stroke usianya makin mudaaa.
Ngeri jg. Karena lifestyle yg tdk baik yah.
Utie Adnu mengatakan…
2 orangtua ku nih mba .. usia tua nya akhirnya kena stroke gak nyangka padahal saat mudanya mereka gak pernah sakit, kalau sakitpun yg tingan2 aja, dan gak petnah juga smp dirawat ke rumah sakit,, ternyata pola hidup sehat kunci utama ya
www.kisahsejati.com mengatakan…
Beberapa teman maupun saudara mereka yang pernah mengalami stroke itu dikarenakan faktor setress, makan berlemak dan darahtinggi.Inilah yang saya berusaha semaksimal mungkin tidak alami.Terutama setress, ya enjoy my life-lah
Salam: Dennise Sihombing
andyhardiyanti mengatakan…
Nah, iya nih.. gejala awal stroke sumbatan yang disebut SeGeRaKeRS itu belum banyak yang tahu. Termasuk saya. Kalau semakin banyak masyarakat yang tahu/aware, setidaknya mereka jadi tahu apa yang harus dilakukan ketika dihadapkan pada kondisi tersebut. Entah itu keluarga maupun kerabatnya.
Aldhi Fajar mengatakan…
Kenali gejala stroke semenjak dini memang penting, pola hidup sheat akan menjaga ita juga dari berbagai penyakit. Semoga sehat semuanya
Irawati Hamid mengatakan…
ternyata kita bisa mencegah terjadinya stroke yaa dengan menjalani hidup sehat tentunya. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan dijauhkan dari penyakit berbahaya, amiiin
Vita Pusvitasari mengatakan…
Dulu almarhumah nenekku kena stroke karena punya darah tinggi..serangan pertama ringan masih tertolong.. serangan kedua jadi lumpuh sebelah.. kasian 3 tahun menjalani keseharian dengan stroke.. sampai beliau wafat..kita jaga tekanan darah agar stabil..
Indri mengatakan…
Papa mertuaku dulu terlambat di bawa ke RS karena masih kurangnya pengetahuan kita tentang gejala stroke, skrg udah tau ya pedoman SegeraKers
andyhardiyanti mengatakan…
Saya mulai cari tahu artikel-artikel tentang stroke ini setelah beberapa kejadian yang dialami oleh orang-orang ternama. Dalam hati membatin, ngeri euy stroke gini.. jangan sampai telah tertangani. Itulah edukasi macam SeGeRaKeRS tuh penting banget diketahui oleh siapa saja.
Emma Malika mengatakan…
Aduh jauh-jauh deh sama penyakit stroke karena ya betul banget apa yang dikatakan oleh bapak menteri Kesehatan semoga keluarga kita sehat-sehat selalu ya dik.
Yanti Alif mengatakan…
Penyakit stroke jga bnyak menyerang yang muda2 nih skrang bkin ngeri makanya kita harus aware terhadap penyakit ini terapkan pola hidup sehat dan lakukan cek kesehatan secara berkala
April Hamsa mengatakan…
Memang pernah dengar kalau stroke tu yang paling krusial penanganannya segera ya? InsyaAllah akan sembuh lebih cepat kalau cepat tertangani.
Namun siapa siiihh yang mau stroke makanya kudu mencegah sebelum kejadian dengan berperilaku hidup sehat setiap harinya ya mbak.
Lintang mengatakan…
Iyaa penting banget mulai membiasakan pola hidup sehat, makanan bergizi, ngga merokok, istirahat cukup, mengelola stress. Jangan sampe deh kena stroke. Olahraga teratur jugaaa.
deddyhuang.com mengatakan…
wah kemarin ngobrol sama teman soal stroke ini, salah satunya diabetes kering itu bisa menyebabkan stroke dan sulit gerak. ngeri juga pas dengar temanku cerita ini.
Tukang Jalan Jajan mengatakan…
Salah satu penyakit degenarif yang sering menyerang deh. apalagi dijaman sekarang dimana pola makan dan aktifitas tidak dijaga dengan baik. kita kudu waspada dan menjaga tubuh agar bisa mencegahnya
Nengsih mengatakan…
Ngeri baca datanya. Kalau stroke menjadi peringkat No.1 penyebab kematian. Ya Allah.. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal buruk termasuk penyakit stroke ya kak. Aku udah ngerti juga sekarang. Untuk SeGeRaKeRS kalau udah nampak salah satu gejala stroke.
Bambang Irwanto mengatakan…
Bapak saya mengalami stroke, Mbak. Saya sangat paham, karena merawat selama setahun, sampai akhirnya meninggal. Dan saat saya dan adik saya bawa bapak terapi tusuk jarum, itu memang banyak yang kena stroke, bahkan ada remaja usia 17 tahun. Jadi memang ahrus terus jaga kesehatan.
atiq - catatanatiqoh mengatakan…
bapakku juga ada riwaya8t stroke, Alhamdulillah masih bisa pulih normal kembali. Sekarang PR nya memang kudu makan hati-hati dan gak banyak pikiran ya.. jadi harus esktra banget perhatiannya
Taumy mengatakan…
Tapi kalau dipikir-pikir penyakit stroke ini memang banyak karena gaya hidup kita yang tidak sehat. Makanya dari kita harus mulai membiasakan sih terutama kontrol GGL.
Yuni Bint Saniro mengatakan…
Sakit kepalanya tuh kayak keliyengan gitu. Atau kayak bumi berputar gitu ya, Kak? Soalnya aku pernah tuh, Tiba-tiba keliyengan dan bumi serasa muter gitu. Biasanya aku merem atau rebahan gitu. Kalau lagi berdiri ya aku langsung duduk.
Dee_Arif mengatakan…
Hari Stroke Sedunia ini bisa menjadi momentum yang pas buat kita untuk melakukan gaya hidup sehat, agar saat tua pagi tak terkena penyakit stroke ini
Ranggi's Travel Story mengatakan…
Semoga kita sehat selalu terhindar dari berbagai.macam penyakit berbahaya. Aku suka ngeri dg penyakit yang menyerang tidak hanya orang tua tp.juga masih muda usia produktif.

Asupan makanan yg membuat penyakit aneh2 menyerang ya...makasih atas sharingnya. (Gusti yeni)
Irfa mengatakan…
Jadi ingat ibuku. Beliau pernah stroke pertama di usia 50 tahun. Golden periode saat itu cepat tertangani sehingga bisa membantunya pulih secara fisik. Meskipun secara psikis banyak yang berubah.
Bundamami Devi mengatakan…
Infonya bermanfaat banget Mbak. Apalagi buat saya yang tinggal bersama lansia. Jadi perhatian banget nih, untuk waspada dan tanggap jika ada gejala stroke, harus ingat precioustime, segerakeRS...
Irra Octaviany mengatakan…
stroke bisa kita cegah dengan cara menerapkan pola hidup sehat ya. semoga kita semua terhindar dadri yang namanya penyakit stroke
Damar Aisyah mengatakan…
Di keluargaku sudah 3 orang yang kena stroke, ngerasain banget gimana penderitaan mereka, juga begitu lelahnya keluarga yg harus merawat. Baik pasien maupun yg merawat harus sabar dan sama2 ikhlas menjalaninya. Makanya memang penting untuk selalu berolahraga dan menjaga asupan.
NoNi Personal Blog mengatakan…
Terima kasih sudah berbagi. Karena sebagian besar masih lebih ke takutnya itu lho, kak.. tapi memang perlu trus ada edukasi semacam ini, agar tujuan Segera Ke RS bisa lebih tersosialisaikan.
lendyagasshi mengatakan…
Segerakers ini akan selalu aku ingat.
Karena stroke gak menunggu usia yaa.. Semua orang kini bisa kena dan mungkin yang berbahaya karena mengabaikan gejalanya.
Semoga dengan awareness seperti ini banyak yang bisa menghindari apa-apa yang menjadi pemicu penyakit mematikan ini.
Retno Kusumawardani mengatakan…
Stroke itu kalau segera ditangani pemulihannya lebih cepat ya. Btw akronimnya ngebantu banget buat mengingat ingat..
Nur Asiyah mengatakan…
Meskipun bukan penyakit menular, tetapi memang stroke patut diwaspadai. Kemarin ayah sempat tetiba jatuh dari kursi dan saat diperiksa dokter katanya gejala stroke. Satu rumah langsung panik dan khawatir.
Okti Li mengatakan…
Sroke memang penyakit yang mematikan ya. Namun bukan berarti kita tidak bisa terhindar kita bisa menghindarinya asal semangat menjalankan berbagai upaya seperti yang dianjurkan Kemenkes
Shafira Adlina mengatakan…
seketika inget ceramah dokter zaidul akbar, diri kita hari ini adalah apa yang kita makan 10 tahun yang lalu. Maka, kesehatan kita nanti juga tergantung apa yang kita makan hari ini ya. Makasih infonya Mbak Fenni
Ulfah Aulia mengatakan…
Memang banyak2 baca literasi seperti ini yaa Mba, bahkan biar kita tahu lebih banyak gejala dini dari penyakit struk ini. Ya terlebih bisa menimpa siapa saja
Siti Mustiani mengatakan…
Saya jadi ingat almarhum papa saya yang baru saja berumur 50 tahun meninggal akhibat stroke. Padahal tidak merokok, tidak darah tinggi. Ternyata masih ada penyebab lainnya juga yaaa.
Donasaurus mengatakan…
Waduh kalo ngobrolin tentang stroke kok aku jadi merinding yak.ini penyakit gak cuma berdampak pada badan yang sakit tapi juga pada keluarga dan lingkungan sosial
Yola Widya mengatakan…
Harus jaga kesehatan tubuh jiwa dan pikiran juga, stroke sekarang banyak menyerang kaum muda juga
Rifqi Fauzan Sholeh mengatakan…
Upaya promotif yang direkomenasdikan kementerian kesehatan untuk menumbuhkan perilaku CERDIK menurut saya sangat bagus dan gampang dimengerti oleh masyarakat luas untuk cek kesehatan rutin secara berkala, menjauhi asap rokok, rajin melalukan aktivitas fisik atau bergerak, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres
Henny mengatakan…
Adanya hari stroke sedunia kiranya mengingatkan kita untuk selalu menjaga asupan dan gaya hidup dalam upaya pencegahan dari penyakit stroke. Mengingat semakin banyaknya penderita stroke usia muda bahkan di usia 30an tahun loh.
Nieke Indrietta mengatakan…
Informasi yang bermanfaaat. Penting sekali untuk tahu gejala dan penyebab stroke. Sekarang orang muda pun bisa terkena penyakit ini lho. Dulu pernah ada teman saya masih 30-an udah kena stroke ringan.
Nieke Indrietta mengatakan…
Info bermanfaat. Dulu teman saya masih 30-an sudah terkena stroke ringan. Kalau kita tahu gejala dan penyebabnya tentu bisa cegah sakit datang.
Dian farida ismyama mengatakan…
Bener banget setiap menit berharga. Ada istilah golden time gitu kalau kena stroke. Makanya penting untuk ngeh dengan gejalanya shg bisa langsung membawa ke rs jika ada yg kena stroke
Dee_Arif mengatakan…
Hari Stroke Sedunia ini bisa jadi momentum bagi kita untuk mengenali stroke lebih dalam
Agar bisa segera menangani kalau terjadi serangan stroke
Bai Ruindra mengatakan…
Semoga kita jauh dari penyakit ini ya. Amin. Biar bagaimana pun kita butuh sehat selalu
Arena Tekno mengatakan…
Penyakit yang paling banyak ditakuti karena banyak menjangkit siapa saja, semoga kita senantiasa sehat terus