Breefing
pagi. Pastinya ketika bekerja, kamu akan familiar dengan hal tersebut, karena sering
dilaksanakan oleh banyak institusi. Entah itu perusahaan, perkantoran, lembaga
pendidikan, dan lain – lain.
Apa Manfaat Briefing Sebelum Kerja?
Macam – macam, tergantung dari sudut pandang mana kamu melihatnya, Cieea. Kalau dari berbagai sumber yang saya himpun, briefing pagi sebelum kerja bermanfaat agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan misi dan visi, terjalin komunikasi antar stakeholder sehingga bekerja dalam tim makin kompak, membangun mindset positif, wadah dalam membangun semangat kerja. Intinya mengarah ke hal yang positif. Bahkan di sisi lain, bisa jadi ajang tebar pesona kepada yang hadir di sana (khususnya yang belum ganti status, eh), saatnya unjuk gigi untuk memperlihatkan kualitas diri, hingga momen untuk…. Untuk itu bisa dibaca lebih lanjut kisahnya ya, hehe.
Saat
saya bekerja di perusahaan di bilangan Jakarta Pusat, briefing pagi menjadi
rutinitas harian. Kerap dijalankan menurut jam di sistem, yaitu sepuluh menit
menjelang jam delapan. Berarti breefing pagi di kantor saya kala itu, memakan
waktu selama sepuluh menit saja, bahkan bisa lebih (tergantung suasana.. ya
lagi-lagi dikondisikan karena bisa jadi juga hanya sebentar).
Sebelum Momen Briefing Pagi
Seperti biasa, saya sudah tiba di kantor pukul setengah tujuh pagi menggunakan kereta CommutterLine. Cepet banget yak? Hmm, begitulah. Ada manfaatnya loh, selain di dalam kereta masih lumayan bisa masuk, saya masih bisa bersantai menikmati sarapan kedua. Yups, di rumah sebelum jalan saya sempatkan untuk sarapan sekenanya biar nggak masuk angin. Nah pas tiba di kantor baru deh sarapannya serius 😄.
Selesai sarapan, saya pun berkemas diri alias dandan ehem… Maklum, kan sepanjang perjalanan wajahnya kucel gimana-lah. Jadi biar #KetjeCiee, kasih bedak dikit agar fresh. Lalu duduk kembali ke meja kerja, saya masih menyempatkan untuk melihat email yang masuk sambil rangkum pekerjaan kemarin dan persiapan untuk update hari.
Lepas
itu melihat satu persatu rekan – rekan karyawan yang mulai berdatangan. Ada
yang sibuk ber-gosip, sibuk sarapan, sibuk pakai dasi, sibuk semir sepatu,
sibuk sisir rambut, sibuk pakai bros jilbab, sibuk cari sendok, sibuk cari
jodoh, hehe. Kelar itu semua, jam di
sistem sudah seperti alarm buat kami. Saya dan para karyawan lainnya siap
mengikuti breefing pagi.
Briefing Pagi Pun Dimulai
Senang?
Hmm,
gimana yah, sepertinya sangat sulit untuk diungkapkan. Bak mencari kata-kata
yang tepat untuk mengena disanubarinya. Sebagaimana halnya rasa sukanya pada
dia, Cieea.. Ah, sudahlah abaikan
😄, lanjut lagi ceritanya nih.
Seketika para karyawan menempati posisinya masing-masing sesuai dengan divisi tempat mereka bernaung. Berdiri berderet sejajar, walau kadang kala ada yang berbaris ke belakang. Kebetulan di dekat divisi saya, ada 1 divisi lagi. Hanya saja kalau divisi di lantai lain nggak tahu, karena kan nggak sempet tengak tengok 😄). Dalam berdiri itu ada yang menjabat sebagai staf, kepala seksi (Kasi), kepala bagian (Kabag), dan kepala divisi (Kadiv).
Breefing pagi pun dibuka dengan doa bersama. Usai itu aksi yang menegangkan dimulai. Iya, ini seperti menaiki perahu arung jeram yang mana perahunya siap menuju puncak jeram. Padahal si perahu selalu mengikuti arus air tanpa hendak melawannya (Apa lagi coba ini… hehe).
“Si Fulan kemana (sebut saja begitu)?” tanya Pak Kadiv sambil melirik satu per satu para stafnya dengan tatapan menyelidik. Inilah suasana menegangkan yang dimaksud. Senyap, hingga nyamuk pun enggan singgah di tempat itu.
“Bu Kabag, si Fulan kemana?” Pak Kadiv mengulangi pertanyaannya, tetapi ditujukan kepada wanita tangguh yang menjabat sebagai Kepala Bagian itu.
Bu Kabag melihat sekeliling, dan kemudian bersuara, “Dia ijin sebentar, karena anaknya sakit, Pak,”
“Haddeh, anak dijadikan alasan untuk datang terlambat,” gumaman Pak Kadiv yang sayup-sayup tetap terdengar.
“Lalu si Abi ke mana Pak Kabag?” tanya Pak Kadiv yang kali ini giliran ke Pak Kabag.
“Biasanya sudah datang, tapi memang belum memberi kabar mengapa dia belum datang,”
“Loh, Pak Kabag bagaimana? Masa di bawah supervisinya nggak tahu kemana anak buahnya,” ujarnya sambil sesekali melihat ponsel yang digenggamnya. “Terus, si Akhi kemana?”
Pak Kabag menanggapi dengan tenang walau air mukanya mulai berubah dari pertanyaan pertama. “Akhi izin tidak masuk karena sakit,”
“Sakit – sakit, selalu saja dijadikan izin. Kan tahu sebentar lagi akhir tahun. Jangan ada izin sakit dulu deh. Dikit-dikit sakit. Tolong nih sama Pak Kabag dan Bu Kabag agar anak buahnya diperhatikan, biar yang pada izin sakit datang telat, potong cuti saja!”
Briefing Pagi dan kisahnya
Itulah sepenggal kisah mengenai izin sakit dan datang terlambat. Sebenarnya sih, kalau memang tubuh sakit, toh kan nggak mungkin memaksakan diri sebab nantinya bisa berakibat ke men-zhalimi tubuh. Kita bisa lihat dari kemampuan diri, sanggupkah untuk datang ke kantor dengan kondisi badan yang tidak sehat? Kalau tak mampu, yah jangan paksakan. Kecuali sebaliknya.
Apalagi
untuk permasalahan datang terlambat, memang sebaiknya ditanyakan dulu
permasalahannya. Sehingga tidak serta merta langsung potong cuti atau potong
gaji. Walau bisa juga memungkinkan ada keculasan yang terjadi alias si
karyawannya yang memang sengaja membuat alasan. Mungkin bisa saling ngobrol
atau ditingkatkan lagi komunikasinya antara atasan dengan pegawainya.
Baca Juga:
Lah
terus esensi briefing pagi untuk update informasi atau ulasan pekerjaan bagaimana?
Ya, begitulah, karena waktu jadi habis untuk tanya-tanya si ini – itu ke mana, hehe. Palingan hanya dibahas sekejap, lalu untuk pembahasan lebih lanjut usai briefing, lebih seringnya seperti itu yang saya rasakan. Pastinya kejadian ini akan berbeda dirasakan oleh tiap orang sih ya, hehe.
So, #SemangatCiee buat kamu yang masih menjadi budak corporate (kata temen saya sih gitu wkwkwk), semoga yang sedang sakit cepat sembuh, dan yang suka terlambat menjadi lebih on time yah, karena masih banyak cerita nih menunggumu 😝.









Briefing pagi sebenarnya sangat bagua bagi perusahaan. Setidaknya di pagi hari itu bisa bertukar informasi, bertukar ide sehingga proses mencapai tujuan perusahaan bisa dilakukan sesuai dengan rencana atau blue print perusahaan
BalasHapusBerangkat lebih pagi jadi enak ya, selain jalannya santai di kantor masih sempet dandandan sarapan. Tapi kalo dah menikah memang agak sulit karena banyak urusan rumah, belum lagi anak yang masih pengen main.
BalasHapusbriefing pagi terutama di awal minggu menurutku penting sih, biar semua anggota tim paham progress pekerjaan jadi bisa saling back up dan menyesuaikan pace pekerjaannya masing-masing
BalasHapusSarapan serius...hehe...kok samma yah. Sarapan di rumah rasa keburu-buru, pokok perut keisi. Seringnya cuma minum teh manis anget aja. Soalnya masih kepagian.
BalasHapusJadi briefingnya apa ngabsen yak?...Met menjalankan tugas. Jangan lupa bahagia...
dulu wktu aku kerja di media itu biasanya kalau briefing pagi isisnya arahan pemberitaan hari ini mau dibawa kemana dan sangat serius. Termasuk menentukan narasumber yang wajib di cari dan wawancarai
BalasHapusKadang ada bos yg tdk mengizinkan karyawan utk tdk datang krn hny sakit biasa, kecuali karyawan tepar beneran dan msk rumah sakit.
BalasHapusBriefing ini kdg cmn basa basi aja sih meski ada jg yg beneran bahas hal penting. Smg dgn briefing pagi, smua karyawan dpt manfaatnya ya.
Briefing pagi bagus untuk koordinasi pekerjaan, kalau ada yg lagi berhalangan hadir bisa di backup yg lain...Sesuai aturan kantor namanya ijin cuti hak karyawan ya asal tidak melebihi yg sudah ditetapkan.
BalasHapusSemangat kakak, kembali ke model atasannya spt apa yaakss...(gustinyeni)
Rumah saya depan kantor PLN. Meski setingkat kecamatan, ternyata setiap Senin pagi mereka terlihat selalu melakukan briefing lagi lho, walaupun pekerja yang ada gak sampai sepuluh orang.
BalasHapusDi kampung dengan aktivitas seperti itu awalnya saya merasa aneh. Tapi ternyata briefing pagi itu banyak manfaat ya
Meski kalau melebar kemana-mana ya jadi ngabisin waktu juga hehe
Aku dulu kerja di instansi pendidikan, jarang banget ada briefing pagi. Adanya pas ada test doang dan sebenarnya seneng sih ada briefing pagi, yang telat kan jadi kelihatan. Hehe
BalasHapusWaw, jujur akoh ternganga melihat sikap pak Kadiv. Gimana ya, sampe speechless aku wkwkwk. Padahal briefing pagi biasanya bahas progress+ kegiatan sih kalau aku dulu
BalasHapusWuaa rajin banget jam setengah tujuh udah nyampe kantor. Tapi rmang enakan gitu ya daripada berangkat mepet- mepet malah rawan telat
BalasHapusKalau di kantorku dulu briefing bukan absen siih..
BalasHapusKarena uda pasti ketauan aja.. wkkwkw~
Soalnya bosku galack. Mo alesan aiueo, pastikan briefing gak telat. Setelahnya mau ngapain, asalkan produktif (untuk pekerjaan) siih.. dibebaskeun.
Semacam apel pagi di tempat kami, tapi pembina apelnya ganti2an dari Kadis sampai dg Kabid2.. Biasanya ditutup dengan yel2 penyemangat dan doa pagi..
BalasHapusSaya termasuk yg tidak suka briefing pagi. Kerja ya kerja aja. Tapi tiap perush punya budaya berbeda sih
BalasHapusAku dulu briefing pagi biasanya hari senin, dan asli jarang ada absen nanyain si ina ini. Paling-paling briefing isinya nanyain update kerjaan minggu lalu, problem sama rencana kerja minggu itu. Dan sebenarnya briefing ini penting g penting, apalagi kalau cuma sekedar absen si karyawan. Hehehe.. tapi tetep semangat kakak ❤️❤️
BalasHapusBriefing adalah bagian dari menyamakan tujuan dan evaluasi dalam tim kerja. Bisa dilakukan sebelum atau sesudah pekerjaan dilaksanakan.
BalasHapusBriefing kalau dilakukan secara konsisten bisa jadi ajang silaturahmi dan saling tahu antara atasan dan pekerja lainnya. Misal dengan menanyakan kabar, ngabsen seperti hal sepele tapi itu berkesan dalam sebenarnya di hati pekerja. Seperti diperhatikan jadinya kan
BalasHapussaya senang sih kalo ada breefing pagi apalagi kalo agendanya jelas, itu bantu banget kita bikin to do list lebih tertata,eh tapi sudah lama banget ga kerja sih wkwkwk, breefing sendirian bikin list sendiri haha
BalasHapusSaya yang nggak ngantor malah pengin ngerasain gimana acara briefing pagi. Kayaknya malah seru bersosialisasi sama teman kantor ya.
BalasHapusApa ya kalau aku, sudah lama tidak ngantor. Kalau menurutku, briefing pagi itu penting untuk menjaga semangat tim ya, kasih motivasi atau tausiyah lalu ngecek kesiapan masing-masing personal terhadap jobdesknya..aaahh kangen kerja lagi
BalasHapusHmmm..kalau aku udah lama gak ngantor mba, tapi kalau briefing itu yang bikin dikangenin kalau ada motivasi2 penambah semangat gitu
BalasHapusBriefing pagi di BUMN itu wajib banget dilakuin. Ya, meski ada beberapa pegawai yang gak ikut brifing. Tapi kembali lagi ke bossnya biasanya
BalasHapusPagi-pagi naik komuter biar gak sesak adalah jalan ninjaku juga waktu dulu merantau di Jakarta. Aku dulu turun di Palmerah, Mbak. Kalo Mbak Jakarta Pusat, berarti Tanah Abang? Langsung kebayang kwrumitan dan membludaknya stasiun Tanah Abng. Semangat pekerja komuter!
BalasHapusBener lhooo... briefing pagi itu PUEEEENNNNTIIIING. Aku dulu juga ada rutinitas rapat pagi. Waktu jadi atasan, juga ngebriefing temen-temen di bawahku ahar sesuai agendanya. Justru karena ada briefing pagi, siang dan seharian semua lancaaaaarr kerjanya. Bisa tepat waktu pula. Temen-temn juga bisa pulang ga pake lembur kecuali ada hal urgent.
Tos yang sarapannya di kantor. Karena kalau di rumah gak sempet ya udah bawa aja.
BalasHapusBriefing pagi kalau di divisi saya kayaknya kurang cocok. Karena ya itu, kakau cuma tanya si A ke mana si B ke mana, hanya menyita waktu sedangkan pekerjaan sudah harus diselesaikan.
Jadi, kami gak ada briefing pagi tapi adanya meeting tiap Rabu. 😁
kalau di divisiku nggak ada mbak
BalasHapusaku briefing kalau pas mau ada event yang agak besar
biasanya yang rutin briefing pagi adalah temen temen salesman atau marketing
karena mereka juga perlu menginfokan ke atasan terkait soal target penjualan, result canvasing hari itu dan nyari win win solution
Briefing pagi penting banget sih menurut aku jkerjaan jadi tertata tahu apa saja yang penting buat dikerjakan lalu tetap dikantor apa harus meeting diluar
BalasHapusSuasana breifing pagi mendadak tegang ya, Mbak, kalau seperti itu. Hehe. Dulu sewaktu kerja di lembaga pendidikan, tidak selalu ada briefing pagi. Hanya insidental ketika ada acara atau ditugaskan ke sekolah lain
BalasHapusWaktu masih ngantor aku seneng banget ngadain briefing pagi dengan karyawan, kadang sambil ngecharge dan ada masukan-masukan. Biasanya dibikin jadi kaya morning talk sambil sarapan bareng.
BalasHapusHmmm... pengen ngerasain juga jadi pekerja kantoran. Seru kali ya, dibanding pekerja freelance kayak aku. Jadi bisa briefing pagi bareng teman-teman kantor. hehe
BalasHapusKadang-kadang briefing pagi bisa jadi horor kalau ada beberapa target yang meleset. Pasti diminta untuk kerjakan sekarang juga. Yang bikin BT kan, semua orang jadi tau, hehehe..
BalasHapusJadi sebisa mungkin untuk memenuhi target pekerjaan dan membuat laporan terbaik. Minimal suasan briefing lebih slow...
di tempatku sekarang juga ada briefing paginya setelah apel cuma 1x seminggu aja. isinya ya kadang wejangan kadang evaluasi pekerjaan
BalasHapusAku JD kangen masa2 kantoran 😂. Dulu aku juga tiap pagi wajib briefing mba. Krn waktu itu kerja di bank asing, jadi memang tiap pagi hrs kumpul, jam 8-8.30 hanya utk briefing pagi. 8.30 hrs bubar, Krn bank mulai buka untuk nasabah.
BalasHapusYg dibahas ya ttg update keuangan dari seluruh dunia. Jadi kita ga ketinggalan berita. Trus dari pihak service dan operation KSH update ttg stok foreign currency, dan IDR ada banyak atau ga, update juga ttg case yg mungkin sedang terjadi atau heboh.
Apapun yg kira2 bisa mempengaruhi performance bank, kami pasti share.
Dulu di cabang yg besar, BM nya juga nanya kalo ada staff ga DTG, telat dll. Dampe akhirnya dibuat aturan aja, yg telat bayar denda. Udh cukup. Utk sales 50rb sekali telat, Krn gaji mereka besar. Kalo utk service ops 20rb.
Uangnya kami kumpulin dan akhir bulan makan2 😂
Kalo saya di kantor nggak suka tiap hari briefing pagi sih mbak. Tiap hari tetap nanyain update pencapaian ke tim tapi cek data dulu baru nanyadan nggak mesti pagi.
BalasHapusWiss tiap hari briefing yah mba, mungkin udah jadi makanan sehari-hari yahh. Tapi memang topik briefing udah habis dulu sama nanyain kondisi2 tiap anggota, syukur2 bosnya tidak marahan dan klo udah marahan dahlah bakal bdmood kerja beberapa jam ke depan ya...
BalasHapusKalo di kantor aku gak berlaku brifing tiap hari mba, ya karna posisi bagian admin kli ya dan kerjaannya itu ya seperti biasa aja. Itupun kalo ada briefing pas saat kita udah ada acara yg besar yg melibatkan semua karyawan kntor...
Penting sih morning briefing itu. Utk beberapa kerjaan wajib lah. Cth nya kayak yg kerja di perbankan. Kita hrs tahu update market di pagi hari, sebelum ketemu dengan customers. Jangan sampe gara2 ketinggalan berita, update yg dikasih atau sarankan ke customers malah salah.
BalasHapusAku dulu juga rajin update ke temanku. Krn dulu kerjaan bagian service ops, jadi mau ga mau ttg update stok uang saat itu.
Dan temen2 yg datang telat itu aku KSH denda. Sebagai team leadernya aku wajib DTG LBH pagi. Apalagi megang kunci kantor 🤣
Tiap hari di kantor lamaku ada brieging pagi kak Fen. Biasanya 1 jam doang. Dan yang dibahas tuh progress kerjaan atau project² yang lagi jalan. Kalau misal ada urusan pegawai yang bermasalah atau gimana² briefingnya bakal individu sih, nggak jadi satu pas briefing. Kata atasan terdahulu bilangnya, kalau mengkritik pegawai di briefing yang isinya banyak orang tuh menurutnya kurang etis dan nggak sopan (karena bosku org jepang tulen). Jadi biasanya dibedakan timenya.
BalasHapusSedih aja sih kalau briefing cuma buat ngurusin absen pegawai. Jadi kurang berbobot briefingnya.. 🥹
6.30 udah di kantor itu prestasi suka dapat reward ga teh ? hehe
BalasHapusbriefing pagi itu penting ,selain menjaga komitmen biar kita siap menghadapi pekerjaan di hari itu, kita bisa dpat info dari divisi kita, mulai dari informasi penting , penting bangeut dan yang engga penting sekalipun hmmm , masuk 7.45 ( 15 menit untuk briefing walau ha he ho haha ) ah teteh aku jadi kangen kerja uppss engga deng bercanda
Kadang aku jengkel sama orang yang malas-malasan briefing pagi apalagi kalau sekelas ASN yang sudah digaji negara
BalasHapusMangkel dan rasanya gak sudi lihat orang begitu
Tidak amanah apalagi kalau saat kerja banyak mainnya
Entah ijin beli apalah
Bahkan ada yang ke pasar sebelum jam istirahat/pulang
Sungguh bikin kepalaku mendidih, haha
Soalnya banyak yang tidak disiplin tapi kenal orang dalam trus akhirnya bisa ASN
Dari awal baca dikira mau happy ending, ternyata bos nya marah-marah nanyain yang ga datang untuk briefing, ya. Yang sabar ya Kak Fen.. hehe karena setiap atasan punya watak dan karakter masing-masing dan sebagai budak corporate kita hanya bisa nerima, ya. Tapi kalau marah-marahnya masih bisa ditolerir, bisa ya dimaklumi, asal jangan berlebihan saja
BalasHapusAkuuu gak bisa kalo pengen rutinin briefing pagi gini wkwkwk. Paling bisa berhasil tuh beberapa kali, sisanya blass belum ada rutin briefing pagi lagi. Ya gitu lah, kadang adaaaa aja huru-haranya. Belum lagi kalo di toko daging, seringnya kurir tuh udah jalan sedari pagi.. alhasil anggotanya jadi gak lengkap.
BalasHapusTapi jujur, aku penasaran si pengen tau gimana rasanya kerja di perusahaan korporat dengan ratusan hingga ribuan karyawan begitu. Kayaknya asyik yeeee mbak Fen.
Jadi inget pas dulu masih jd budak corporate #tsahhhh wkwkwkwk....klo ditempatku dulu briefing pagi nya tiap hari senin saja trus nanti yg ditanya2 paling spv sama kasie gt sie gmn perkembangannya sales dan collectiaon dh masuk target blm kurang brp gt2 seingatku hehhe
BalasHapusNah briefing pagi di masing-masing kerjaan yang pernah kudapat beda-beda nih, dulu aku pernah PKL di kantor sebuah perusahaan tekstil, briefingnya itu berisi motivasi gitu sebelum kerja, jadi dikasih kisah apa gitu biar karyawan semangat kerja. Terus pernah dulu akunting, aku menyimak briefing dept sebelahku, jadi kepala deptnya unik, dia kumpulkan semua karyawan berdiri melingkar tapi tidak mau memulai briefing kalau semua karyawannya belum datang. Lambat laun karyawan yang sering telat jadi nggak enak sendiri karena merasa briefingnya tertunda karena dirinya. Bagusnya lama kelamaan tak ada lagi lho karyawan yang berani telat.
BalasHapusKalau yang modelnya ngabsen yang gak berangkat dan menyalah-nyalahkan begitu mah briefing bukan hal yang menyenangkan lagi nggak sih?
Di kantorku dulu nggak ada briefing pagi. Ya langsung aja kerja masing-masing. Nanti kalau ada yang penting baru meeting. Kayanya cuma apra tukang yang dapat semacam briefing, tapi disebutnya safety talk dan nggak tiap hari. Seminggu 1-2 kali aja. Sama apa beda ya kira-kira? Hehehe
BalasHapusAhaha, bener yaa, jadi lebih lama di nanya kelengkapan orangnya dibanding bahas kerjaannya, hihihi. Mungkin emang biar ringkes ya, berharap semua kumpul supaya gak capek jelasin lagi. Kalau semua udah denger penjelasannya kan jadi enak gitu, semua jelas.
BalasHapusBerarti setelah briefing lengkap begini, lanjut briefing sesuai divisi dan justru di situ yang bahas kerjaan lebih dalem ya? Tapi oke juga ya briefing tiap pagi gini, selain jadi tau siapa yang suka dateng terlambat #eh, tapi jadi selalu update tentang kerjaan dan mengurangi kesalahpahaman mengenai bagian masing-masing. Bahkan menambah kedekatan juga gak sih karena biasa ketemu dan hampir pasti ngobrol setiap hari banget gini?
Saya baru tahu ada sarapan sekenanya dan sarapan serius Mbak. Fen. Dan hastel Mbak Fenni selain #Semangatciee juga #KecehCiee ya hahaha.
BalasHapusKarena saya ga pernah kerja di kantoran, maka saya tidak pernah mengalami yang namanya briefing Mbak. Waktu kerja di pabrik dan percetakan, awalnya doang. Briefing ini itu. Lalu setelah itu masuk kerja ya langsung kerja hehehe. Oh ya satu lagi. Bila mau libur panjang, misalnya mau lebaran, sebelum libur ada briefing pas mau pulang.
Waktu masih kerja dulu, saya sering banget diminta sama atasan untuk gantiin beliau Morning Briefing sama Manager2. Alasannya beliau banyak kerjaan, jadi lebih memilih menyendiri nyelesein kerjaan langsung daripada ikutan briefing pagi. Menurut saya efektif nggak efektif siihh, tergantung yang mengarahkan briefingnya juga kali yaa. Kadang bisa lamaa banget gara-gara nungguin Manager lain belum dateng, atau yang ngadain briefingnya malah sibuk terima telepon. Hmm..
BalasHapusJadi kangen menjadi budak korporat lagi meski males omongan bos saat briefing kyk gitu. Yang diulas kdg bukan soal kerjaan. Tapi makian yg sbnrnya ga perlu. Dulu pernah si bos ngomel hingga banting pintu. Kemarahannya sih sbnrnya bkn ditujukan padaku tapi ada karyawan lain yg sering izin. Herannya dia ngelampiasin itu ke anak2 yg keturunan Jawa. Lah enak yg non-Jawa sih.
BalasHapusSoalnya kalo org Jawa dimarahin kyk gitu, udh biasa. Alias dijadikan angin lalu saja. Kalo non-Jawa dimarahin kyk gitu, bs lgsg ngambek. Besoknya pasti izin. Atau ada alasan lain yg entah nanti dibahasnya dibilang apa gt. Sedihnya, beliau udh meninggal selepas covid lalu.
Briefing pagi emang selalu ada di tempatku. Dari pas masih kerja di swasta sampe yang sekarang ini. Kalau aku tipe nya pengen briefing yang sat-set terarah. Pas di swasta semua itu beneran terealisasi dengan optimal.
BalasHapusKalau terkait karyawan izin, sakit, telat, dkk. Biasanya nih Kabag bisa bantu kasih penjelasan masuk akal dan terperinci (melindungi bawahannya) Jadi nggak bikin geram. Kalau kebijakan potong gaji or potong cuti emang ada, dibeberapa perusahaan saklwk itu beneran terjadi, salah satu cara buat mendisiplinkan karyawannya.
Begitulah ya, berat kalau lagi sakit tapi akhir tahun, tuntutan kerjaan emang sulit buat dihindari. Hahaha curhat banget. Sehat itu mahal, mesti diupayakan sekali.
Dari POV atasannya emang jengkel sih kalau udah jam masuk kantor ada briefing pagi tapi karyawannya nggak lengkap. Apalagi kadang alasannya itu2 lagi. Soal alasan anak itu kadang dikhawatirkan jadinya perusahaan agak antipati menerima seorang perempuan yang udah nikah atau bahkan jadi ibu buat kerja hiks.
BalasHapusDari sisi karyawannya bisa jadi emang beneran begitu kondisinyaa. Tapi sebaiknya kalau mau profesional bisa cari solusi jauh sebelum memutuskan kerja, bisa hire baby sitter atau ada rencana2 cadangan kalau baby sitter nggak masuk. Jadi kalau nggak urgent sekali sebaiknya ya jangan mengingkari jam kerja.
Pengalaman si pribadi briefing pagi itu sangat penting pertama kita masih tahu hari itu apa aja aja yang harus dikerjakan dan untuk mengupdate progress yang sudah dijalankan hari sebelumnya jadi supaya tujuannya tercapai hari itu
BalasHapusJadi inget sama geng cungpret yaa..
BalasHapusTapi memang briefing ini bikin adrenalin rush jugak yaa.. apalagi dilakukan di awal minggu dan abis gajian. Berasaa.. "beban" kalo ternyata tanggungjawab kita belum final 100%.
Degdegan gak sih mbak Fen..kalau briefing pagi begini? Apalagi kalau atasannya galak hehehe...dalam bayangan saya briefing pagi itu yaa semacam mengingatkan to do list kita hari apa aja dan apa yg kmrn blm mencapai target...terus dikasih semangaat buat kerja lebih baik lagi...
BalasHapusBriefing pagi mah singkat aja ga usah bertele-tele, koordinasi dan serah Terima pekerjaan, dah gitu aja, kerjaan lancar tanpa drama, absen biar HRD aja deh yang handle
BalasHapusBriefing pagi tuh untuk koordinasi antara karyawan dan bos ya kalau dulu kantorku tidak ada sih.. bagus juga untuk menjaga kekompakan.. hanya deg-degan juga kalau tidak hadir, langsung ketahuan pada ke mana.. bisa memupuk semangat kerja juga yaa
BalasHapus