Seberapa penting perempuan harus melek finansial? Kamu pembaca blog yang #SemangatCiee ini mungkin akan menjawab sama seperti saya, yaitu: perlu banget! Sebab perempuan punya alasan penting kenapa harus mahir dalam literasi keuangan.
Oleh karenanya, ketika ada diskusi menarik dari Female Digest bertajuk: Literasi Tinggi, Risiko Rendah - Kartini Modern Melek Finansial, saya ingin tahu jawabannya. Simak ulasan lengkapnya ya.
Alasan Perlunya Perempuan Melek Keuangan
Diskusi yang berlangsung renyah di hari Selasa 21 April 2026 itu, dibuka dengan cerita pengalaman Kak Dedek Gunawan, yang saat pertama kali gajian bukan untuk investasi, tetapi malah beli tiket perjalanan.
Padahal keluarga dari narasumber yang memiliki akun Instagram @jarigendut ini menyarankannya untuk investasi misalnya berupa properti.
Ini tuh, jadi mengingatkan saya yang ketika pertama kali gajian malah dipakai buat jajan makanan, hehe, soalnya alih-alih buat semacam syukuran karena sudah bekerja. Bener-bener urusan buat investasi tuh gak dipikirkan huhu.
Nah berasanya memang ketika di mana-mana yang kurang menyenangkan, seperti ketika pandemi Covid-19 silam, atau seperti di jaman sekarang yaitu in this economy yang lagi gonjang-ganjing. Kalau kata Kak Dedek, ini tuh kondisi makro namanya.
“Keputusan-keputusan finansial pribadi yang kita lakukan itu ternyata dipengaruhi sama kondisi-kondisi makro, seperti perang atau saat pandemi.” Ungkap Kak Dedek Gunawan, S.E., M.A.,CFP selaku Financial Planner & Founder Perempuan Bantu Perempuan.
Kalau lebih mudahnya, kondisi makro ekonomi itu adalah lingkungan ekonomi pada suatu negara. Sedangkan kondisi mikro mengacu kepada si individu dan keluarganya. Dari situlah, perempuan sudah sepantasnya untuk melek finansial, karena:
1. Biaya Hidup Perempuan Lebih Tinggi dari Laki-laki
“Ada ada beberapa riset yang menyampaikan bahwa perempuan itu kebutuhannya lebih banyak, frekuensi belanjanya lebih tinggi.
Sebagian besar perempuan tidak sadar ada namanya pink tax atau pajak merah jambu yaitu barang-barang kebutuhan untuk perempuan lebih mahal ketimbang laki-laki. Mungkin bisa saja si perempuan yang bekerja, dia mendapatkan kenaikan gaji di kantornya. Akan tetapi inflasi pun juga turun naik. Jadilah biaya hidup kita sebagai perempuan juga turut tinggi.
2. Karir Perempuan yang On - Off
Karir pada perempuan ada masanya yang dia On - Off. Artinya bisa saja si perempuan ini resign dari tempat kerja karena akan melahirkan, ingin merawat anak, ingin merawat orangtuanya padahal belum datang masa pensiunnya.
Lalu ketika ingin cari kerja lagi, ia pun kesulitan mendapatkan pekerjaan. Entah karena persaingan dengan generasi muda yang baru lulus, atau lainnya.
3. Resign Bekerja, Maka Penghasilan Tak Ada
Tanpa disadari, sebenarnya perempuan di rumahnya adalah pengelola keuangan keluarga. Entah posisinya sebagai ibu, isteri atau anak.
Oleh karenanya ketika si perempuan ini resign dari tempat kerja, maka otomatis pendapatan untuknya pun minim. Meski demikian, ia akan berusaha untuk memenuhi pendapatan tersebut, terlebih karena posisinya yang mengelola keuangan di rumah.
4. Tingkat Harapan Hidup Perempuan Lebih Tinggi
Pada poin keempat mungkin antara percaya gak percaya harapan hidup perempuan itu lebih tinggi daripada laki-laki.
“Di Indonesia itu, tingkat harapan hidup perempuan 70%. Bedanya itu sekitar 6 tahun tingkat harapan hidup perempuan sama lelaki di Indonesia.” Terang Kak Dedek.
Makanya kan, penting banget buat kita sebagai perempuan untuk mengerti literasi keuangan. Paham bagaimana mengelolanya, sehingga ketika ada kondisi yang tak terduga bisa dihadapi dengan tenang.
Baca Juga: Ini Finansial Hack yang Cocok buat Kamu
Perempuan: Antara Uang dan Digital
Kalau menilik keadaan seperti sekarang ini, lingkungan perempuan tak terlepas dari yang namanya uang dan digital. Adanya uang, ia bisa belanja kapan saja. Adanya teknologi digital, jadinya makin melek lagi buat belanja. Keranjang belanja pun mulai bertumpuk. Deuh, kalau sudah seperti ini, kek mana gess?
“Siklus impulsif, yaitu checkout belanja tanpa pikir panjang, ilusi diskon yang menganggap sayang dilewatkan, tergiur barang lucu dan menarik, bunyi notifikasi yang memicu perhatian.” Jelas Kak Diana Anggraini, S.T., M.Si selaku Dosen LSPR Institute of Communication & Business pada kesempatan yang sama.
Sebagai perempuan, adakalanya saya kepincut untuk belanja, terus ya sat set checkout-nya. Meski yang saya lakukan ini karena belanja yang memang urgent, ternyata ini bisa jadi salah satu efek bola salju, yaitu uang habis tanpa kontrol yang jelas.
Lebih lengkap Kak Diana atau yang akrab disapa Ms Dee ini, efek bola salju itu bisa membuat perempuan terjebak pusaran belanja impulsif, menimbulkan stres karena keuangan keluarga tidak stabil, hingga rentan menjadi korban penipuan (scam).
Baca Juga: Trik Konsumen agar PEKA dengan Cyber Crime
Namun hal tersebut bisa kita atasi kok, meski kitanya ini bukan yang pakar banget dalam hal finansial, dan tanpa perlu proses yang njelimet.
“Caranya dengan memegang tombol kendali literasi digital yaitu tahan 24 jam sebelum membeli, pakai sistem pisah rekening jangan campur aduk rekening untuk berbagai kebutuhan, dan jaga tautan atau hal-hal apapun yang mencurigakan.” Tambah Kak Diana.
Penutup
Mantap ya bahasan Literasi Tinggi, Risiko Rendah - Kartini Modern Melek Finansial ini. Dibahasnya pas momen peringatan Hari Kartini. Diselenggarakan oleh komunitas hebat Female Digest yang digawangi Teh Ani Berta, yang berkolaborasi dengan komunitas Perempuan Bantu Perempuan, serta didukung oleh Paragon Corp, Wardah Beauty, Nutrifood, dan Tropicana Slim.
Kalau bisa ditarik kesimpulan, peran besar perempuan memang ciamik dalam kehidupan ini. Perempuan jadi tumpuan masa depan gemilang, baik itu di dalam lingkup keluarga maupun lingkungan. Support system yang baik, menjadikan perempuan semakin tangguh dan kuat.
Di samping itu, perempuan juga perlu cerdas finansial, karena bisa berdampak positif untuk siapa saja yang dekat dengannya, termasuk untuk dirinya sendiri. Wahai kaum hawa, semangatlah untuk terus berkarya, mendedikasikan diri terhadap hal-hal positif dan mantap dalam hal literasi keuangan. Semangat buat kita semua!












MELEK FINANSIAL tuh menurutku wajib banget. Apalagi untuk seorang/banyak perempuan yang jadi menteri keuangan di keluarga. Kasusnya bukan hanya soal manajemen tapi juga mendisiplinkan diri sembari menurunkan ego. Gak kebayang kan jika perempuan tak bisa mengontrol dirinya sendiri, tak paham kebutuhan masa depan dan keluarga, ego pada keinginannya sendiri, hanya karena tak paham soal menata keuangan.
BalasHapusDari segi kodrat memang wanita punya kebutuhan yang lebih ya. Katakanlah untuk tamu bulanan, belum lagi kebutuhan perawatan diri, yang basic sekalipun.
BalasHapusBtw seru banget nih kegiatan edukasi yang digagas Female Digest ini. Agar semakin banyak wanita yang melek finansial demi masa depan yang lebih baik.
Bener banget. Secara qodrat pun wanita banyak sekali kebutuhannya dan beberapa lumayan mahal juga kan.
HapusAcaranya beneran insightful sekali, nambah wawasan, membuka perspektif, bikin wanita jadi makin sadar pentingnya melek finansial. Salut sama penyelenggara dan Narsum hingga moderator, berkualitas banget materi yang dibahas.
Betul
BalasHapusKalau perempuan tidak ada sifakt "kikir" dalam dirinya biasanya akan loss doll kata orang Jawa
Pelit untuk hal urgent itu justru dibutuhkan
Sayangnya banyak juga yang akhirnya pelit bukan pada tempatnya hahaha
Semoga next bisa tetap cakap dengan literasi keuangan
saya ngerasain banget ketika harus resign karena punya anak dan harus merawat mertua
BalasHapussayangnya dulu gak secanggih sekarang, bisa nyisihin uang untuk investasi dst
kebetulan punya pasangan yang kopig soal keuangan jadi deh ribut melulu
Zaman sekarang literasi keuangan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Semoga makin banyak perempuan yang sadar dan mulai mengelola keuangannya dengan lebih bijak setelah membaca ini 🙌
BalasHapusSeringnya beli yg aneh2 lucu2 sedikit fungsi supaya gratis ongkir aja hihii
BalasHapuspayaah emang kalo ngga melek finansial,
harganya emang sedikit, tapi kalau sering dilakukan bisa senilai tabungan sebulan juga yaa..
BalasHapusBagus sekali ini bahasannya...
In this economy, perempuan yang biasanya jadi menteri keuangan keluarga berperan ngatur ini itu, bahkan jadi penopang finansial juga.Nah, penting untuk atur keuangan dengan baik supaya pengeluaran tetap terkontrol, lebih siap menghadapi kebutuhan mendadak, dan nggak panik saat harus ambil keputusan finansial.
Padahal melek literasi keuangan juga wajib diberikan kepada kaum Laki2. Kaum perempuan sudah melek literasi keuangan sementara pasangannya tidak menurutku bukan hanya efek bola salju yang terjadi tapi efek ketiban bola salju juga hehehe..btw narsumnya ciamik sekali ya mba :) sayang sekali tidak bisa ikut menyaksikan acaranya.
BalasHapusBahasan yang bagus sekali untuk para perempuan, sayangnya ibu - ibu dengan berbagai kesibukan rumah tangganya kebanyakan ga mau belajar lagi atau memperdalam literasi keuangan, yang ekonominya baik merasa nyaman di zonanya, yang ekonominya kurang merasa ga memerlukan ini, padahal hal ini penting.
BalasHapusSaya sejak kecil sudah dibiasakan menabung. Tetapi, memang belum sampai diajarkan pentingnya melek finansial. Taunya menabung aja. Makanya, seringkali, uang yang ditabung itu adalah uang sisa. Padahal penting banget melek finansial supaya bisa mengelola keuangan lebih baik lagi,
BalasHapusSetuju banget, perempuan harus melek finansial karena banyak fase dimana perempuan harus on off karir, belum lagi tingkat harapan hidup kita jauh lebih tinggi. Artinya kalau suatu waktu keluarga inti berpulang atau pasangan halal berpulang, jangan sampai jadi goyah tanpa pijakan karena tidak paham literasi keuangan.
BalasHapusTerkait belanja pun seringkali karena tergiur diskon atau lucu lucu.. 24 jam membiarkan listing yang mau dibeli sama dengan memastikan ulang, mana yang beneran perlu. Makasih sudah berbagi artikel bermanfaat.
Bener banget urusan melek finansial ini wajib banget dipahami oleh wanita apalagi kebanyakan wanita menjadi menteri keuangan dalam keluarganya..jika tanpa perencanaan yang mapan bisa2 keungan keluarga akan menjadi berantakan
BalasHapusSoal kebutuhan perempuan yang lebih tinggi dari laki-laki tuh aku setuju sih. Mulai dari sandangnya, detail punya perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki.
BalasHapusMemang kalo ngebahas financial planning, serasa ga ada habisnya ya mbaaa
BalasHapussangat urgent, apalagi ketika krisis ekonomi kayak sekarang.
beneran harus piawai atur duit
Aduuhh... Impulsif, ilusi diskon, dan gampang tergiur barang lucu ini cewek banget. Jadi berasa disentil. Menarik banget bahasannya tentang literasi keuangan, jadi pengen ikutan juga. Kalo dipikir-pikir bener juga ya, perempuan itu belanjanya emang lebih banyak dan lebih sering dari laki-laki. Mana hari gini semua serba naik, tapi gaji enggak naik. Literasi finansial ini penting banget buat jadi bekal para perempuan ya mbak..
BalasHapusSemoga semakin luas edukasi terkait literasi finansial ini ya mbak. Terutama bagi para perempuan, terlebih lagi di daerah yang mungkin kurang terjangkau ilmu pengetahuan. In this economy ya kan, mesti pintar-pintar atur keuangan
BalasHapusMelek financial itu setidaknya jadi basic skill setiap orang. Hrs tahu pengelolaan uang. Ga cuma bisa ngabisin doang 😅.
BalasHapusAku walau udah resign, tp keuangan rumah tangga, dan investasi itu aku yg handle mba. Krn memang basic ku juga financial management dari dulu. Pas kerja di bank pun, job desk juga berkaitan dengan investasi .
JD tugas ku di rumah, ya gimana caranya bisa growing money yg dikasih suami. Dibagi2 porsinya... Ada tabungan biasa yg tiap saat bisa ditarik. Ada untuk investasi dlm bentuk saham, obligasi dan forex. Trus ada gold bar dan tabungan emas, utk menjaga nilai asset.
Bener mbak, perempuan kalau punya penghasilan sendiri ada masanya pengen belanja ina inu. Mumpung kan yaa, kapan lagiiii :D
BalasHapusItu juga penyesalanku saat masih kerja duluuu. Kalau bisa mengulang masa itu kembali aku akan lebih hemat dna banyak invest.
Tapi yawdalah, waktu itu nggak paham literasi keuangan. Makin ke sini malah makin paham kudu ngapain. Makanya aku ajarin anak2 supaya nggak melakukan kesalahan kek emaknya. Belajar literasi keuangan sedini mungkin supaya paham cari uang susah dan uang itu berharga, terlalu berharga buat dihambur2kan ya kan.
Perempuan paham finansial itu penting sih. Biar punya batasan dalam mengatur keuangan sehari-hari, baik pribadi maupun keluarga. Kalau nggak paham bisa bahaya. Los dol istilahnya. Dan bisa berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain.
BalasHapusAku kebantu banget sama pemisahan rekening atau satu rekening tapi dibagi-bagi ke beberapa kantong. Jadi bener-bener bisa kelihatan di pos untuk makan, pos transport atau pos lainnya itu sisanya tinggal berapa.. Angka nggak pernah bohon, kan... :D
BalasHapusNahan keinginan buat impulsif beli ini itu, tuh, kayak termasuk skill tingkat tinggi pas dewasa ya mba.. :D Bismillah ya semoga kita semua yang baca tulisan Mba Fenni ini termasuk perempuan yang melek literasi digital dan bisa mengatur financial kita lebih baik lagi walaupun saat kondisi makro ekonomi lagi nggak stabil pun..
totally agreeee dakunya kak Fen, melek finansial adalah bentuk self-love yang nyata. Dengan pemahaman yang baik, kita jadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan besar.
BalasHapusliterasi keuangan bagi perempuan bukan sekadar gaya hidup, tapi pondasi untuk masa depan yang lebih stabil dan merdeka secara finansial. Seringkali kita fokus mencari penghasilan, namun lupa bagaimana mengelolanya dengan cerdas agar tidak terjebak "investasi bodong" atau pengeluaran impulsif. Jadi emang harus ada self control sih
Yang paling kena adalah sudut pandang bahwa literasi keuangan itu bentuk pemberdayaan. Bukan cuma tahu cara menabung atau investasi, tapi juga berani mengambil keputusan finansial dan nggak bergantung sepenuhnya pada orang lain. Ini relate banget dengan kondisi sekarang, di mana perempuan juga punya kontribusi besar dalam ekonomi, baik di rumah tangga maupun sebagai pelaku usaha
BalasHapusMantap banget literasi finansialnya kak, terutama utk kaum perempuan yg selalu menjadi subjek dalam rumah tangga. Soalnya, perempuan tuh biasanya selalu menjadi bendahara. Suksesnya sebuah kluarga biasanya ditentukan oleh perempuan saat mengelola uang. Kalo urusan mengelola keuangan sukses, pasti di situlah ada perempuan hebat di dlmnya. Dan itu udh pasti istri kita.
BalasHapusMknya para suami dan calon suami, carilah istri yg pintar mengelola duit. Dari literasi melek finansial gini, smg para perempuan di luar sana smkn bs mengerti. Dan para suami, jg hrs lbh giat bekerja lagi. Krn nafkah kpd istri hrs dikasih lbh besar biar keluarga aman damai sejahtera.
Memang benar ya, kalau kebutuhan perempuan lebih tinggi dan banyak dibandingkan pria. salah satu contohnya ya soal penampilan. Cewek perlu make up, cowok nggak hehehe. Makanya harus melek literasi keuangan. Jadi bisa mengatur keuangan. termasuk investasi ya. Dan memang orang jarang gajian pertama buat investasi. adanya syukuran traktir teman dan keluarga hehehe, termasuk saya juga. dulu begitu.
BalasHapusKeren bingit acaranya. Sepakat banget perempuan harus melek financial secara jadi menteri keuangan bukan terlepas kebutuhan perempuan banyak, tapi emang banyak kok wkwkwk. Skincare standar aja sudah lumayan juga budgetnya, belum lagi kebutuhan lainnya walaupun kadang perempuan yang mengambil peran sebagai ibu kadang menomor sekian kan keinginan nya demi mendahulukan kepentingan anak atau suaminya.
BalasHapusApapun profesinya perempuan kudu melek finansial agar berdaya tidak bergantung pada orang lain
Wah ini, setuju bangettt. Perempuan tuh emang kudu bisa melek literasi keuangan mbak, soalnya nganu.. perempuan kan kadang suka pake perasaan ya kalo apa-apa. In the end, jatuhnya ya impulsif, hihihi.
BalasHapusSetuju juga pas bilang kalo keuangan itu baiknya ga dicampur-campur. dan itu yang lagi aku kerjain si. Makanya nanti kalo dapet job atau uang hasil lomba, aku gak masukin ke rekening pribadi, tapi ke rekening khusus. biar kepisah, dan kekumpul gitu lho. gak menguap gitu aja.
Pergi ke pati makan bakso urat
baksonya enak, cabangnya di kediri
Niat hati siapkan dana darurat
Eh hidup kita daruratnya tiap hari
Lhaa iyya yaah..
HapusKalo uda menyangkut perasaan, biasanya para suamik uda gak bisa berword-word.. Hihihi.. apalagi kalo bilang "keperluan anak"
Belajar bareng literasi keuangan semoga bisa menerapkan ilmu bagusnya juga niih.. in this economy kan yaah...
Bener banget
BalasHapusPerempuan sangat perlu memiliki literasi keuangan yang bagus. Selain pengeluaran perempuan biasanya lebih banyak, ya karena yang atur keuntungan rumah tangga biasanya perempuan
Happy dapat ilmu baru dari dua narasumber keren ini jadi tahu caranya menangkis kebiasaan belanja impulsif ya haha diamkan semalaman dulu masih pengen nggak barangnya
BalasHapusFenni kece sekaliii..
BalasHapusMenuliskan resume yang bisa membantu perempuan memahami makna 'uang' yang bukan hanya sulit didapat, tapi juga kudu bijak saat mengelolanya.
Insight banget buat aku nih. Karena sejauh ini memang bukan yang terlalu pandai mengatur keuangan. Dulu belajar memenej sendiri berakhir stres >.<
BalasHapusSepakat perempuan harus melek finansial ya Mbak. Apalagi sekarang era digital mau belanja duh, mudaaah banget tinggal klak klik aja. Menahan diri dari sifat impulsif ini juga susah, dimana kita harus benar-benar memilih antara kebutuhan dan keinginan, beda tipis soalnya. Terima kasih sudah berbagi materi ini Mbak.
BalasHapusSepakat, perempuan perlu melek keuangan karena bukan hanya mengatur uang, tetapi juga mengatur masa depan. Dengan memahami keuangan, perempuan bisa lebih mandiri, bijak mengambil keputusan, mampu menghadapi kondisi darurat, serta membantu menjaga kestabilan ekonomi keluarga. Apalagi di zaman sekarang, kemampuan mengelola keuangan bukan lagi pilihan, melainkan keterampilan hidup yang penting dimiliki setiap perempuan
BalasHapusBener banget, perempuan wajib melek literasi keuangan bukan hanya kebutuhan perempuan lebih banyak daripada laki-laki, tapi dengan melek literasi keuangan perempuan akan lebih bijak mengambil keputusan dan tidak belanja secara impulsif
BalasHapusSaya dan suami menerapkan tabungan dengan rekening sendiri. Jadi kecaplol. Belanja .
BalasHapusDulu pas pertama kali punya gaji, yang dibeli langsung jam tangan mahal yang udah diimpikan bertahun2 mbaaa hehehee... Iya sih dorongan impulsif belanja ini yang bahaya. Makanya penting banget untuk punya kemampuan literasi finansial yang memadai.
BalasHapusWajib tau banget! Literasi keuangan yang bikin keluarga jadi guyub juga loh...
BalasHapusplus.. kejujuran pasangan tentang situasi keuangan di rumah itu kunci. Banyak yang berpisah "hanya" gara gara ngga bisa manage keuangan.
Setuju banget kalau perempuan itu harus melek literasi keuangan. Secara banyak dampak positif jika diterapkan dari awal pernikahan
BalasHapusMenarik banget nih pembahasannya. Keren banget deh. Emang sekarang zaman sudah berubah, wanita bisa berprestasi dan mencapai karir yang bagus.
BalasHapusbener banget nih artikelnya. Perempuan itu jangan hanya bisa menghamburkan uang, jadi hari melek finansial, biar tidak mudah terperangkap ke hutang. jadi berapapun yang didapat insya Allah berkah.
BalasHapusSepakat sih kalau perempuan (dan juga laki-laki) harus punya skill manajemen keuangan yang bagus dan itu bermula dari literasi finansial yang mumpuni juga. Ini tuh harus masuk kategori basic skill, karena kalau tidak, kebayang runyamnya hidup dengan pola pengurusan keuangan yang amuradul, bisa-bisa jadi besar pasak daripada tiang
BalasHapusNamanya investasi, sepertinya memang harus dilakukan semua orang tanpa melihat gender. Tapi soal kebutuhan, perempuan memang seperti paling banya kebutuhan dari laki-laki, sehingga harua pintar-pintar kelola keuangan
BalasHapus