Edisi Merenungi Jaga Kesehatan ala Fenni Bungsu

Edisi Merenungi Jaga Kesehatan ala Fenni Bungsu, cara penanganan kusta, bagaimana kusta bisa dieliminasi, apa penyebab kusta, kusta adalah penyakit, cara menghindar dari maskne, cara pengobatan kusta, cara pengobatan maskne,


Pandemi masih belum tampak hilalnya ya kapan akan berakhir. Sudah lebih dari satu tahun, alias nyaris dua tahun kita bergelut dengan penjagaan daya tahan tubuh dari virus covid-19


Namun, jangan kendor ya 5M-nya. Protokol kesehatan pada masih terus dilakukan, bukan? Yuk tetap semangat nih jaga kesehatannya. 


Meski kalau melihat di media sosial, dan televisi, ternyata masih saja pemberitaan tentang berkerumun belum juga usai, seperti: kepadatan jelang lebaran di pusat perbelanjaan, pemudik yang pulang ke kampung halamannya, serta yang masih hangat saat ini adalah keramaian orang-orang drive thru di salah satu restoran cepat saji. 


Edisi Merenungi Jaga Kesehatan ala Fenni Bungsu, cara penanganan kusta, bagaimana kusta bisa dieliminasi, apa penyebab kusta, kusta adalah penyakit, cara menghindar dari maskne, cara pengobatan kusta, cara pengobatan maskne,


Jadi ada rasa deg-degan untuk bidang pendidikan, pembelajaran secara tatap muka di awal tahun ajaran nanti akan seperti apa, terutama untuk anak usia SD, dan TK. 


Meski saya belum berumahtangga, masih ada rasa khawatir juga dengan tiga keponakan saya yang duduk di bangku sekolah dasar. Namanya anak kecil kan ya, seperti waktu kita dulu kecil aja, demen nimbrung dan berkerumun main bareng. 


Wacana tatap muka juga berlaku di bimbel tempat saya mengajar. Untuk kembali produktif di sana, saya sendiri masih belum pede sebenarnya untuk tatap muka. Maka, sementara berkutat dengan dunia blogging dan konten.


[Baca Juga: Apa Itu Imunomodulator dan Imugard?]


Berharapnya, agar tidak tumbuh lagi kasus covid-19. Biarkan si virus itu menurun, melandai, terus hingga grafik menunjukkan ke angka nol. Yuk tetap saling jaga untuk kesehatan bersama, sehingga tidak terfokus untuk menjaga diri dari virus covid-19 saja. Sebab masih terdapat penyakit lain juga yang perlu mendapat perhatian, seperti kusta dan jantung. 


Edisi Merenungi Jaga Kesehatan ala Fenni Bungsu, cara penanganan kusta, bagaimana kusta bisa dieliminasi, apa penyebab kusta, kusta adalah penyakit, cara menghindar dari maskne, cara pengobatan kusta, cara pengobatan maskne,


Bila kusta adalah salah satu penyakit menular yang penularannya mirip covid-19 tetapi membutuhkan jangka waktu yang lama untuk terjangkiti. Sedangkan jantung merupakan penyakit tidak menular yang mengancam kehidupan. 


Tentang kusta dan upaya pemberantasannya di masa pandemi ini masih terus digalakkan. Dengan tujuan agar pemahaman akan penyakit yang disebabkan oleh bakteri M.leprae ini bisa sampai dengan benar dan tepat. Serta bila tampak gejala yang muncul pada tubuh, sebisa mungkin orang terdekat untuk mendukung maupun penderita agar lekas ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semakin cepat diobati, maka kemungkinan untuk sembuh total bisa tercapai. 



Nah begitupula halnya dengan penyakit jantung. Si silent killer ini perlu dikenali tanda serangan jantung yang datang tiba-tiba. Bukan itu saja, antara pria dan wanita gejalanya tidaklah sama. Terdapat ciri khas yang membedakannya. 


[Baca Juga: Kenali Serangan Jantung dan 6 Perbedaan Gejalanya pada Pria dan Wanita


Jika ditelaah dari pembahasan di atas, gaya hidup berperan dalam usaha kita menjaga tubuh agar tetap sehat. Selain penerapan 5M, lifestyle yang sehat seperti tidak merokok, tidur yang cukup (jangan begadang ya), bebaskan rasa cemas dengan tidak banyak pikiran, cukupi minum air putih, kurangi 2GL (Garam, Gula, dan Lemak), dan asupan makanan yang sehat (bisa tambah suplemen) bisa menjadi kunci agar penyakit tidak datang menyerang. 


Edisi Merenungi Jaga Kesehatan ala Fenni Bungsu, cara penanganan kusta, bagaimana kusta bisa dieliminasi, apa penyebab kusta, kusta adalah penyakit, cara menghindar dari maskne, cara pengobatan kusta, cara pengobatan maskne,


Tanpa terasa secuil cerita saya tentang kesehatan ini, jadi pengingat diri juga agar tetap menjaga diri. Sayangi diri dan keluarga gitu loh ya. Soalnya kalau bukan kita yang menjaga, ya mau siapa lagi. Kalau semua saling jaga, tentu jadi kolaborasi yang cantik kan agar pandemi ini cepat berakhir. 


Walau di kendaraan umum pakai masker wajah, tetapi kan rindu juga jalan-jalan keluar tanpa perlu masker. Biar gak melulu menatap wajah yang ternyata ada maskne, atau sibuk kipas-kipas agar wajah tidak lembab karena ketutupan masker wajah seharian. Atau ada hal lainnya yang mungkin kamu rasakan dari bebas masker, hehe. Ya apapun itu, tetap SemangatCiee agar semua kembali normal seperti sediakala. Sampai jumpa pada curcol selanjutnya. 

Artikel Terkait

Komentar

  1. sesuatu hal yang sepele tapi kadang kita lupa mengerjakannya. jadi mesti reminder diri sendiri setiap waktu

    BalasHapus
  2. Walaupun kusta bukan penyakit yang langsung membunuh, tapi bisa menjadi pembunuh psikologis bagi penderita juga, lo. Soalnya stigma orang untuk penyakit kusta itu enggak banget. Bismillah, semoga Allah melindungi kita dari segala marabahaya dan penyakit, aamiin

    BalasHapus
  3. semua mudah dilakukan, kecuali kurangi 2 GL

    khususnya garam dan gula.

    karena saya suka masakan asin dan belum bisa ngurangi kopi

    harusnya kopi tanpa gula ya?

    BalasHapus
  4. Yups kak, 2 tahun menjalani masa-masa pandemi dengan mengajar siswa dengan keterbatasan (kurang all out) dan tidak seperti biasanya pada saat belajar offline di kelas. Saya sebagai guru juga merasa terpukul dengan adanya pandemi ini, dan biarkan menjadi kenangan hidup. Semoga pandemi segera berakhir dan jaga protokol kesehatannya.

    BalasHapus
  5. curcolnya keren mbaaa hahaha ini aku banget deh kangen jalan2 gak pake maske biar kosmetik keliatan gtu lohhh ahhaha..biar lipstik wardah yg merah merona juga terpampang nytaa hihihi...aduh aduh..maappp...maap aku juga rindu kondisi dulu ..tapi yg terpnting bener banget jaga 5M untuk saat ini biar ilang dulu lah sampek 0 kasus ...baru kita jalan2 cantk lagi y mbaaa hihi

    BalasHapus
  6. doa yang sama dengan kondisi saat ini, semoga pandemi segera berlalu ya mbak
    pergi pergi kemana aja tanpa rasa takut, dan sepertinya kebiasaan bermasker di dalam ruangan atau luar ruangan tetep akan menjadi kebiasaan ya

    BalasHapus
  7. Merenungnya jangan lupa ditutup dengan hepi ya biar enggak stres hehehe...

    BalasHapus
  8. Masih tetep jada protokol 5 M , karena waspada itu sangat penting, lebih baik mencegah itu lebih baik kak

    BalasHapus
  9. keponakan aku tetep masuk sekolah mbak, udah sejak lama
    tetep pulang sore. tapi kan dia 1 kelas isi 10 orang, hehe

    sekolah depan rumah juga tetep masuk. tapi cuma separuh kelas dan pulangnya siang, nggak sore

    kalau sekolah gak masuk, perekonomian rakyat kecil nggak hidup mbak

    BalasHapus
  10. gaya hidup 5M merupakan hikmah pandemi yang nyatanya juga membantu kita untuk tidak tertular penyakit lain ya...

    BalasHapus
  11. Masa 2 tahun yang bakalan jadi kenangan banget. Semoga cukup 2 tahun aja. Gak usah diperpanjang lagi. Tapi semoga dengan 2 tahun ini banyak hal yang bisa kita pelajari. Bukan hanya masalah penanganan kesehatan tapi juga menyimpan makna bagaimana kesehatan itu sangat bermakna. Bagaimana kebersamaan bersama keluarga juga sangat bernilai.

    BalasHapus
  12. Udahan doong, pandeminya... Sebenernya kangen ya bisa kumpul-kumpul dan ngobrol-ngobrol lagi tanpa masker
    Yok, kita jaga kesehatan bareng-bareng!

    BalasHapus
  13. Iya banget deh..pengen segera bebas masker..artinya pandemi dah kelar ya.. Jadi jalan-jalan juga bebas gak khawatir kena penyakit apalah apalah ...

    BalasHapus
  14. Banyak hal terjadi selama pandemi. Banyak yang dirindukan dari hal lama. Kadang saya juga merasa syahdu, merenungkan semua yang terjadi. Apalagi sejak masa pandemi ini hubungan saya dengan tetangga jadi kurang harmonis entah sebab apa.
    Hah! berbau curhat. hihihi
    Yang jelas saya pengen pandemi segera berakhir!

    BalasHapus
  15. Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita ngga perlu lagi pake masker, was was dan ketakutan ya mba. Apalagi ini malah kasusnya semakin meningkat. Sedih memang.

    BalasHapus
  16. Karrna kesehatan adalah kunci dari segala kesuksesan hidup. Jadi harus pandai atur pola makan supaya sehat dan bisa tetap terus berkarya ya kak

    BalasHapus
  17. anak-anak saya main berdua saja di rumah selama masa pandemi ini, selain itu walaupun kemarin sempet tatap muka saya selalu mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan. teteap was-was juga sih tapi mudah-mudahan sehat semua.

    BalasHapus
  18. Setuju dengan statement selain menerapkan 5m, gaya hidup juga berpengaruh terhadap kesehatan, kurang 2GL (Garam, Gula Lemak). Andai masyarakat paham statement tersebut, pasti tidak dikit-dikit obat.

    BalasHapus
  19. Perihal kusta di negeri ini memang belum banyak di sounding
    Semoga kesadaran masyarakat tentang penyakit ini semakin terbuka sehingga ketika ada penderita bisa lekas dibantu untuk membimbing dalam pengobatan yang tepat

    BalasHapus
  20. Aamiin semoga pandemi ini cepat berlalu ya mbak .. bebas kemana-mana Tanpa masker lagi
    Sekarang kalau keluar rumah kelupaan pakai masker rasanya pasti Ada yang kurang

    BalasHapus

Posting Komentar

Salam SemangatCiee, bertamulah yang santun dengan tidak menyelipkan link apapun karena pasti saya hapus🙏

Postingan populer dari blog ini

Review Wardah C-Defense Sleeping Mask

Review Wardah Lightening Day Niacinamide (Kemasan Baru)

Review Wardah Lightening Micellar Gentle Wash

Resensi Buku: The Autobiography of Valentino Rossi

The Mask Singer Indonesia 27 Desember

Perbedaan Wardah Lightening Loose Powder dan Everyday Luminous Face Powder

Review Wardah Hydra Rose Gel to Foam Cleanser