Langsung ke konten utama

Tentang Kusta dan Upaya Pemberantasannya di Masa Pandemi Ini

cara menangani kusta, cara mengobati kusta, cara mencegah kusta, apa itu penyakit kusta, mitos kusta adalah penyakit kutukan, siapa yang menemukan bakteri kusta, penyakit Hansen adalah, penyakit lepra adalah, penyakit kusta adalah, program-program untuk memberantas kusta, mengapa kusta harus dikucilkan, hari kusta internasional, program kabupaten Bone memberantas kusta, peran Jawapos terhadap difabel,

Tentang Kusta dan Upaya Pemberantasannya di Masa Pandemi Ini - Pandemi yang belum berakhir, memang menyita perhatian kita selama lebih dari satu tahun ini. Namun jangan lupa untuk mengingat bahwa di luar virus covid-19, masih terdapat penyakit lain yang perlu mendapatkan perhatian khusus, salah satunya adalah penyakit kusta. 

Sebagaimana data dari laman AntaraNews di atas menerangkan bahwa Indonesia masih belum bebas dari kusta.  Masih terdapat kasus kusta di 8 provinsi di Indonesia yaitu: Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Atas hal tersebut, perlunya kita lebih peduli pada penyakit yang juga disebut penyakit hansen ini.


cara menangani kusta, cara mengobati kusta, cara mencegah kusta, apa itu penyakit kusta, mitos kusta adalah penyakit kutukan, siapa yang menemukan bakteri kusta, penyakit Hansen adalah, penyakit lepra adalah, penyakit kusta adalah, program-program untuk memberantas kusta, mengapa kusta harus dikucilkan, hari kusta internasional, program kabupaten Bone memberantas kusta, peran Jawapos terhadap difabel,
sumber: antaranews.com

Apa Itu Kusta, Penyebab, dan Gejala  

Penyakit Hansen (Morbus Hansen) atau penyakit kusta bahkan disebut juga dengan penyakit lepra, merupakan penyakit jangka panjang yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae (M. Leprae) atau Mycobacterium lepromatosis. Pada tahun 1873, Gerhard Armauer Henrik Hansen menemukan Mycobacterium leprae di Norwegia sebagai bakteri penyebab kusta yang menjangkiti manusia. Jadi kusta bukanlah penyakit kutukan, seperti yang selama ini kita pernah dengar akan stigma negatif tersebut

Mycobacterium leprae ini adalah bakteri yang dapat berkembang di dalam tubuh sekitar 3 hingga 5 tahun. Kuman penyebab penyakit kusta ini berukuran 1-8mm yang untuk bertahan hidupnya membutuhkan oksigen. Penularan bakteri Mycobacterium leprae dapat terjadi melalui cairan dari hidung yang menyebar ke udara ketika penderita bersin atau batuk, dan dapat juga melalui kontak kulit yang lama dengan penderita. Faktor risiko lainnya juga dapat ditularkan melalui perantaraan simpanse dan armadillo. 

Macam-macam gejala penyakit kusta, yaitu: 

  • Kulit menjadi mati rasa, kaku, kering, dan tebal karena saraf yang telah rusak.
  • Timbul bercak putih pada kulit tubuh. 
  • Pada sebagian area kulit tubuh berubah warna menjadi lebih terang atau gelap. 
  • Timbul luka tanpa rasa sakit. 
  • Pada alis dan bulu mata terjadi kerontokan. 
  • Kerusakan pada indera penglihatan yang dapat berujung kebutaan. 

Cara Mencegah Penyakit Kusta

Dapat dikatakan, bila imun tubuh sedang melemah, maka apapun penyakitnya bisa datang menyerang. Hal tersebut juga berlaku terhadap penyakit kusta karena juga terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Dari situlah gerakan gaya hidup sehat harus terus dilakukan melalui kebiasaan baik cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menjaga pola makan, rutin melakukan aktivitas fisik sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga. 

cara menangani kusta, cara mengobati kusta, cara mencegah kusta, apa itu penyakit kusta, mitos kusta adalah penyakit kutukan, siapa yang menemukan bakteri kusta, penyakit Hansen adalah, penyakit lepra adalah, penyakit kusta adalah, program-program untuk memberantas kusta, mengapa kusta harus dikucilkan, hari kusta internasional, program kabupaten Bone memberantas kusta, peran Jawapos terhadap difabel,

Komplikasi dan Pengobatan Penyakit Kusta 

Oleh karena itu sosialisasi dan edukasi penyakit kusta harus cepat dilakukan. Sebab komplikasi yang terjadi akibat penyakit kusta menyerang tidak hanya jaringan kulit, tetapi saraf tepi bahkan sampai ke saluran pernapasan. Maka bila tidak ditangani secara cepat mengakibatkan luka di bagian kulit yang sangat dalam (ulkus), ketidakmampuan permanen yang dapat terjadi pada area wajah (hidung berbentuk pelana), gangguan penglihatan sampai terjadinya kebutaan, dan jari-jari tangan akan membengkok hingga kehilangan jari. 

Dengan diagnosis yang dilakukan sejak dini, dan pengobatan secara tuntas sesuai instruksi dokter, penyakit kusta masih dapat disembuhkan secara total. Dengan begitu dapat mencegah terjadinya ketidakmampuan (disabilitas), serta meminimalisir meluasnya penularan karena bakteri Mycobacterium leprae ini. 

Penyakit Kusta di Masa Pandemi Ini 

Di masa pandemi ini, mungkin kita disibukkan bagaimana cara agar terhindar dari virus covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan dan gaya hidup sehat. Siapa sangka hal tersebut juga dapat mencegah penyakit kusta agar tidak makin meluas. 

Bone, sebagai salah satu wilayah yang memiliki kasus penyakit kusta, terus memberikan edukasi dan sosialisasi di masa pandemi ini, agar tidak terjadi penularan yang meluas. 

cara menangani kusta, cara mengobati kusta, cara mencegah kusta, apa itu penyakit kusta, mitos kusta adalah penyakit kutukan, siapa yang menemukan bakteri kusta, penyakit Hansen adalah, penyakit lepra adalah, penyakit kusta adalah, program-program untuk memberantas kusta, mengapa kusta harus dikucilkan, hari kusta internasional, program kabupaten Bone memberantas kusta, peran Jawapos terhadap difabel,

Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Komaruddin selaku Wakil Supervisor Kusta Kabupaten Bone di acara "Ruang Publik KBR, Geliat Pemberantasan Kusta dan Pembangunan Inklusif Disabilitas di Tengah Pandemi", bahwa kasus kusta di Bone masa pandemi ini, memang mengalami penurunan dari yang sebelum pandemi sempat terhenti dengan prevelensi di angka 2,5/10.000 penduduk, sedangkan di masa pandemi (2020) prevelensi di angka 1,7/10.000 penduduk.

cara menangani kusta, cara mengobati kusta, cara mencegah kusta, apa itu penyakit kusta, mitos kusta adalah penyakit kutukan, siapa yang menemukan bakteri kusta, penyakit Hansen adalah, penyakit lepra adalah, penyakit kusta adalah, program-program untuk memberantas kusta, mengapa kusta harus dikucilkan, hari kusta internasional, program kabupaten Bone memberantas kusta, peran Jawapos terhadap difabel,

Pembatasan mobilitas di masa pandemi, berpengaruh pada penurunan kasus kusta di Bone, karena aktivitas petugas kesehatan terbatas. Ini yang menjadi tantangan dalam sosialisasi dan edukasi kusta di masa pandemi. 

Walau begitu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Selatan ini terus melakukan program-program eliminasi kusta, seperti:

  • Pemberian obat pencegahan pada kontak penderita kusta (hemoprofilaksis).
  • Pemeriksaan baik kepada yang masih berobat maupun yang sudah sembuh. 
  • Kampanye eliminasi kusta ke desa-desa. 
  • Intensified Case Finding (ICF) Kusta dilakukan dengan cara menerjunkan kader-kader dan petugas kesehatan, guna melakukan pedataan pada masyarakat yang mengalami bercak/kelainan di kulit, lalu kemudian disampaikan ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan dan terus menerapkan protokol kesehatan.  

[Baca Juga: Yuk Saling Dukung dengan Empat Cara Ini, agar Indonesia Bebas Kusta]

Sikap Kita terhadap Penderita Kusta 

Pada kesempatan yang sama, Bapak DR. Rohman Budijanto, M.H, selaku Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Pro Otonom - JPIP Lembaga Nirlaba Jawa Pos yang bergerak di bidang otonomi daerah, menyampaikan bahwa tidak membeda-bedakan antara karyawan non difabel maupun difabel, karena yang terpenting adalah kompetensinya. 

cara menangani kusta, cara mengobati kusta, cara mencegah kusta, apa itu penyakit kusta, mitos kusta adalah penyakit kutukan, siapa yang menemukan bakteri kusta, penyakit Hansen adalah, penyakit lepra adalah, penyakit kusta adalah, program-program untuk memberantas kusta, mengapa kusta harus dikucilkan, hari kusta internasional, program kabupaten Bone memberantas kusta, peran Jawapos terhadap difabel,

Belajar dari Jawa Pos dan usaha eliminasi kusta yang dilakukan Kabupaten Bone di atas, menginspirasi kita bahwa untuk menjauhi stigma negatif tentang Kusta adalah dengan memberikan dukungan.

[Baca Juga: Masih Bisa Disembuhkan, Pahami, dan dukung Eliminasi HIV AIDS]

Ini bertujuan agar saat melihat ada gejala kusta untuk lekas melakukan pengobatan, sehingga peluang untuk sembuh lebih cepat. Dengan saling memberikan dukungan, sekaligus kita turut berperan untuk mengeliminasi kusta, serta membantu meningkatkan kualitas hidup bagi penyintas kusta.

Sumber materi: 

  • antaranews.com  
  • Talkshow Radio KBR tanggal 31 Mei 2021 di Channel Youtube KBR 
  • Wikipedia 
  • KlikDokter

Komentar

Retno Kusumawardani mengatakan…
aku mengira kusta ini sudah tidak ada lagi, tapi ternyata saudara saudara kita yang jauh di sana masih ada yang terjangkit penyalit ini. Semoga usaha pemerintah berhasil untuk memberantas penyakit kusta ini dengan tuntas
Aku kemarin berkesempatan ikut webinar tentang kusta juga mbak. Ternyata kusta itu bisa sekali kita cegah dan diobati ya mbak. Tetapi tentunya harus sigap dan telaten.
Dee_Arif mengatakan…
kusta ini penyakit zaman purba yang masih eksis ya mbak
makanya sangat perlu upaya bersama untuk mengatasi penyakit ini
Talif mengatakan…
Bener. Keluarga harus mendukung untuk proses pengobatan dan penyembuhannya. Banyak sih memang, yang meninggal bukan karena penyakitnya tapi karena dikucilkan.
HendraDigital mengatakan…
Beruntung sekali Mba Fenni bisa ikutan acara ini. Informasinya sangat berbobot, apalagi masih banyak orang yang belum tau tentang penyakit kusta. Namun di acara ini dijelaskan secara detail bagaimana upaya pencegahannya di tengah pandemi. Salah satunya yang dilakukan oleh Pemerintah Bone... Very nice info
susie ncuss mengatakan…
Ya Allah, ku kira udah nggak ada kusta di Indonesia, ternyata masih ada ya...
semoga yang dikasih ujian kusta bs segera sembuh/.
Nurhilmiyah mengatakan…
Penyakit kusta ini juga disebut dalam hadits Rasulullah SAW ya Mbak, waktu itu Rasul langsung memegang tangan si penderita kusta untuk memberi contoh kepada para sahabat bahwa mereka tidaklah berbahaya
nurul rahma mengatakan…
Edukasi seputar kusta harus terus menerus dilakukan ya Mba
Supaya masyarakat juga makin paham seputar penyakit ini
chairina bawazir mengatakan…
Kusta memang harus menjadi perhatian bersama juga ya. Di samping covid-19 yang belum jelas juga ujungnya.
Latifah Kusuma mengatakan…
Harus selalu jaga imun tubuh ya mbak. Semoga angka kasus penyakit kusta makin turun. Kusta ini biasanya menyerang orang tua, mbak?
Marita Ningtyas mengatakan…
Kupikir di zaman modern seperti sekarang, kusta sudah nggak ada lagi lo. Ternyata masih ada ya. Sedih juga sih karena adanya stigma yang beredar, jadi banyak yang nggak mau berobat. Semoga tahun ini Indonesia bisa bebas dari kusta.
Andina mengatakan…
Wah penting ada sosialisasi seperti ini agar masyarakat teredukasi dan tidak langsung cap negatif
Marita Ningtyas mengatakan…
Senang ya sekarang sudah banyak perusahaan yang membuka tempat bagi karyawan difabel, sehingga pengidap kusta yang sudah sembuh dan memiliki cacat tubuh tetap bisa berkarya. Semoga semakin banyak perusahaan seperti Jawa Pos yang punya integritas tinggi dalam membantu negara memberantas kusta. Aamiin.
Fatimah Aqila mengatakan…
Penting banget ya buat kita untuk menjaga kekebalan tubuh ini. Karena, kalau kekebalan tubuh kita menurun justru mudah banget buat penyakit menyerang.

Aku baru tau lengkapnya nih tentang penyakit kusta ini. Semoga semakin banyak yang aware lagi nih tentang berbagai macam penyakit apapun itu.
Bunda ayeen mengatakan…
Penderita kusta ini harus ditangani dengan cepat ya kak, apalagi bisa menular melalui bersin ataupun batuk.
Dan penderita juga gak boleh ditutup tutupi dari masyarakat, karena saat berpapasan ataupun kontak fisik dengan penderita dan gak tau bisa tertular. Karena kadang keluarga menutupi dengan alasan malu takut dikucilkan.
Andiyani Achmad mengatakan…
publikasi seperti ini sangat penting ya, agar masyarakat bisa memahami pentingnya mencegah dan mengatasi juga mengetahui gejala dari kusta
PuputFebriina mengatakan…
Serem banget ya penyakit kusta ini, semoga kita semua bisa terhindar dari segala penyakit. Thanks mba udah share.
Asih Mufisya mengatakan…
Setuju banget Mbak. Perlu ada sosialisasi dan pemahaman yang jelas tentang penyakit Kusta. Masa pandemi tidak menghalangi kita untuk mengetahui hal penting tentang kesehatan.
Shyntako mengatakan…
wah ternyata Indonesia belum bebas dari penyakit kusta nih yang seringkali juga banyak stigma negatif di masyarakat, semoga infonya banyak dibaca jadi lebih banyak yang teredukasi ya
Emma Asmawati mengatakan…
Iya setuju klo sakit harus di obati dan untuk yang sehat harus jaga kesehatan, semoga pemberantasan Kusta ini membuahkan hasil ya
laila dzuhria mengatakan…
Ya allah serem amat mbak kusta ini. Bahaya banget berarti ya. Aku kira ini tuh penyakit orang jaman dulu banget dan sudah nggak ada di zaman sekarang, ternyata masih menyebar toh. Jangan sampai kena, ya. Sehat buat kita semua. Aamiin.
Nyi Penengah mengatakan…
Alhamdulillah ya mba nambah wawasan dengan ikut aacaranya, kalau ada lagi colek colek daku ya Mba, mau belajar juga. Kusta masih ada memang sampai saat ini ya
nurul rahma mengatakan…
stigma tentang kusta masih banyak beredar di masyarakat.
semoga edukasi seperti ini bisa menjadi sarana efektif, supaya masyarakat makin paham serba/i kusta.
jadi ngga ada stigma lagi
Mei Daema mengatakan…
baru tahu detail penyebab penyakit ini, ternyata sudah lama sekali ya penyakit ini ada, dan masih ada sampai sekarang, wajib banget jaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari bakterinya
Hallowulandari mengatakan…
kita harus banget terapin pola hidup bersih dan sehat yaa mba, sebagai upaya kita menghindari diri dari berbagai macam kuman, virus, bakteri. Kalo merasa sakit dan ada kendala kesehatan ya mesti banget harus segera kontrol dan jalani pengobatan
Maria G Soemitro mengatakan…
Wow Indonesia bagian timur ya?
Saya pikir kusta udah lenyap lho dari Bumi Indonesia, ternyata masih ada

Karena itu penting banget campaign agar selalu jaga Kebersihan dan menggunakan imunitas tubuh ya?
Maya mengatakan…
Ya ya perlu diwaspadai juga penyekit lainnya selain covid, apalagi penyakit kusta masih banyak kejadiannya di Indonesia
Wahyu Eko C mengatakan…
program yang bertujuan baik seperti ini harus segera dilaksanakan sehingga proses eliminasi kusta di daerah semakin cepat dan penderitanya semakin berkurang. Terutama sebagai edukasi tentang sikap kita sebagai masyarakat terhadap penderita penyakit kusta
Dee_Arif mengatakan…
kusta ini penyakit yang sudah ada dari dulu ya mbak
tapi kesadaran masyarakat masih rendah tentang penyakit ini
makanya sangat penting untuk terus edukasi kusta, termasuk saat pandemi gini
Lidya Fitrian mengatakan…
Sedih juga ternyata Indonesia masuk sebagai peringkat ke-3 ya negara dengan kasus kusta terbanyak di dunia. Semoga segera bisa dibrantas
Masih cukup tinggi sebenarnya mbak, kasus kusta di Indonesia. Hanya saja memang gak terpublish. informasi itu yang saya dapat waktu webinar tentang kusta dua bulan lalu.
Wahid Priyono mengatakan…
Makin banyak aja ya penyakit di dunia ini yang disebabkan oleh virus maupun bakteri akhir2 ini. Virus corona, ini malah kusta/lepra makin bermunculan. Menurut analisis saya bahwa ekosistem alami sedang tidak baik2 sehingga banyak habitat mereka yang hilang (degradasi habitat) sehingga pindah ke manusia.
Arai Amelya mengatakan…
Kalau denger kusta memang stigmanya selalu negatif yah kak. Tapi edukasi emang perlu dikencengin untuk memutus rantai kusta juga. Tetep jaga kebersihan dan pola hidup sehat
Onny Putranto mengatakan…
Lebih baik menghindar, ketika ada orang yg terkena kusta mengingat jangka waktu perkembangan bakteri yg lumayan lama, sehingga jika sudah tertular baru terasa setelah beberapa tahun. Resiko...
Shanty febrianti mengatakan…
Wah.. Jadi tahu lebih banyak tentang kusta nih dan jgn sampai kendor ya prokes dan 5 m biar Indonesia bisa eliminasi kusta
Lia Yuliani mengatakan…
Kebayang ya kalau jadi penderita kusta itu seperti apa, banyaknya mitos juga stigma tentang mereka seharusnya membuat Kita tidak mengucilkan penderita kusta, karena kusta bisa diobati dan disembuhkan asal penangannya benar
Andrew Pradana mengatakan…
Sudah lama tidak denger penyakit ini. Intinya tetap ya selama kita menjaga prilaku hidup sehat insha allah aman. Apalagi pandemi juga mengajarkan kita untuk lebih was was akan penyakit
Yanti Ani mengatakan…
Karna minimnya pengetahuan ttg kusta akhirnya banyak stigma negatif banyak beredar di masyarakat, semoga ya dg adanya edukasi seperti ini pandangan masyarakat lebih tercerahkan ya kan
Rhoshandhayani KT mengatakan…
iya mbak, ternyata parah banget sih kusta ini. apalagi kasusnya tuh hampir sama dengan covid-19. hanya saja perhatiannya cukup berbeda ya

btw keren ya kabupaten bone bisa menurunkan angka pravelansi kusta
Narasi Nia mengatakan…



Mbak, kusta ini nular nggak sih?

Soale ada orang di kampung sebelah, sampe dibikinin runah diatas pohon. Diasingkan pula. Kan kasihan
Keke Naima mengatakan…
Penyakit kusta ternyata masih ada, ya. Tetapi, dengan semakin terbukanya informasi, tentu diharapkan ada penanganan semakin baik. Jangan lagi dijauhkan seperti zaman dulu.
Lita Lestianti mengatakan…
saya seri g dengar namanya tapi ngva begitu paham ciri2nya gmna.. agak gmna gt pas tahu ada bercak putih di kulit.. karena ad anggota keluarga yg bercak putih d kulit mirip jamur
Retno Kusumawardani mengatakan…
wah semoga mendapat perhatian lebih dari pemerintah ya, jangan sampai angkanya terus bertambah...
Angrumaoshi mengatakan…
Masih banyak ya 18.000 org saudara kita yang terkena penyakit kusta. Smg mereka hidup tidak dalam kondisi stigma negatif.
Shyntako mengatakan…
Agak syok sih pas baca ini, ternyata kusta masih eksis toh di Indonesia. Duh, semoga dgn byk edukasi gini jd lbh byk yg tau dari pencegahan sampe cara mengatasinya
deddyhuang.com mengatakan…
informasi dan webinar mengenai penyakit kusta ini penting banget. suka dapat informasi kesehatan seperti ini biasanya dari mana sih kak? aku pengen juga sesekali ikutan.
Nanik nara mengatakan…
Kirain udah nggak ada penyakit kusta ini, ternyata masih ada 8 propinsi di Indonesia yang belum bebas kusta. Semoga edukasi tentang penyakit kusta ini makin luas ya, informasinya nggak ketutup sama info seputar pandemi
Lasmicika mengatakan…
Kukira kusta ini nggak menular loh. Ternyata menular ya. Mudah2an yang sedang sakit segera sembuh n nggak ada lagi yang kena kusta.
Hairun Nisa mengatakan…
Oalah.. ini yang disebut lepra itu toh. Duh baru tahu kalau penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Wah... bahaya juga ya penyakit ini.
Aisyah Dian mengatakan…
Bicara tentang kusta ini kadang memang miris ya kak, yang terpenting kalau keluarga Kita sakit kusta selama mau berobat ke dokter, minum obat dll jangan sampai Kita kucilkan ya mbak
Bayu Fitri mengatakan…
Dulu ada tetangga kena kusta dan ia pergi dengan keluarganya rumahnya ditinggal begitu saja sampai sekarang . Akhirnya jadi rumah tua..padahal ga ada yg mengusir hanya saja ia pergi karena merasa ga enak sama tetangga ..
Viandri mengatakan…
Info baru banget buat aku. Soalnya selama ini gak begitu paham tentang kusta. Makasih, ya kak infonya. Jadi kalau ada penyintas kusta harus didukung.
Nyi Penengah mengatakan…
Harus terus menjaga kesehatan nih ngak bisa sembarangan, kusta belum berhenti dan semangat kita menjaga keluarga di rumah.
Siska Dwyta mengatakan…
Bener banget nih salah satu cara memberantas kusta adalah juga dengan memberikan dukungan pada penderitanya karena selama ini mereka selalu mendapat stigma negatif sehingga merasa malu untuk berobat padahal kusta ini sebenarnya merupakan penyakit yang bisa disembuhkan asal tidak terlambat mendapat penanganan, sayangnya masih banyak yang belum teredukasi mengenai hal ini..